First Riding Impression KTM RC390

1 09 2016

Bermula dari kalimat pancingan yang coeg sekaleee dari papi Leopold Sudaryono yang mengajak ane dan bro Permana Trias untuk riding-riding cantik di bilangan Aeon Mall, maka pergilah ane kesana..

Janjian jam 6.25 Minggu pagi, jam 6.15 ane udah papasan dengan bro Permana Trias yang membawa R25 nya.. Meluncur dikit ke dekat parkiran motor Aeon Mall.. Wuzzz sesosok rider berjaket hitam yang tidak bisa dibilang kurus posturnya melintas mengendarai motor yang tampak langsing diikuti oleh 2 R25.. Ini dia papi Leopold datang sangat on time dengan RC390…!!

Selesai foto cantik, RC390 pun digilir. Ane dapat giliran kedua setelah sebelumnya mengetahui review dari bro Panji.

Jadi begini testimoni ane setelah mencoba RC390..

1. Ini adalah motor KTM kedua yang ane cicipi setelah sebelumnya mencicipi KTM Duke 200. Motor ini langsing namun atletis, lebih cocok untuk postur tubuh asia yang kurus dan tinggi max 165 cm agar nampak ideal berada di motor ini. Bagi yang penasaran bagaimana postur tubuh beruang di atas RC390 ini dia penampakannya.

Nah…indah dan proporsional sekali bukan? Bukan dong yaaa…:mrgreen:

2. KTM terasa sangat cerdik dengan menggunakan common parts yang sama dengan seri RC200, RC250 dan RC390. Terutama pada rangka trellis dan fairing. Memang inilah faktor yang membuat KTM RC series menjadi terjangkau harganya, namun di sisi lain akan membuat konsumen mainstream berpikir..buat apa beli RC390 yang 70juta ++ kalau bisa beli RC200 yang hanya 35jutaan..

3. Riding impression.

Begitu mesin dinyalakan, terdengarlah suara yang begitu buruk rupa dari mesin yang kabarnya masih full made in Austria itu. Ya, getarannya ketika langsam melebihi motor-motor bikinan AHM, hanya saja pada KTM, parts body-nya tidak ikut-ikutan “bernyanyi”. Namun satu hal yang bisa dirasakan bahwa RC series memiliki kompresi tinggi.

Mendaratkan pantat di atas jok langsung membuat ane turun lagi. Eh..itu jok belakang empuk yaa..tak kirain itu bagian dari body.. Ah..jadi kepingin meremas jok tipuan itu..


Naik lagi ke jok, posisi riding terasa begitu racy dan berat badan akan banyak bertumpu pada pergelangan tangan. Coba goyangkan motor ke kiri kanan..ah, begitu ringan.. Namun sayang ketika paha hendak memeluk tangki, bagian tersebut terasa mungil.

Masuk gear 1 rasanya tidak kasar, ya gak sekencang ER6n suara bletaknya.

Tancap gasss…!! We o we, torsinya seperti sudah diduga beringas juga untuk 380an cc, barangkali mendekati jambakan Aprilia RS250. Namun sayang gear 1 dan 2 pendek sekali sehingga harus cepat oper gigi.

Di sini karakter RC390 mulai terasa, rider harus paham feel kapan harus oper gigi, jika tidak, RC390 akan menghukum ente dengan inertia attack alias engine brake yang lumayan annoying rasanya, seharusnya untuk RC390 ini KTM membenamkan slipper clutch ya?

Masuk gear 3-4-5 masih lumayan torsi yang dapat diraih, sekilas sempat melihat pada gear 5, ane mampu mendapatkan speed 126 km/h.

Nah, anti klimaks akan terasa pada 6th gear, dimana pada gear ini, rasanya throttle berapapun bukaannya, mesin nampak sudah mulai malas menambah kecepatan. Bukan tak mungkin pada 5th atau 6th gear ini..ketika sang rider tengah bergumbira ria dengan torsi-power RC390 dan ingin nambah lagi, mendadak ente akan disalip oleh Ninja250 atau R25 yang notabene memiliki peak power di range RPM lebih tinggi. So, keep that in mind.

Maneuverability.

Tak ada yang salah dengan motor ini, bobotnya terasa ringan membuat PWTR tinggi dan mampu melesat cepat, manuver cornering dapat dilakukan tanpa banyak effort body language alias geser fantat sana sini. Cukup lakukan counter steering dan rasakan sensasi  cornering yang begitu ringan.

Stopping power.

Kaliper Bybre depan-belakang plus ABS sudah lebih dari cukup untuk mengurangi laju, hanya saja dalam satu kesempatan cornering ane sempat merasakan ban belakang seperti kehilangan grip ketika rem belakang diinjak (gak pakai tumit lho). Rasanya ada yang aneh dengan ABS nya, atau kasuistis saja?

Begitu pula ketika menghajar rumble strips dengan kecepatan 80an km/h rasanya motor seperti mau bergeser ke kanan, perlu banyak penyesuaian ketika melalui bumpy road.

Untuk long term riding katakanlah lebih dari 1 jam, ane hanya bisa menduga RC390 akan membuat rider cukup lelah karena ergonominya, memang RC390 cocok untuk sekedar Sunmori atau casual city riding. Kalau mau touring, buy a Duke aja deh..

Haruskah kecewa dengan minus side KTM RC390, kalau kata papi Leopold, mindset kita harus diubah dulu sebelum naik RC series. Stop comparing motor ini dengan 2 silinder karena KTM akan kasih feel yang mendekati, one less cylinder. Dan motor ini memang untuk fun. Lupakan beli motor ini buat mudik ke kampungnya Mukidi.

Satu hal yang merupakan strong point motor ini, yaitu looks and nothing but looks, jika postur ente pas, ente akan menjadi banci kamera karena motor ini akan bikin ente tambah ganteng. Thanks to trellis frame, fairing unik yang ternyata sangat kokoh di bagian cover muffler, spion yang dilengkapi interated turnlights, serta small beak yang menjulur di bawah lampu depan.. Rasanya setiap detail motor ini adalah Instagramable bro…!!

Final verdict.

KTM memberikan alternatif murah tapi mewah, kira-kira mirip lah seperti apa yang ditawarkan Yamaha melalui Nmax nya. Namun KTM menawarkan rasa Eropa yang berbeda, meskipun dirakit di India. Motor ini cocok buat ente yang berbadan mungil-menengah dan sedang mencari motor untuk fun dan narsis, RC akan pas. Namun jika ente menginginkan ergonomi yang lebih comfort, masih ada varian Duke dengan form factor naked.

So, segitu aja review singkatnya, in my humble opinion varian motor KTM itu seperti durian, either you love it or hate it. Choice is yours.

:mrgreen:


Aksi

Information

24 responses

1 09 2016
Sutopo Sasuke

mantab sekali haha..
kapan2 mau coba juga ah KTM :3 tapi punya siap ya:/ wkwkw :v

1 09 2016
yonyon

Mending RC200 wae om,,,

#teringat CBR jadul yg juga kembar identik

beheheee

1 09 2016
andikakusumaharyanto

pilih inazumane wae lah……

1 09 2016
choirilmoto

ini bukan moge tapi mocil, wkwkwkwk. topspeed cuma 126km/jam? wajar berat ridernya saja sendiri lebih berat dari motornya

1 09 2016
kentadis

Kalo maen topspeed paling ya ga seberapa. Tapi torsi sama handlingnya itu yg juara.
Oiyo yg versi 390 absnya bisa dimatiin, jgn2 hilang grip gara2 abs mati?
Aku beberapa hari pake rc250 aman wae, capek pas dipake goncengan aja. Dr solo-semarang 100km masih lebih nyaman drpd r15, LOL 😂
Pisan2 njemur ah ben koyo blogger

https://kentadis.wordpress.com/2016/08/19/seluk-beluk-ktm-rc250/

1 09 2016
permanatriaz

Wew……..
Blogger papan karambol bikin artikel uga….😀

2 09 2016
KonsumenBiasa

wow, bloger piaraan yimm maen kemari bah, jd terharu

4 09 2016
permanatriaz

Halo Om….
kejaring mulu ya komen di blog saya?
hehehe…

by the way si Om salah loh, saya ini anak emas…
wohohohohoho…………😀

1 09 2016
Indomoto

Motornya kok jadi kecil gitu ya

1 09 2016
Leopold S

Popa papi, dah kayak germo aja gw

1 09 2016
bennythegreat

bah..germo..
aku gak bilang lho yaaa..:mrgreen:

1 09 2016
gilaroda2ga

Josss lah reviewnya…

1 09 2016
kudo78dk

Pilihan katanya uapiikkk… Sing ora uapik mung jarang posting artikel

3 09 2016
Iwak lele ogel ogel

SETUJU BANGET!!!!!

1 09 2016
Hansel

Cuma di sini saya melihat om leo jadi kurusan,apalagi di foto terakhir..

1 09 2016
demungan

blogger envelope kah ini? aghihihi….

1 09 2016
Aluvimoto

Kaga cocooook😆

2 09 2016
uban legend

blogger2 yimm sopan2 trnyata reviewnya when it comes to ngeropah bikez….

4 09 2016
Gigitiga (@gigitiga)

126kmph. Harus-nya bisa diatas 160 kmph ini motor. Nice review.🙂

5 09 2016
Leopold S

Benny still has it!! Setelah sekian lama beralih profesi dari blogger rujukan menjadi terorris medsos, ternyata dia sama sekali tidak kehilangan gaya dan kemampuan menulisnya. Mantapp

5 09 2016
bennythegreat

ini pasti komentator bayaran papi leopold!

5 09 2016
Leopold S

Ditunggu transfernya

9 09 2016
bajagoldenwater

Kaosnya Om Leo … Wiss Jian legend banget

17 09 2016
Kasamago

kemewahan eropa berbalut asia..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: