Hyosung GT250 Comet, Monster Korea yang Disia-siakan (part-2 Riding Testimonial)

6 02 2013

Body bongsor itu menipu…!! Setelah mencoba naik dan mendaratkan pantat di atas joknya yang lebar, sensasi easy to handle baru terasa, dalam kondisi statis, ane

yang memiliki tinggi 183 cm tidak kesulitan menapakkan telapak kaki berbalut safety shoes ke permukaan jalan, swerving static pun terasa ringan. Disinyalir sensasi ringan tersebut akibat penggunaan frame alumunium alloy pada rangka. Namun jangan salah.. velg dan ban Monster Korea ini ternyata berat bro..

speedometer..klasik…

Kunci kontak diputar, lampu dan backlight speedometer menyala dan ketika tombol start engine ditekan suara mesin khas V-twin meraung. Getaran cukup terasa keras bagi ane yang biasa menggunakan motor-motor “halus” seperti Bajaj Pulsar dan Kawasaki Ninja 250R. Getaran ini mengingatkan pada Yamaha Scorpio hanya saja sedikit lebih halus. Lebih mirip Honda Tiger. Karakter suara yang lazim disebut oleh orang awam sebagai “mesin rusak” juga dapat ditemui di sini. Padahal, demikianlah ciri khas mesin V-Twin. Khusus Ducati dengan dry clutch alias kopling kering..suaranya akan terdengar makin “rusak” lagi..hehehe.

Comet + Ninja

Comet + Ninja

Posisi riding nyaman khas naked bike, tangki gambot nyaman untuk dipeluk dengan paha dan badan akan terasa pas diapit oleh Comet. Awalnya tangan  ane pegal mengendarai comet, namun setelah 2 hari sudah mulai menyesuaikan. Satu hal yang cukup mengganggu…Getaran mesinnya bikin selangkangan kesemutan…!!

dipakai berboncengan...ambles gak ya?

dipakai berboncengan…ambles gak ya?

Ketika throttle diputar dalam kondisi langsam, getaran semakin menjadi, suara meraung garang, terlebih Comet milik bung Rial ini sudah berganti muffler aftermarket. Yakinlah bahwa orang awam tidak akan menyangka bahwa Comet adalah motor dengan kubikasi “hanya” 250 cc. Raungan yang sekilas mirip Ducati 795 ini cukup mampu membuat orang melirik.. “eh, itu suara motor apa ya?”

Masuk ke gear-1, sentakan cukup terasa, ingat-ingat..hormati dulu motor ini..dugaan bahwa torsi akan liar terbukti..ketika kopling dilepas, jambakan setan terasa. Weleh…ini sih di atas CBR 250 standar..edan..Comet sepertinya kurang cocok digunakan untuk motor beginner..karena jika kopling dilepas mendadak, salah-salah bisa wheelie..

Gear-1 “bernafas” cukup panjang hingga kurang lebih 65 km/jam. Hampir mirip dengan Ninja 250. Hanya saja lebih singkat..alias akselerasinya galak…!!

Harus diakui, dalam “uji coba” jarak 800 meteran di Medan Merdeka Timur, Ninja 250 standar ane sukses dilewati oleh si Comet..hahaha..ampun dijee.. *besok tuning mesin dulu yeee*

Karakter mesin torqy masih terasa hingga gear-3, overtaking kendaraan dari RPM 3000-an dapat dilakukan dengan percaya diri, kalau di Ninja 250 standar..hmm, pikir-pikir dulu deh, mendingan drop dulu ke gear-2 baru tancap..

Dibawa di track lurus dan kosong akan membuat pengendaranya berbahagia, pasalnya begitu banyak torsi untuk dimuntahkan meskipun masuk gear 4 nafasnya tak terlalu panjang dan di gear-5 torsi tak terlalu banyak terasa, namun di gear awal mengendarai Comet ini punya sensasi beda, apalagi bagi yang baru merasakan sensasi V-twin.. Ketika cornering, ban 150/70 yang membalut velg 5 inch di belakang dan 120/70 yang mengapit velg 3.5 inch di depan sangat mantab, hanya saja karena shock belakang masih pada posisi super soft, cornering 45 derajat akan terasa tidak nyaman..terlalu empuk.

Sementara itu memasuki kepadatan dan kemacetan, meliuk diantara kendaraan roda empat pun terasa ringan karena meskipun memiliki body bongsor, namun Comet ini “less spacy” daripada Ninja 250. Mepet trotoar tidak perlu takut fairing tergores, melakukan swerving di ruang terbatas juga tidak perlu ragu karena turning radius lebih kecil dari Ninja 250. Demikian juga ketika melibas jalan rusak, suspensi upside-down mampu meredam getaran, cocok lah untuk adventurer ringan, terlebih dengan ground clearance yang tinggi, menaiki polisi tidur setinggi 15 cm pun dapat dilakukan tanpa ragu. Kalau di Ninja 250 atau CBR250, waah..kudu mikir dulu bro…!!

dapur pacu V-twin…mirip engine FXR atau Satria FU…?

Bagaimana dengan panas mesin? Meskipun hanya dilengkapi oil cooler tanpa cooling fan, namun panas mesinnya dapat terdisipasi sempurna lewat sirip-sirip mesin, paha hampir tidak merasakan panas seperti pada Ninja 250R.

Usai berkendara melibas becek, motor jadi kotor, namun hanya dengan beberapa kali siraman air, motor ini dengan cepat kembali bersih..membersihkan naked bike rasanya enaaak.. (apa karena sudah terbiasa cimot motor berfairing ya?).

tuning di Leo - Performa Motoshop

tuning di Leo – Performa Motoshop

Setelah 4 hari riding ane coba ukur konsumsi BBM nya. Dengan menggunakan Premium+Norival (sesuai anjuran si empunya). Rp 50.000 (11.1 liter) dapat dipakai menempuh jarak 260 km hingga indicator kembali ke garis E. dengan demikian konsumsi BBM nya adalah 260/11.1 = 23.4 km/liter. Yah..relatif boros memang, namun dengan pertimbangan berat badan rider yang mencapai 105 kg dan motor yang 2 tahun belum di tuning, yaah..wajar deegh..:mrgreen:

nih yang punya..jangan ditiru yaa..hehehe

nih yang punya..jangan ditiru yaa..hehehe

Overall, plus-minus yang dapat ane rangkum adalah sebagai berikut:

Plus:

  • Posisi riding nyaman, tidak terlalu merunduk, cocok untuk long distance travel
  • Torqy, cocok untuk stop-n-go di kemacetan, but, use it wisely…!!
  • Mudah dibersihkan
  • Ground clearance tinggi disbanding motor lain di kelasnya
  • Cocok untuk rider berbadan besar, body gambot, ban gambot.
  • Suara mesin khas, orang tidak akan menyangka Comet adalah motor 250 cc
  • Langka, jarang yang pakai..kabarnya hanya 18 unit di Indonesia..hohoho..

Minus:

  • Getaran mesin cukup mengganggu, barangkali jika sudah terbiasa akan dapat diabaikan
  • Setelah dipakai non-stop sekitar 3 jam dan mesin mulai panas, rasanya torsi berkurang dan sedikit “ngempos”
  • Kadang sering dikira mocin alias motor Cina..hehehe (true story)

Okey, demikian review singkat dari ane, selengkapnya ya kita tunggu review dari bro Rial si empunya motor. Gimana menurut bro n sist sekalian?


Aksi

Information

38 responses

6 02 2013
Aa Ikhwan

makin panas makin lemes ya om😀

6 02 2013
REC*303

Om ben, mau nanya apa comet ini masih karbu atau sudah injeksi seperti saudaranya GT250R ?

6 02 2013
ipanase

kayak GL ya geternya😆
dengan tinggi 160 cm bakalan mringis aku😀

6 02 2013
Karis

wow..getarannya kyk nsz?

6 02 2013
Mora H. Ritonga

klo ama hyosung yang baru yang fairing, yang katanya pabrik di semarang itu gimana bang? sama kah ama comet ini?

6 02 2013
bennythegreat

yak, ATPM Hyosung itu PT. Honlei yg berpusat di semarang. yg pakai fairing itu basic nya sama dengan GT250 Comet, beda posisi stang, speedometer, cakram depan sama fairing. lainnya sama

6 02 2013
Mora H. Ritonga

berarti bisa dibilang bahwa “rasa” menaiki yang naked ini, kemungkinan 11 – 12 ya bang dengan hyosung fairing yang baru..
sip3x

6 02 2013
blackbluesatria

ada foto2 detail bentuk blok silinder & head-nya dari posisi lain ga ya mas benny?
penasaran juga…soalnya dari samping sekilas identik sama FU & FXR di rumah.hehehe.

6 02 2013
6 02 2013
Adhitya Ramadian

model rangkanya terkesan terlalu kaku, kurang luwes (IMHO)

6 02 2013
daivan

hmmm… ane belum pernah nyobain mesin V-twin -___-

http://daivangelion.wordpress.com/2013/02/06/mini-trip-to-pelabuhan-ratu/

6 02 2013
El-Buset Norazhar

i luv hyosung.🙂

6 02 2013
pangben

Bedanya sama GT250R yang fairingan apa ya mas?😮

6 02 2013
vanz21society

Velg nya gede bgt.. Ttp ga terima ninja yg cuma 3.5 blkg -.- aaah.. Mari nabung saza untuk ‘selingkuhan’ yg lebih baik..

6 02 2013
Agus Marciano Riyanto

Sayang minus water colled ….. Cuma oil coller , bener seperti mesin fu : P

6 02 2013
Bayu collin junior

Klo mnurut ane finising body n cat kurang rapi gan…cz ane dh pegang2 yg fairing..trus undrbon n sasisny juga terkesan murahan…ea pa bnar tu mesiin gbungn sma suzi

6 02 2013
Bayu collin junior

Klo mnurut ane finising body n cat kurang rapi gan…cz ane dh pegang2 yg fairing..trus undrbon n sasisny juga terkesan murahan…ea pa bnar tu mesiin gbungn sma suzi…..n mesiny klo mnurut ane kasar bngt..mirip mesin gilingan klapa

8 02 2013
Rial Hamzah

hehehe. iya gan gilingan kelapa. ducati gilingan semen.. :p

6 02 2013
Bayu collin junior

Bedany yg fairing ama yg bugil ..yf fairing dpan cakramny 2..yg bugil cakramny 1…yg lain smua sma

7 02 2013
Triyanto Banyumasan

wani piro ki…?

7 02 2013
RockerAm

Mantap juga ya….apa ironhide jangan-jangan mau dilengserkan nh om Ben?ganti comet?😀

7 02 2013
aji pengawuran

napa gak beli vtr aja ya?

8 02 2013
Leopold S

Yg buat menggoda:
1. Mesin V-twin
2. Upside-down Shock

kalau beli, sdh pasti kondomin tanki, tanki bawaan era 90-an banget.
tapi after sales servicenya gmn?

8 02 2013
kang_ulid

hmm…. jarang-jarang nih bahas motor non-jepang, biasanya muncul kata2 ikon blog ini “MOTOR JANGKRIK”… skrg kok ga muncul ya?! apakah gara2 yg punya temen sendiri…?
http://ulidblog.wordpress.com/2013/02/08/cb150r-vs-verza150-jangan-jangan-teman-makan-teman-tuh/

8 02 2013
bennythegreat

karena kualitasnya di atas mocin abal2..

8 02 2013
Rial Hamzah

karena emang bukan motor cina apalagi jangkrik. kudu sering2 google neh😀

9 02 2013
kang_ulid

aku bilangnya motor non-jepang kok, hehehhehe…

8 02 2013
jofrin

motor keren tapi kalah dengan bayang-bayang brand ternama di Indonesia

8 02 2013
dona

belom sesukses kakanya hyundai… hayo lebih serius inovasinya

6 09 2013
boerhunt

pasalnya konsumen mobil tidak se fanatik motor gan, tidak terlalu dibutakan dengan merk, kalo konsumen lebih merk minded..😀

12 02 2013
ockta

numpang tanya oom ben, kl sportisi motor yang di jl paus, masih jualan gtr gak ya? kalo jual apakah jual yang 250 juga? mkasih infonya oom!

12 02 2013
bennythegreat

masih bro…silaken kesana..

12 02 2013
ockta

weitss mantabss.. thx infonya oom, kalo sempat ane ksn oom!

13 02 2013
R47

sempet ketemu di monas mau nyicip keburu bubar tongkrongan..ga sempet liat si juragan turun kaki(supermoto style) cornering deh..hiduuup R47

14 02 2013
emir99

Mantap nih motor tp layu duluan sblm brkembang…

19 02 2013
imah

mesin pastinya mirip suzuki, karena memang sejarahnya berhubungan erat banget sm suzuki…
“Hyosung Motors & Machinery was established in 1978 as a motorcycle manufacturer. In 1979 a technical tie up was established with Suzuki Motor Corp of Japan for producing Suzuki models for some Asian markets.”
http://www.teammoto.com.au/hyosung-motorcycles.php

6 03 2013
boerhunt

walo modelnya biasa..tp penampakan mesin V-twin (bukan L-twin kan ..kyknya gk sampe 90 drajad sudutnya..) menggoda bener..😀

http://boerhunt.wordpress.com/2013/03/05/anggota-keluarga-baru-daku-beri-nama-orenjozz/

26 09 2013
adi

untuk touring muantap…….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: