A Dramatic Turn of Events: Mempertanyakan NIAT Sang Oknum (?) Polisi

17 08 2015

Okey, judul artikel kali ini rada ribet bertabur tanda baca, karena sesuai dengan apa yang akan ente baca selanjutnya.. lho emang ada apa tho? Yaa..tergelitik juga pengen nulis beberapa kejadian seputar dunia roda dua dan aktivitas oknum-oknum Polisi yang terlibat di dalamnya..hehehe..

Apa sajakah itu…??

1. Kisah konvoi moge di Jogja.

2. Kisah pemotongan knalpot motor milik seorang kawan di daerah Sentul.

Lha terus mau bahas opo? Hmm..kalau bahas tindakan si pengguna jalan aka. warga sipil yang terlibat di kisah tersebut, kaum mainstream sepertinya sudah ramai bahas. Nah..kali ini ane tertarik bahas tindakan yang dilakukan oleh para oknum kepolisian saja deh.

Pertama, yang namanya tindakan itu pasti ada dasarnya. Kalau dasar hukum tentu saja ada, sebut saja UU no.22 tahun 2009 yang kerap dijadikan dasar menilang, dan juga kerap ditarik kesana kemari bagaikan karet oleh oknum polisi yang menindak pelanggar.

Kedua, ane sebut “oknum” karena ane somehow masih yakin bahwa masih ada polisi yang cerdas, yang dapat bertindak dengan cerdas dan bijaksana tanpa niat merugikan warga sipil. Meskipun jumlahnya disinyalir amat sangat sedikit sekaleee..😂😂😂

Lanjut bahas kisah pertama ya, konvoi pemoge di Jogja.

KISAH 1: KONVOI MOGE DI JOGJA

Di sini oknum polisi bahkan sampai petinggi POLRI berkilah bahwa dasar hukum pengawalan itu sudah jelas tertulis pada UU no.22 tahun 2009 seperti tertulis di bawah ini:

image

Nah.. usai menyimak dasar hukum tersebut, mari kita simak beberapa statement dari oknum polisi sebagai berikut, termasuk salah satu petinggi Polri pun ane sebut oknum saja lah..

image

Rupanya oknum polantas di Jogja manut bin takut kepada oknum dengan pangkat lebih tinggi. NIAT oknum polisi via twitter ini: manut kepada atasan, daripada gue kenapa-kenapa. Setuju? Pokoke prime directives gue adalah melancarkan jalan bagi pengendara moge di jogja.

Lanjut bahas statement dari pihak oknum polisi yang pangkatnya lebih tinggi lagi, berikut ane kutip:

Dalam pelaksanaan pengawalan, Polisi juga memiliki kewenangan untuk melakukan tindakan diskresi Kepolisian. Apa itu Diskresi Kepolisian ? Menurut Pasal 18 ayat (1) UU RI No 2 Th 2002 tentang Kepolisian RI “Untuk kepentingan umum pejabat Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya dapat bertindak menurut penilaiannya sendiri”. 

Sumbernya dari sini nih. “Penilaiannya sendiri” itu penilaian siapa ya? Penilaian seorang oknum polisi atau hasil diskusi dari beberapa oknum polisi? Ane masih kurang jelas, tapi dari statement tersebut, menurut ane NIAT dari oknum Divisi Humas Mabes Polri adalah: penilaian aing kumaha aing. Setuju?

Sebagai penutup bahasan sekaligus bumbu penyedap kisah pertama ini, ane tampilkan stetement menarik dari pakdhe Rovicky Dwi Putrohari, pengasuh blog Dongeng Geologi.

image

Keren kan..

Mantab dan lugas status pakdhe..tapi kalau menurut ane, yang lebih perlu ditegur adalah oknum polisi, karena mereka adalah pranata sosial dimana fungsinya adalah mengayomi masyarakat. Tapi, apakah kita bisa mengritik Kepolisian? Siapa elu..Siapa gue cuy? 😋😋😋

Lha mayoritas masyarakat kita ini baru sampai taraf menaati peraturan, itu aja sulit sekaleee.. masa diajak mengritisi peraturan..aihh..durung tekan le..

KISAH 2: PEMOTONGAN KNALPOT NON STANDAR DI SENTUL

Kabar ini ane terima tadi malam, seorang kawan dari Prides melintas di wilayah Sentul dan bertemu razia, melihat knalpot kawan tersebut, Polisi langsung menilang dan melakukan tindakan memotong muffler di tempat. Berikut foto dari TKP:

image

Detik detik pemotongan knalpot

image

Hasilnya seperti ini 😋

Mari kita analisa NIAT dari oknum polisi yang melakukan tindakan ini. Menegakkan aturan, check, menilang, check..sudah sesuai dengan perundangan dan tugas pokok dan fungsi.

Nah, ketika melakukan pemotongan.. dapatkah kita sebut ini “main hakim sendiri”?

Jadi, NIAT oknum polisi pada kisah ini adalah: memberikan efek jera dengan MENGHUKUM di tempat si pelanggar. Mari kita garis bawahi bahwa NIAT oknum polantas adalah memberikan hukuman. Setuju?

***

Sampai sini.. mari kita timbang- timbang lagi mengenai kedua kisah tadi.. di kisah pertama, oknum polisi berhak melakukan penilaian sendiri dan melakukan tindakan sesuai penilaian-nya yang didukung oleh pasal-pasal.

Di kisah kedua, oknum polisi jelas menindak pelanggar tanpa mengikuti prosedur pengujian ambang kebisingan yang mana sudah ada aturannya. Silakan baca di sini. Tapi kenapa polisi bisa menindak langsung? Barangkali karena NIAT menghukum mereka yang sangat menjadi bak The Punisher menemukan mangsa. Setuju?

Nah, sebagai bumbu penyedap artikel ini, mari kita baca statement oknum polisi mengenai penindakan pengguna jalan yang pajak kendaraannya belum diperpanjang. Sumbernya dari web hukumonline di sini, kali ini ane tahu nama dan mukanya,tapi belum pernah ketemu, ia adalah I Nyoman Bratasena, pengasuh blog Pelayan Masyarakat. Ane capture aja lah bagian dari statement beliau yang “menarik”.

image

Lha kok jawabannya berdasarkan “dialog imajiner”…?? Opo tumon tho pak? Gagal paham aku ini ho..

Kira-kira apa NIAT dari oknum polisi bernama I Nyoman Bratasena ini? Silakan dinilai bersama.

Jadi maksud postingan elu apa sih ben? Mau bilang sebagian oknum polisi itu mentalnya kayak Pak Ogah – Pak Ableh, semau gue, males mikir dan NIAT menghukum dan mencari kesalahannya gede banget kayak algojo di pilem-pilem…??

Hmmm..ya gitu, tapi gak gitu juga sih, kan bagaimanapun biar opini ane diterima kaum mainstream – yang rerata belum siap menerima yang pedas bin lugas itu – sebuah artikel harus dikemas dalam kemasan artikel yang penuh sopan-santun dan penuh toto kromo, kalau gak gitu..nanti ane bisa menimbulkan rangsangan dan NIAT oknum polisi untuk mencabuli menghukum ane.

Dah ah sekian celotehan gak mutu dari pinggir kakus ini.

Buat yang baca tulisan ane sampai habis? Do you get the point? Ngerti ora son…?? 😄😄😄


Aksi

Information

14 responses

17 08 2015
anggiwirza

menurut saya sih kalo salah = tilang. tilang sesuai dengan kesalahannya. jangan malah diambil untung secara personal oleh oknum.

cuman kan prakteknya gak gitu ya. malah seakan-akan diambil keuntungan dari kesalahan tersebut.

gak semua orang ngerti dan paham undang-undang yang berlaku. mungkin itu yang bikin para oknum makin berasa diatas.

belom lagi image dari oknum yang penegak hukum yang pasti benar.

dan hukum yang tajem ke bawah tumpul ke atas. masyarakat awam ya cuman bisa menikmati hukuman tanpa bisa bersuara karena ya oknum itu sendiri

*cmiiw *imho

17 08 2015
Triyanto Banyumasan

moco rampung..

njrit, jebul rung ono sing komentar

17 08 2015
bennythegreat

Bar ngono..komenmu ngono thok..nggateli tenan kowe cuk

17 08 2015
Triyanto Banyumasan

Hahahaha kok balasanmu iso pas karo sing ta pikir yo cuk, ketaker ki, mending wong IPS sing pinter mlintar mlnitir utek gekgekgek

17 08 2015
bennythegreat

lha balasanmu yo kok iso pas karo sing tak pikir yo cuk, ketaker jenggotmu cukk

17 08 2015
Kobayogas

meski muter muter tapi sedikit banyaknya gw paham lah kemana hehehe…

17 08 2015
bennythegreat

tarik napas dulu..pasti kamu lelah muter-muter..
ini minum dulu, aja jus kulit manggis spesial

17 08 2015
noFUN

wah, sepeda pancalku nek ngono tak pasangi knalpot trus arep mblokir HD sing nakal ah..

pengen ngerti arep tetep ngawal HD opo arep motong knalpot ngko iki?

*R9 ne sopo sing nganggur, kene nggo aku..

18 08 2015
eyang ali topan

Wa ini…

18 08 2015
Rideralam

siapa elo siapa gue cuy…

18 08 2015
tho

nek kaya gini pake mobil atau motor standar ting ting aja masih was was.. jangan jangan ketemu polisi model gitu.. amit amit dah…

18 08 2015
Triyanto Banyumasan

Reblogged this on Triyanto Banyumasan Blog's and commented:
Monggo dikunyah-kunyah.

22 08 2015
sodron

polisi yg kayak jancok sebaiknya dibacok ae…!!!

23 08 2015
tri_aja_gunung_kidul

Trus kalo pake knalpot racing+db killer lah oknume ngomong gini …”ini sdh tdk standart lg krn sdh merubah tampilan dan tdk standart dr pabrik”
Trus piye jal..lak yo gor iso ndlongop ngulu idu..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: