Sekilas tentang TVS Apache RTR 200

21 01 2016

image

TVS Apache 200 4V

minim getaran?
nyaman?
kencang?

Ah itu kan kata om Taufik, okeh, ane bahas dimari ajah nih TVS Apache 200, karena ngeblog di WordPress sudah mulai bikin ane gumoh. Baca entri selengkapnya »





Bukan Sulap, Bukan Sihirrr…TVS Apache Fairing Sudah Beredar di Indonesia…!!

19 06 2013

Ajegile motor yang satu ini..baru aja diberitakan di TMCBlog yang ngutip berita dari Motoroids, katanya sih MASIH UJI TIPE DI INDIA, ehhh udah nongol tuh motornya di PRJ 2013…Luarrr biasa.. Padahal ini motor sejatinya modifikasi Indonesia buatan Berkat Motor, tapi kok dibilang UJI TIPE yaaa…xixixixi…berita dari India, dikutip sama blogger Indonesia eeeh, gak taunya sumbernya dari Indoneia juga.. alias #mbuletae

#ngikikrawiswis

monggo dilihat foto-fotonya di bawah..

TVS Apache fairing..katanya sih dari India

TVS Apache fairing..katanya sih dari India

jepretan bro Azdi di PRJ...wuiihh..kok mirip banget sama yang katanya masih di India ya?

jepretan bro Azdi di PRJ…wuiihh..kok mirip banget sama yang katanya masih di India ya?

 

 





Diskusi Ala Otoblogger Pasca Undangan TVS Motor Indonesia

12 08 2011

image

Bro n sist sekalian, malam kemarin begitu berkesan..diawali dengan misuh misuhnya ane karena parkir motor di Setiabudhi building yang sangat sempit, sehingga baru sampai parkiran, ane langsung BBM bro Bodats, sambil berpikir untuk pulang saja.. Baca entri selengkapnya »





TVS Motor Indonesia Undang Blogger Berbuka Puasa Bersama

9 08 2011

Bro n sist sekalian, baru saja sebuah email dari mbak Nurlida Fatmikasari atau lebih akrab disapa mbak Mieke, Corporate Communication Officer dari  TVS Motor Indonesia membangunkan ane dari Baca entri selengkapnya »





Apache Berbulu Hayabusa

30 12 2010

 

TVS Apache Berbulu Hayabusa - 1

TVS Apache Berbulu Hayabusa - 2

TVS Apache Berbulu Hayabusa - 3

 

TVS memang ada hubungan dengan Suzuki, seperti halnya Bajaj memiliki hubungan dengan Kawasaki..Oleh karena itu barangkali TVS Apache di atas dimodifikasi menjadi Hayabusa.

Bagaimana menurut bro n sist sekalian?

:mrgreen:

sumber foto: di sini





Berkenalan dengan TVS Motor Indonesia – (part.4)

15 06 2010

yooo…Balik lagi ke masalah flow berpikir TVS dari mulai  input –> R&D –> output, jelas rasanya bahwa konsep ini tak ubahnya seperti “duck in – duck out”, Aspirasi rakyat akan motor yang tangguh dan irit sudah kadung dicemari motor bebek Jepang ditampung dan kemudian di R&D diolah…. Outputnya yoo..motor bebek lagi..yaah motor bebek plus-plus laagh..!!!

bebek TVS bisa buat balap liar gak ya?

Ini perlu dipertanyakan sebenarnya apakah product drives the consumer atau malah sebaliknya, consumer drives the product? Well, kalau TVS mau berani berinovasi, ya sebaiknya jangan menelorkan motor bebek..!!! Itu berarti TVS hanyalah jadi follower saja, mau jadi bebek cah jamur kek, bebek goreng kecap kek, bebek pincang rebus kek..yaa tetep saja bebek tho..???!

bisa-bisa TVS buka restoran bebek..

Kenapa TVS tidak memproduksi motor sport dan serius di sana? Kalau dengan alasan motor sport itu lebih boros, itu gak tepat. Bajaj berhasil memproduksi Pulsar yang sudah terbukti irit. Kenapa TVS tidak bisa?

Pulsar vs Apache

Apa hasil penafsiran TVS terhadap aspirasi dan keinginan masyarakat itu hanyalah sedangkal motor bebek??? Well..hanya manajemen TVS yang tahu.

Yang ane bisa analisa di sini adalah TVS ingin terlebih dahulu mengakrabkan diri dengan konsumen yang sedang teracuni demam motor bebek ya dengan menelorkan motor bebek. Langkah selanjutnya…kita lihat saja sepak terjangnya.

Lalu bagaimana dengan TVS Apache yang terkesan di anak-tirikan? Tidak seperti pendahulu-pendahulunya di tanah Hindi sana seperti Fero dan Star, Apache memang berbeda. Fitur dan teknologi yang diusungnya dapat disetarakan dengan Bajaj Pulsar. Dari pengamatan ane sendiri Apache lebih superior dalam hal kualitas cat, finishing pengelasan dan detailing. Perbandingan Apache dengan Pulsar dapat dibaca di artikel ini.





Berkenalan dengan TVS Motor Indonesia – (part.3)

10 06 2010

TVS Wolcome Bloggers

Komentar

Nah..sekarang komentar dari Blogger..

ane bersama para blogger senior

Ada hal menarik mengenai manuver TVS untuk mencari motor seperti apa yang diinginkan oleh konsumen Indonesia. Pak Benny dari divisi marketing TVS mengatakan bahwa TVS berusaha menambah kualitas hidup masyarakat dengan motor yang irit dan bertenaga yang cocok untuk penggunaan harian. Sehingga pada akhirnya masyarakat bisa berhemat dan menabung, karena pengeluaran untuk transportasi jadi lebih kecil setelah membeli motor TVS.

Pak Benny Widyatmoko - GM Marketing TVS

kalo Benny yang ini...yang punya blog.. 😀

Tapi tunggu dulu, mari kita lihat pola pikir Research & Development (R&D) TVS dengan langkah sebagai berikut:

  1. Melakukan survey motor idaman ke masyarakat
  2. Mengolah data di R&D TVS
  3. Mengeluarkan output berupa desain motor yang sesuai

Naah..mari lihat langkah perlangkah..

Melakukan survey motor idaman ke masyarakat

Pada langkah ini TVS lupa bahwa masyarakat Indonesia ini adalah hasil “jajahan Jepang” lebih sempit lagi dalam hal permotoran adalah “hasil jajahan Honda”. Apa artinya? Jelasss..25 tahun Honda bercokol di seluruh pelosok Indonesia telah sukses menanamkan di benak anak-cucu generasi Indonesia sampai zaman ini bahwa motor yang paling nyaman, aman tenteram loh jinawi bagi rakyat adalah motor bebek. Apakah TVS melupakan ini?

Mengolah data di R&D TVS

Di sini data survey diolah, tapi lihatlah data input berupa suara masyarakat. Dengan mindset masyarakat yang sangat pro motor bebek, maka data R&D akan jelas-jelas beraroma motor bebek. Lalu..dimana letak inovasi TVS terhadap motor idaman jika hanya mengikuti kemauan masyarakat yang jelas keracunan akut motor bebek?

Mengeluarkan output berupa desain motor yang sesuai

Lagi-lagi hasil output adalah hasil olahan R&D yaitu motor bebek..ini sih namanya garbage duck in – garbage duck out.

Susah Payah Riset..Hasilnya Cuma Bebek? 😦

Kesimpulan..

Dari produk yang diunggulkan TVS seperti Neo, Rockz dan Neo X3i, dengan alasan ingin lebih familiar dan dikenal di kalangan masyarakat pengguna motor, TVS cenderung main aman dan tidak terlalu bernyali untuk tampil beda dan segmented seperti Bajaj dan Minerva.

Hasil utama R&D TVS bisa dibilang hanya berupa fitur charger HP, fitur MP3 player, dan lampu bagasi. Sayang untuk TVS Neo, seolah TVS tanggung memberikan fitur dengan absennya pocket atau wadah untuk menaruh HP dan charger HP itu sendiri.

Charger pada TVS Neo...tapi gak ada wadah menaruh HP

Dari output produk TVS terlihat bahwa TVS mengikuti strategi Bajaj dengan menambah fitur-fitur yang tidak umum ditemui pada motor Jepang.

Jika Bajaj memasang fitur speedometer digital, lampu sein yang mati sendiri setelah berbelok dan double busi, maka motor bebek TVS mengikuti pola ini dengan fitur MP3 player, FM radio dan charger HP ala lighter di mobil dengan alasan mengikuti aspirasi konsumen.

Well, kalau mau total mengikuti konsumen, coba tengok ke jalan, kan banyak tuh yang naik motor bebek sambil mainan handphone atau pegang rokok. Bagaimana kalau motor bebek TVS dibuat dengan tempat handphone, cigarrette holder dan asbak di bagian stang, yaah seperti trend naik motor sambil telpon atau sambil merokok yang dilakukan kebanyakan oknum bebekers di jalanan…pasti okeh banget tuh…hihihi.

TREND RIDING SAMBIL MEROKOK..mungkin TVS mau memfasilitasi?

Trend Naik Motor Saat Ini...NDESO ABIS!





Berkenalan dengan TVS Motor Indonesia – (part.2)

9 06 2010

Andalah Inspirasinya..

Inilah slogan TVS Motor Indonesia..dengan merekrut Iwan Fals sebagai product messenger, TVS mencoba mengambil hati masyarakat. “kami mencoba membuat produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia dengan tujuan meningkatkan taraf hidup masyarakat” demikian ucap Pak Benny Widyatmoko, General Manager Marketing. Pak Benny juga menambahkan bahwa TVS telah melakukan survey ke pengguna motor di perkotaan besar untuk mencari motor seperti apa yang diidamkan konsumen.

Benny Widyatmoko - GM Marketing TVS Motor Indonesia

Presiden SBY Meninjau Produk TVS

Produk

Bicara motor dari India, maka wajib hukumnya membandingkan produk TVS dengan Bajaj. Perbedaannya banyak dan pastinya cukup signifikan. Namun karena sedang membahas TVS maka ane akan bilang ke TVS bahwa untuk segmen motor sport, kualitas detail dan engine TVS Apache sudah lebih superior dari Bajaj, namun jika saja TVS berani memperbesar ukuran cc mesin sejajar dengan varian-varian Pulsar maka TVS akan lebih memiliki daya saing.

Saat ini angka penjualan TVS masih di bawah Bajaj, bisa jadi “brand awareness” TVS belum dikenal di masyarakat perkotaan yang umumnya perlu lebih diyakinkan untuk mencoba sebuah produk baru. Bajaj, di sisi lain telah sukses membersihkan nama baiknya dari kendaraan roda tiga yang berasap dan bising menjadi motor sport yang gagah dan pas untuk komuter terbantu dengan adanya momen kebosanan masyarakat terhadap itu-itu saja ditambah lagi antusiasme penggunanya yang meleburkan diri ke berbagai komunitas, salah satunya Pulsarian Community.

Price List Motor TVS (sumber: Stephen Langitan)

TVS sendiri bukanlah pemain baru di India, di sana mereka adalah produsen motor terbesar ketiga, setelah Bajaj dan Honda. TVS di India memiliki beragam varian produk dari mulai skutik, motor bebek hingga motor sport. Ketika ditanya langsung, Pak Kutani dari Engineering mengatakan bahwa di Indonesia baru kali ini TVS menelorkan motor bebek, ini karena motor bebek kurang mendapat respon pasar positif di India. Diharapkan dengan membuat motor bebek, TVS dapat lebih akrab dengan masyarakat Indonesia. Begitu tukas Pak Kutani.

TVS Scooty

Di segmen matic, TVS Scooty menjadi trend di kalangan mahasiswa-siswi dan ibu rumah tangga di India. Ini karena Scooty, yang di India sana masuk ke dalam kelas “scooteret” – sebutan India untuk skutik dibuat dalam 99 pilihan warna. Pabrikan membuat motor, dan dealer, bekerja sama dengan rumah produksi rekanan mengecat Scooty sesuai request calon pembeli. Itulah yang membuat Scooty menjadi primadona. Di Indonesia, Pak Kutani pesimis motor ini akan laku karena diameter velgnya yang kecil – 12 inch. Sementara konsumen Indonesia terbiasa dengan 14 inch.

TVS Fiero

TVS Star

Di segmen motor sport, TVS mempunyai varian Fero dan Star yang diproduksi tahun 90-an dan hingga kini masih merajai jalanan kota India. Lagi-lagi masalah desain yang menyebabkan motor ini tidak diproduksi di Indonesia. Well, memang kedua motor batangan ini bentuknya jadul banget sih.

Iklan TVS (sumber: Stephen Langitan)

Indonesia kebagian produk dengan fitur yang tidak umum di India, dengan harapan masyarakat akan tertarik, seperti dulu Pulsar memesona calon pembeli dengan speedometer digital dan auto shut off sign lamp dan LED lamp, begitu pula TVS mencoba menawarkan nilai lebih dengan kualitas detail motor yang mulus dan fitur unggulan yang unik.

sumber foto: googling, Stephen Langitan.com





Berkenalan dengan TVS Motor Indonesia – (part.1)

8 06 2010

TVS Founding Fathers

Sejarah

TVS Motor Indonesia, nama TVS ini ane dengar pertama kali tahun 2006 sewaktu membuka iklan lowongan kerja di Career Development Center (CDC) ITB. Kala itu TVS membuka lowongan kerja untuk posisi Mechanical Engineer. 3 tahun kemudian ane baru ngeh bahwa TVS itu adalah produsen sepeda motor terbesar ketiga asal India. Perusahaan yang didirikan oleh TV. Sundaram Iyengar pada tahun 1911 ini memiliki banyak anak perusahaan, diantaranya TVS Motor. Usil gothak-gathuk…ternyata TVS sudah mulai berinvestasi di Indonesia sejak tahun 2006 dengan membangun fasilitas produksi senilai 50 juta US$ di daerah Karawang.

Pabrik TVS - Karawang

Rencana Pengembangan Pabrik TVS - Karawang

Strategi Investasi

Wah..dengan strategi investasi seperti ini, membangun pabrik terlebih dahulu kemudian baru berjualan motor mengingatkan ane kepada produsen motor terbesar di India yaitu Bajaj yang produknya sudah dikenal lebih dulu di Indonesia dengan varian Pulsar-nya. Menilik strategi Bajaj yang memilih untuk berjualan motor secara import bulat-bulat alias CBU hingga tahun 2008 jelas berbeda dengan TVS. Tersiar kabar bahwa Bajaj baru akan membuka pabriknya pada tahun 2011.

Pabrik TVS Motor Indonesia

Bukti Peresmian Pabrik TVS Indonesia

Dengan strategi marketing ini, ane dari sisi konsumen menilai Bajaj terkesan “icip-icip” pasar dahulu dengan memasukkan “tester bunny” nya ke pasaran Indonesia..dan ternyata motornya laku!! Ya jelas, ketika konsumen lelah dan bosan dengan motor yang itu-itu saja, Bajaj sukses mengambil kesempatan dan telah membuka dealer di beberapa pusat kota besar di Indonesia.

The Man Behind The Gun

Tercatat ada Pak Darmadi Tjuatja yang sebelumnya pernah 20 tahun lebih bergabung bersama Indomobil, ATPM Suzuki dan juga terdapat beberapa staff manajemen yang dulunya ada di Honda (AHM). Diperkuat lagi dengan adanya Pak Juwono Sudarsono di jajaran Komisaris, semakin memperkuat TVS untuk mengambil ceruk pasaran motor Indonesia dari genggaman Jepang.

Pak Darmadi Tjuatja

Jajaran Manajemen TVS Motor Indonesia

Lalu kedepannya bagaimana?

Oke..kita kembali ke TVS, dengan strategi bangun pabrik dulu, dagang kemudian, TVS sedikit kehilangan momen emas yang keburu disikat Bajaj. Oleh karena itu dara pengamatan singkat ane terlihat bahwa TVS memilih untuk memperkuat basis marketingnya di wilayah suburban, alias dari pinggiran menuju ke pusat. Namun karena pabrik sudah berdiri maka keuntungan bagi TVS adalah harga produk bisa lebih murah karena seluruh kegiatan produksi dilakukan di Indonesia dan konsumen secara jangka panjang akan melihat bahwa TVS benar-benar serius menggarap market Indonesia!





Satu Hari Bersama KoBOI, TVS, dan Honda

7 06 2010

Welcome Bloggers..!!

Sabtu kemarin 18 member KoBOI memenuhi undangan dari dua ATPM yaitu TVS dan Honda. TVS mengajak kami mengunjungi pabrik perakitan motor mereka di kawasan industri Suryacipta, Karawang. Sementara Honda mengundang kami untuk melihat acara launching Honda Scoopy di Senayan. Jadi begini ceritanya..

Tiba di TIS Square pukul 7 pagi kami dipersilakan sarapan dan ngopi dulu di Starbucks sambil menunggu blogger lain datang. Karena baru kali ini kami bertemu kembali setelah sekian lama, maka suasana meriah dan penuh canda. Biasa lah canda tawanya blogger yang biasanya rame di milis sekarang live di darat..hehe..

KoBOI @ Starbucks

Sarapan dulu..

Terlihat ada bro Girifumi, bro Saranto, bro Stephen Langitan, bro Andry, bro Rial Hamzah, bro Jayadi, bro Henry Parasian, bro Taufik, bro Adhi, Triatmono dan bro Dono.

Bis Blue Bird segera datang dan menjemput kami dibawah komando mbak Ika dari TVS yang rupanya sangat “blogger friendly”..hehehe.

Blue Bird

Perjalanan ke Karawang ditempuh satu setengah jam. Pastinya suasana bis Blue Bird yang disetir oleh Pak Agus jadi ramai..ada bro Edo yang komentar masalah kemacetan dan road safety, ada bro Giri yang malu-malu mau copy video Luna Maya..hehe..ada lagi bro Bodats dan bro Andry yang rada diem tapi cekikikan. Pokoke buat badan segar dan gak ngantuk..!

Perjalanan Dimulai..

Tiba di pabrik TVS para blogger langsung dilucuti handphone nya di pos keamanan. Standar keamanan TVS katanya. Tapi rupanya ada bro Edo yg masih membawa masuk Blackberrynya. “Kan ini bukan handphone” gitu katanya.

Rame-rame Titip Handphone

Foto-foto narsis tak lupa dilakukan para blogger di depan logo TVS di pintu masuk. Juga mulai foto situasi pabrik yang sangat luas itu. Di atas tanah lebih dari 40 hektar ini dikabarkan akan terus dibangun fasilitas produksi motor yang dilakukan dalam beberapa fase. TVS juga memberikan sumbangsih kepada masyarakat di sekitar dengan membangun pangkalan ojek berlogo TVS.

Pangkalan Ojek TVS

Narsis Dulu Ye..

Narsis sebentar..

Sebuah kehormatan..di gedung Learning Center kami disambut oleh jajaran direksi TVS diantaranya pak BLP Simha selaku Presdir, pak Darmady Tjuatja, pak Kutani dari Engineering, pak Rajashekar dari Service Departement dan pak Benny dari Marketing.

Jajaran Manajemen TVS

Bro Triatmono Beraksi...!!!

Usai mendapat penjelasan singkat dari manajemen TVS, pertanyaan dari blogger berdatangan. Sang MC hingga tak kuasa membendung laju pertanyaan dan masukan dari para blogger yang terkenal kritis..lebih kritis dari wartawan nih. Bro Triatmono usai mengungkapkan pertanyaan dan pendapatnya langsung dikomentari “You should be a businessman..!” oleh Pak Simha, Bro Taufik langsung nembak titipan 34 pertanyaan dari pengunjung blognya. Bahkan karena nama ane mungkin familiar, jadi diingat terus nih sama Pak Simha..haha..

Bro Taufik memberikan titipan pertanyaan..(awas sisirnya jatuh.. :D)

Bro Edo tak ketinggalan membahas safety riding...!!!

Selesai makan siang yang terbilang mewah..(Enak soalnya..hehe), kami diberi kesempatan untuk test ride motor. Dari kejauhan tampak 4 unit TVS Neo X3i, bebek terbaru yang akan diluncurkan minggu depan. Sayang TVS Apache tidak diturunkan dalam test ride ini. Karena ane sama sekali tidak selera dengan motor bebek, maka ane di sana hanya mencoba meng-abuse bebek tersebut dengan hi-revving 3 lap keliling pabrik dan yah..segitu aja lah. Maaf kepada TVS. I have no interest in ducks.

Makan dulu...

Giri.."nyam..nyam".. (mba Ika "OMG..?!)

Yuk Test Ride..

Rebah dengan TVS Neo X3i

Bis blue bird kembali mengantar kami kembali ke TIS Square. Sebelumnya kami diberi bingkisan yang sangat menarik dari TVS. Cakep deh..cakep..mudah-mudahan para konsumen juga bisa dapat tas helm unik ini.

Pulangnya Macet..

Perjalanan pulang tak semulus berangkat. Macet akibat genangan air kami temui dimana-mana dan menyebabkan jam 15.30 kami baru sampai TIS Square dan melanjutkan perjalanan ke Senayan dengan motor masing-masing yang lagi-lagi dibumbui kemacetan. Jika kami naik mobil pastilah kami telat setelat-telatnya..untung kami naik motor.

Sampai di Senayan..NArsis Lagii

Scoopy Cupid

Keren juga..

Gerbang acara dipenuhi parkir beragam motor Honda. Dan parkir khusus telah disediakan untuk motor para blogger.

Disambut oleh beberapa kawan dari PT. Wahana Artha Harsaka selaku main dealer Honda dan pak Nyoman Kesawa dari AHM lagi-lagi sesi pertanyaan meluncur deras. Memang blogger gak ada abisnya dalam mengungkap rahasia ATPM.

Manajemen Wahana dan AHM

Foto Retro..

Test Ride

Acara dilanjutkan dengan berkeliling lokasi acara dan pastinya test ride. Bagaimana performa Scoopy? Nanti ane ceritakan dalam artikel terpisah.

Acaranya Rame..

Adu Retro sama Scoopy..

Setelah sholat Maghrib dan makan malam, PT.AHM memberikan kejutan yang sangat berharga kepada KoBOI yaitu plakat penghargaan yang diserahkan langsung kepada bro Stephen di main stage.

Penyerahan Plakat kepada KoBOI

Ini dia plakatnya..

Posted with WordPress for BlackBerry.





TVS Rockz Bandung Euy

26 05 2010

TVS Rockz

Rupanya acara TVS Rockz (weh…ribet juga nulis “rocks”) yang diadakan di lapangan monument perjuangan Bandung ini dalam rangka ulang tahun Kodam Siliwangi. Dimeriahkan oleh penampilan dari para artis local yang sudah tidak asing lagi seperti Mulan Jamilaa (buka Mulan Jamidong) dan Ahmad Dhani. Yaa..bolehlah untuk hiburan orang-orang bertelinga standar..hehehe.

MC promosi bebek

Acara yang disiarkan langsung dari Bandung ini disinyalir merupakan akal-akalan TVS untuk mempopulerkan motor bebeknya tersebut. TVS Rockz merupakan motor bebek unik dengan fitur MP3 player dan FM radio. Pentingkah fitur ini? Menurut ane engga deh. Apalagi motornya cuma motor bebek. Kenapa ya TVS tidak seperti Bajaj yang spesialis bermain di “motor laki”. Dan kenapa juga TVS tidak memasangkan MP3 dan FM radio di TVS Apache?

hii..serem

TVS Apache..ini baru motor!

Menarik untuk disimak bahwa dua pabrikan sepeda motor India yang eksis di Indonesia yaitu Bajaj dan TVS memiliki strategi pemasaran yang berbeda. Bajaj memulai pemasarannya dari kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan, Semarang dll. Sedangkan TVS mulai berjualan dari kota-kota suburban atau bahkan kota-kota kecil.





Biasa Naik Bajaj Pulsar, Tiba-tiba Naik TVS Apache

17 05 2010

Ini terjadi ketika bro Edo Rusyanto, datang membawa TVS Apache RTR 160. Rupanya motor tersebut dipinjamkan oleh pihak ATPM TVS untuk direview oleh bro Edo. Nah..ane penasaran nih ingin coba. Berikut review plus-minus singkat dari ane, yang ane bandingkan dengan Bajaj Pulsar 180 DTS-i yang sehari-hari ane naiki.

Plus:

  • Kualitas detail las chassis dan rangka lebih rapi dari Bajaj Pulsar.
  • Terdapat fitur jam digital di speedometer, sementara Bajaj Pulsar tidak ada.
  • Tampilan speedometer lebih oke dari Bajaj Pulsar.
  • Permukaan mesin lebih mulus dan rapi dari Bajaj Pulsar.
  • Tudung lampu depan lebih besar dari Bajaj Pulsar.
  • Tangki lebih sporty.

Minus:

  • Overall, bodi TVS Apache lebih kecil dari Bajaj Pulsar.
  • Tidak ada fitur turn lamp auto shut, alias lampu sein mati sendiri di TVS Apache.
  • Tutup tangki tidak berengsel, tidak sebagus Bajaj Pulsar.
  • Getaran mesin terasa sekali.
  • LED lampu stop lamp kurang cantik..hehe..subjektif ini sih.
  • Torsi besar yang dijanjikan ternyata biasa saja..mungkin karena dinaiki beruang 100++ kg ya 🙂

Dari plus minus yang ada, point minus yang ane sesalkan adalah pada getaran mesin TVS Apache yang heboh. Sungguh beda rasanya jika sehari-hari terbiasa naik Bajaj Pulsar lalu tiba-tiba naik TVS Apache.

Bagaimana menurut ente?








%d blogger menyukai ini: