Selamat jalan Drs. Suyadi

31 10 2015

image

Bagi ane, selain menonton Si Unyil setiap hari minggu, sosok penciptanya, Pak Raden bukanlah seorang yang asing. Beliau adalah salah satu

kawan akrab alm. Ayah ane. Karena alm. Ayah memanggilnya Pak Yadi, ya jadilah kami sekeluarga seakan lupa dengan sebutan Pak Raden.

Sama seperti alm. Ayah ane, Pak Yadi adalah seorang alumni Seni Rupa ITB,kalau gak salah angkatan 1952. Waktu masih seger dulu, Pak Yadi memang khas suaranya sehingga ketika ada temu alumni Seni Rupa ITB, suara Pak Raden yang khas seperti di Si Unyil itu memang tidak dibuat-buat karena memang begitulah adanya.

Pak Yadi hobi melukis.. entah kenapa setiap alumni Seni Rupa ITB jika “kopdar” pasti seakan ada acara wajib melukis bersama. Seingat ane ada beberapa hasil “orek-orek” alm. Ayah ane dan Pak Yadi ketika beliau mampir ke rumah.

Pak Yadi adalah nyawa dari Si Unyil.. waktu kecil dulu,kami sekeluarga pernah diajaknya ke studio Si Unyil, kalau gak salah di daerah Otista Jakarta, mungkinkah itu di studio Perfilman Nasional (PFn)? Pembuatan Si Unyil cukup sederhana, layout jalan dan rumah dibuat sedemikian rupa sehingga sang dalang dapat leluasa menggerakkan boneka dari bawah. Namun bagi anak umur 6 tahun hal tersebut adalah sebuah kemewahan..banget…!!

Tak banyak yang tahu mengenai filosofi kesederhanaan Pak Yadi, seakan satu suara dengan alm. Ayah ane, Pak Yadi kerap menasehati kami mengenai pentingnya kesederhanaan, pokoknya hidup itu ojo digawe ruwet..makanan, apapun bentuknya adalah sebuah nikmat, jangan pernah membuang makanan.. (mungkin inilah yang membuat ane ikut menangis di salah satu episode Si Unyil, ketika ada adegan sebutir nasi menangis karena dibuang).

Sepeninggal ayah ane di 2004, ane masih mengikuti kisah Pak Yadi, beliau tinggal di wilayah Petamburan. Waktu 2013 beliau sempat dikabarkan sakit, namun ah..dasar manusia sok sibuk..ane pun gagal menjenguk beliau.

Hari ini 31 Oktober 2015, hanya terpaut 4 hari dari tanggal berpulangnya alm. ayah ane, Pak Yadi meninggal dunia.

Selamat jalan Pak Yadi, terima kasih telah menjadi bagian dari masa kecil ane. Pak Yadi boleh tiada, namun Si Unyil akan tetap selalu ada.


Aksi

Information

3 responses

31 10 2015
eka begundal

semoga pak raden bebahagia di sana
amien.

5 11 2015
setia1heri

semoga damai dialam sana pak raden

9 11 2015
kukang

ane kira itu foto yg punya blog ini… wkkk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: