Beda Nasib Anak Pejabat dan Sopir Angkot

15 02 2013
anak pejabat vs sopir angkot

anak pejabat vs sopir angkot





Angkutan Umum Jakarta, Sudah Jelek..Berbahaya Pula

13 10 2010

Ini ane rasakan sudah beberapa minggu terakhir.. Entah ane yang makin sensitif terhadap sit-kon jalanan atau memang sit-kon jalanan yang semakin beringas..? Baca entri selengkapnya »





JANGAN BATASI KENDARAAN PRIBADI SELAMA TRANSPORTASI PUBLIK BELUM DIBENAHI..!

10 08 2010

Kawan, para pejabat elite kembali menggelontorkan isu kebijakan yang kontroversial, motor akan dibatasi peredarannya di jalan.

Rencana para pejabat pemerintahan berhembus bahwa pasca Lebaran 2010 ini, akan dilakukan larangan terhadap roda dua untuk melintas di koridor busway sepanjang Blok-M hingga Kota. Yah..namanya juga masih rencana..tapi kalau sudah masuk tahap uji coba, biasanya rencana tersebut akan jadi nyata dan diberlakukan seterusnya.

So bagaimana seharusnya kita bersikap? Baca entri selengkapnya »





Selayang Pandang Transportasi Kota Tasikmalaya

3 08 2010

Ada beberapa fakta unik yang ane dapat sewaktu kunjungan kerja ke Tasikmalaya weekend kemarin, salah satunya mengenai selayang pandang transportasi kota Tasikmalaya. Baca entri selengkapnya »





Nodai Idealismeku, Bayar dengan Darahmu!

1 04 2010

Buggg..

Buat yang tadi pagi melihat pulsar merah di dekat persimpangan Hayam Wuruk-Samanhudi, itu ane.

Pagi ini sehabis drop istri di kantor ane lanjut riding lewat jl. Hayam wuruk.
Di perempatan hayam wuruk – KH. Samanhudi ane berhenti di belakang garis putih yang sudah rada pudar..

Di belakang ane tampaklah biru2..rupanya itu kopami (cmiiw)..yang hendak belok kiri ke arah Samanhudi. Belum selesai lampu merah (masih menunjuk ke detik ke 30an) tiba2 kopami itu maju menyeruduk box ane dengan keras..sambil keneknya teriak2.. “maju woi..kasih jalan”

padahal ane berhenti bukan di jalur paling kiri, dan di sebelah kiri kopami itu masih ada ruang yang luas..cukup buat 1 mobil. Kenapa dia mesti nyeruduk ane?

Emosi meluap..padahal sudah ane tahan mengingat ane tahu box ane gak kenapa2..tapi si sopir malah menyeruduk lagi. Nah inilah yang membuat ane gelap mata.
Bukan masalah box e45 murahan yang diseruduk, box tidak ada apa2.

Idealisme ini terasa ternodai..terlebih sehabis baca kisah bro Nursal di milis rsa-indonesia@googlegroups.com yang istrinya harus tertimpa musibah karena kebodohan rider pelawan arah.

Darah Itu Merah Bro..!

Segera ane turun dari motor dan tanpa bicara ane tampar spion kanan kopami sampai pecah dan ane berikan pukulan telak ke wajah si sopir yang entah sedang bicara apa. Darah dari si hidung sopir terpaksa menodai sarung tangan berprotektor merk Viper yang sudah tak terhitung pernah menghajar “benda-benda” lain.

Ketika tangan ane hendak bergerak memukul lagi sopir angkot yang malah teriak2 gak karuan, sorang polantas menarik ane dan menyuruh ane jalan.

Ane cuma bilang ke polisi itu. “saya mau berhenti di belakang garis putih, apa saya salah?”
dan polisi itu cuma berkata “sudah..lanjut jalan sana”

Selanjutnya sopir kopami tsb ane lihat di suruh turun dan entah diapakan oleh si polantas. Ane lanjut riding sambil mengacungkan jari tengah ke arah si kenek.

Puas rasanya bisa menegakkan idealisme, meskipun dengan bayaran darah.

Tapi menggunakan kekerasan fisik bukan hal yang patut dibanggakan, gunakan hanya jika idealisme ente ternoda.





Strategi Menghadapi Ulah Pengendara Angkutan Umum

23 02 2010

Saat ini jalanan makin padat dengan kendaraan umum dan pribadi. Di satu sisi kendaraan pribadi makin banyak karena begitu banyaknya kelemahan kendaran umum seperti:

– tidak tepat waktu

– armada tidak cukup untuk melayani penumpang

– tidak aman

– tidak nyaman

Dengan alasan ini maka banyak orang beralih ke moda transportasi pribadi. Dan seiring dengan pertambahan jumlah kendaraan pribadi konflik antara kendaraan pribadi dan kendaraan umum pun kerap terjadi. Berita terbaru yang tersiar adalah ditusuknya pengendara motor karena bersitegang dengan sopir angkutan umum C-01 di daerah Ciledug.

Konflik seperti ini seharusnya dapat dihindari jika kedua belah pihak dapat saling berempati dan memahami cara berkendara aman yaitu:

– mampu mengendalikan ATTITUDE

– memahami RULES lalu-lintas

– mampu menerapkan SKILL berkendara

Strategi Berkendara

Jika ente adalah salah satu pembaca blog ini dan ente adalah pengguna kendaraan pribadi, maka ane yakin pendidikan ente cukup tinggi untuk dapat mengamalkan ketiga hal di atas.

Suasana Lalu-lintas Ibukota

Tentunya ente juga cukup memahami bahwa kesenjangan intelektual antara pengendara kendaraan pribadi dan kendaraan umum sangatlah besar.

Artinya, dengan menganggap bahwa para sopir angkot, pengendara sruntulan, petugas, atau siapapun yang membahayakan diri di jalan/tidak mentaati aturan sebagai orang-orang yang tidak/belum mengerti dan memahami dengan baik (maksud dari suatu peraturan, fungsi dan tujuan dari suatu infrastruktur, norma sopan santun dan kepantasan, bahkan norma agama), kita bisa lebih “maklum” dengan ketidakpahaman mereka.

Efeknya, kita akan lebih mudah bersabar dan mengendalikan emosi.. Lebih lanjut, kita bisa mempraktekkan defensive driving/riding. Pahami situasi dan hindari kecelakaan sedini mungkin.

Seharusnya kendaraan umum dapat menjadi moda transportasi massal yang paling diminati masyarakat, dan tidak menjadi musuh jalanan bagi masyarakat serta momok yang menakutkan bagi pengguna kendaraan pribadi. Namun apa lacur..sekarang kondisi jalanan yang ada mau tidak mau harus dihadapi. Oleh karena itu izinkanlah ane sedikit berbagi beberapa tips dan strategi berkendara menghadapi angkutan umum di jalan.

  • Selalu berada di sebelah kanan belakang angkot, karena sewaktu2 mereka bisa ke kiri untuk menaik-turunkan penumpang.
  • Jaga jarak minimal 3 detik atau sekitar 20 meteran pada speed 30-50 km/jam dari angkutan umum di depan.
  • Jika terdapat ruang dan kesempatan, dahului angkot dengan terus menerus memberikan klakson sampai si sopir angkot memperhatikan kehadiran kita.
  • Jika ente cukup sial berada di samping angkot, maka jika angkot membanting stir mendadak ke kanan jangan langsung kaget dan swerving (bermanuver menghindar ke samping). Sebelum swerving lihat kiri-kanan ente dan putuskan apakah jalan terus mendahului angkot atau mengurangi kecepatan dan membiarkan angkot berada di depan.
  • Dengan alasan apapun, jangan berkejaran dengan angkot yang sedang memburu penumpang atau sedang balapan dengan angkot lainnya. Bahaya!
  • Jika jalur lambat dipenuhi angkot, bersabarlah, jaga jarak di belakang angkot agar ente jauh dari asap knalpot dan manuver tak terduga.
  • Jika ente berada di depan angkot, waspadalah. Angkot sangat tidak sabaran dan akan mencari jarak terpendek dengan kendaraan di depannya dan kemungkinan besar akan menyeruduk bagian belakang kendaraan ente. Jaga jarak sejauh mungkin atau menjauhlah dari angkot di belakang ente.
  • Sopir angkot bekerja sangat monoton dan penuh tekanan, jadi jauhilah konflik dengan sopir angkot. Ente jauh lebih baik dan lebih beruntung dari mereka, oleh karena itu kendalikan emosi ente.
  • Jika angkot memiliki kenek, berhati-hatilah..ia dapat naik turun sewaktu-waktu. Perhatikan pula sinyal tangan dan teriakannya yang menunjukkan naik-turun penumpang atau manuvernya
  • Sebisa mungkin mencari rute yang tidak dipenuhi angkot, seperti terminal atau tempat ngetem, lebih baik mencari jalan yang jauh tapi lancar ketimbang jalan dekat tapi macet.

Itu dulu yang bisa ane share..Tentunya akan lebih indah bila semua dapat saling berbagi di jalan. Silakan kalau ada yg mau menambahkan.

sumber foto:

saft7.com

misteridigital.wordpress.com








%d blogger menyukai ini: