[Share] Pekerjaan Ente Terlalu Nyaman…?? Resign Aja…!!

20 06 2013

Nyaman yang dimaksud itu adalah sebuah kondisi dimana ente benar-benar merasa enggak pernah merasa ditantang untuk menghasilkan suatu solusi atau terobosan. Ide-ide ente akan dibenturkan dengan SOP dan pelaksana SOP yang keukeuh mengikuti SOP tanpa peduli dengan improvement.

Nyaman juga bisa diartikan juga dengan sebuah kondisi dimana jika segala fasilitas/kenikmatan penunjang kerja yang sekarang ada kemudian dicabut, maka ente akan merasa kalang-kabut. Misalnya…di kantor ada AC sejuk, computer dan koneksi internet kelas dewa dan juga kendaraan dinas (yang tentunya semua itu sangat bisa digunakan untuk kepentingan pribadi :evil:).

Nyaman itu IMHO (In My Humble Opinion) tidak pas jika diasosiasikan dengan besarnya gaji dan tunjangan-tunjangan yang diterima, karena benefit demikian adalah imbal dari kinerja tho..

Lha lantas, sudah enak dan bergelimang fasilitas kok resign?

Begini ceritanya, seorang senior se-almamater yang kini beraktivitas sebagai advisor di berbagai perusahaan migas memberikan input yang intinya adalah..bekerja itu intinya tiga faktor..mencari penghasilan (uang dan benefit), karier (peningkatan jabatan dan tanggung jawab) dan terakhir adalah kenyamanan kerja. Dari tiga hal ini lantas diukur, yang mana sih yang paling kurang..Jika kurang apakah ada tindakan kita yang berhasil untuk meningkatkannya…? Jika tidak, maka harus dikompensasi dengan peningkatan di factor lainnya.

Misalnya..jika gaji ente dikomparasikan dengan posisi di perusahaan lain yang sekelas ternyata sudah cukup oke, lantas kenyamanan kerja juga oke (lingkungan kerja friendly dan menyenangkan) namun karier tak kunjung naik, bahkan tak jelas, maka harus cari cara untuk meningkatkan gaji dan/atau kenyamanan kerja. Solusi…ketika annual appraisal (penilaian kinerja tahunan), bilang sama atasan bahwa sesungguhnya ente siap diberikan tugas setara Senior Manager (misalnya). Jika sukses maka posisi pun terdongkrak. Nah, tapi jika ternyata pada saat appraisal atasan menyanggupi tetapi HRD terkesan ‘not responding’, Lha..berarti udah harus mikir..mau lanjut di sini atau cabut ke tempat baru…

Selain sebagai sarana curcol pribadi, artikel ini juga sebagai ajang sharing buat bro n sis pembaca juga. Apakah tiga factor yang ane sebut di atas sudah cukup untuk ente…??

Jikalau harus ambil keputusan resign, maka sebarlah umpan alias CV ke tempat-tempat baru, silakan gunakan sarana Jobstreet, JobsDB, Google atau koneksi ente di perusaaan lain… Jika ada yang nyantol, cek dulu kesesuaiannya dengan tiga factor tadi, apakah ketiganya cukup baik…?? Atau ente malah berpikir untuk berwiraswasta? Well..wiraswasta atau bekerja di perusahaan ada keuntungan dan kerugiannya masing-masing. Pilihan is yours.

Jika ya, ya siakan resign…dengan resign dan pindah ke tempat baru, jika semuanya benar dan lancer, maka jabatan baru akan diraih. Demikian pula gaji baru dan lingkungan baru…hehehe…

Barangkali kenyamanan dan fasilitas akan ada yang berubah tapi ya tak apa lah selama masih dalam batas kewajaran.

So, sudahkah ente berpikir untuk meningkatkan 3 faktor tersebut…??:mrgreen:


Aksi

Information

13 responses

20 06 2013
Aa Ikhwan

waduh,.. ane nyaman gak nih ya..kadang nyaman kadang tertantang juga nih piye om ben:mrgreen:

nice artikel😀

20 06 2013
bennythegreat

ya monggo diukur terhadap 3 faktor tsb.

20 06 2013
Aa Ikhwan

ok nanti ta ukur, lg ga bawa ukuran om

20 06 2013
mudagrafika

Biasanya saya kalo ketemu “not responding” saya selalu tekan alt + F4…end now! #eh🙂

20 06 2013
bennythegreat

((y)ˆ⌣ˆ)(y)

20 06 2013
ipanase

golek gawean angel je lek

20 06 2013
Komengtator

Apapun pilihannya yang penting juga realistis.. jangan sampai asal resign trus abis itu malah susah dapetin kerjaan yg lebih baik dari sebelumnya…

21 06 2013
chicks

ben, ane suka artikel lu pagi ini, apalagi gambar singa-nya itu…manstaaaappppp

21 06 2013
kasamago

pengin cpt2 resign, tp kt mentor ane hrus udah pnya pegangan lain dahulu bru lepaskn pegangn skrg..

21 06 2013
ari

setuju ama bang benny, ane dulu 6 tahun kerja di perusahaan lama berada dalam salah satu comfort zone, namun salah duanya ga pas blas, karir ga jelas (penghasilan apalagi), dijanjikan posisi muluk udh dikerjakan kerjaannya ga naik2, akhirnya ane ciao dan sekarang udh dapat 1 tingkat dari posisi yang dijanjikan (artinya 2 tingkat dari posisi ane di perusahaan lama) gajinya juga okeh dan lingkungan kerja juga asyik…cuma ada beberapa hal yang kurang oke dibanding ditempat lama tapi masih wajarlah :D….sekarang ngumpulin pengalaman kerja dulu sebelum loncat lagi (kalau masih ga jelas nantinya :D)

24 06 2013
sukanyaMotor

ke jakarta aku kan kembaliii…
walaupun apa yang kan terjadi…😉

gambar paling bawah mak jleb tenan

24 06 2013
bocah_koplak

Masa pindah turun gaji. Ga nyaman, tekanan banyak, politik perusahaan lg panas2nya. Mau pindah offeringnya dibawah semua.
Akhirnya cuma menghibur diri ‘digaji tinggi memang untuk menhadapi kondisi lebih berat/lebih tidak nyaman’
Nasib…..

26 06 2013
dnugros

Simpelnya, kenapa tidak keluar dari comfort zone nyari tantangan di diri sendiri alias jadi wiraswastawan? Tantangan dibuat sendiri, evaluasi dibuat sendiri, hasil akhir ditentukan sendiri, jadi bos untuk diri sendiri. Benefit yg didapat, waktu kerja longgar sesuai keinginan sendiri, banyak waktu buat memperhatikan perkembangan si kecil & tidak terikat dengan aturan yang mengkerdilkan potensi diri. Tapi jujur sigh, banyak orang yang udah berada di zona nyaman males untuk keluar dari kungkungan itu, alesannya klasik, jaman syekarang syusyah nyari kerjaan.

*.Lagi siul-siul komen sambil ngerjain program pesenan users🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: