Sekilas tentang TVS Apache RTR 200

21 01 2016

image

TVS Apache 200 4V

minim getaran?
nyaman?
kencang?

Ah itu kan kata om Taufik, okeh, ane bahas dimari ajah nih TVS Apache 200, karena ngeblog di WordPress sudah mulai bikin ane gumoh. Baca entri selengkapnya »





Bukan Sulap, Bukan Sihirrr…TVS Apache Fairing Sudah Beredar di Indonesia…!!

19 06 2013

Ajegile motor yang satu ini..baru aja diberitakan di TMCBlog yang ngutip berita dari Motoroids, katanya sih MASIH UJI TIPE DI INDIA, ehhh udah nongol tuh motornya di PRJ 2013…Luarrr biasa.. Padahal ini motor sejatinya modifikasi Indonesia buatan Berkat Motor, tapi kok dibilang UJI TIPE yaaa…xixixixi…berita dari India, dikutip sama blogger Indonesia eeeh, gak taunya sumbernya dari Indoneia juga.. alias #mbuletae

#ngikikrawiswis

monggo dilihat foto-fotonya di bawah..

TVS Apache fairing..katanya sih dari India

TVS Apache fairing..katanya sih dari India

jepretan bro Azdi di PRJ...wuiihh..kok mirip banget sama yang katanya masih di India ya?

jepretan bro Azdi di PRJ…wuiihh..kok mirip banget sama yang katanya masih di India ya?

 

 





Diskusi Ala Otoblogger Pasca Undangan TVS Motor Indonesia

12 08 2011

image

Bro n sist sekalian, malam kemarin begitu berkesan..diawali dengan misuh misuhnya ane karena parkir motor di Setiabudhi building yang sangat sempit, sehingga baru sampai parkiran, ane langsung BBM bro Bodats, sambil berpikir untuk pulang saja.. Baca entri selengkapnya »





TVS Motor Indonesia Undang Blogger Berbuka Puasa Bersama

9 08 2011

Bro n sist sekalian, baru saja sebuah email dari mbak Nurlida Fatmikasari atau lebih akrab disapa mbak Mieke, Corporate Communication Officer dari  TVS Motor Indonesia membangunkan ane dari Baca entri selengkapnya »





Apache Berbulu Hayabusa

30 12 2010

 

TVS Apache Berbulu Hayabusa - 1

TVS Apache Berbulu Hayabusa - 2

TVS Apache Berbulu Hayabusa - 3

 

TVS memang ada hubungan dengan Suzuki, seperti halnya Bajaj memiliki hubungan dengan Kawasaki..Oleh karena itu barangkali TVS Apache di atas dimodifikasi menjadi Hayabusa.

Bagaimana menurut bro n sist sekalian?

:mrgreen:

sumber foto: di sini





Berkenalan dengan TVS Motor Indonesia – (part.4)

15 06 2010

yooo…Balik lagi ke masalah flow berpikir TVS dari mulai  input –> R&D –> output, jelas rasanya bahwa konsep ini tak ubahnya seperti “duck in – duck out”, Aspirasi rakyat akan motor yang tangguh dan irit sudah kadung dicemari motor bebek Jepang ditampung dan kemudian di R&D diolah…. Outputnya yoo..motor bebek lagi..yaah motor bebek plus-plus laagh..!!!

bebek TVS bisa buat balap liar gak ya?

Ini perlu dipertanyakan sebenarnya apakah product drives the consumer atau malah sebaliknya, consumer drives the product? Well, kalau TVS mau berani berinovasi, ya sebaiknya jangan menelorkan motor bebek..!!! Itu berarti TVS hanyalah jadi follower saja, mau jadi bebek cah jamur kek, bebek goreng kecap kek, bebek pincang rebus kek..yaa tetep saja bebek tho..???!

bisa-bisa TVS buka restoran bebek..

Kenapa TVS tidak memproduksi motor sport dan serius di sana? Kalau dengan alasan motor sport itu lebih boros, itu gak tepat. Bajaj berhasil memproduksi Pulsar yang sudah terbukti irit. Kenapa TVS tidak bisa?

Pulsar vs Apache

Apa hasil penafsiran TVS terhadap aspirasi dan keinginan masyarakat itu hanyalah sedangkal motor bebek??? Well..hanya manajemen TVS yang tahu.

Yang ane bisa analisa di sini adalah TVS ingin terlebih dahulu mengakrabkan diri dengan konsumen yang sedang teracuni demam motor bebek ya dengan menelorkan motor bebek. Langkah selanjutnya…kita lihat saja sepak terjangnya.

Lalu bagaimana dengan TVS Apache yang terkesan di anak-tirikan? Tidak seperti pendahulu-pendahulunya di tanah Hindi sana seperti Fero dan Star, Apache memang berbeda. Fitur dan teknologi yang diusungnya dapat disetarakan dengan Bajaj Pulsar. Dari pengamatan ane sendiri Apache lebih superior dalam hal kualitas cat, finishing pengelasan dan detailing. Perbandingan Apache dengan Pulsar dapat dibaca di artikel ini.





Berkenalan dengan TVS Motor Indonesia – (part.3)

10 06 2010

TVS Wolcome Bloggers

Komentar

Nah..sekarang komentar dari Blogger..

ane bersama para blogger senior

Ada hal menarik mengenai manuver TVS untuk mencari motor seperti apa yang diinginkan oleh konsumen Indonesia. Pak Benny dari divisi marketing TVS mengatakan bahwa TVS berusaha menambah kualitas hidup masyarakat dengan motor yang irit dan bertenaga yang cocok untuk penggunaan harian. Sehingga pada akhirnya masyarakat bisa berhemat dan menabung, karena pengeluaran untuk transportasi jadi lebih kecil setelah membeli motor TVS.

Pak Benny Widyatmoko - GM Marketing TVS

kalo Benny yang ini...yang punya blog.. 😀

Tapi tunggu dulu, mari kita lihat pola pikir Research & Development (R&D) TVS dengan langkah sebagai berikut:

  1. Melakukan survey motor idaman ke masyarakat
  2. Mengolah data di R&D TVS
  3. Mengeluarkan output berupa desain motor yang sesuai

Naah..mari lihat langkah perlangkah..

Melakukan survey motor idaman ke masyarakat

Pada langkah ini TVS lupa bahwa masyarakat Indonesia ini adalah hasil “jajahan Jepang” lebih sempit lagi dalam hal permotoran adalah “hasil jajahan Honda”. Apa artinya? Jelasss..25 tahun Honda bercokol di seluruh pelosok Indonesia telah sukses menanamkan di benak anak-cucu generasi Indonesia sampai zaman ini bahwa motor yang paling nyaman, aman tenteram loh jinawi bagi rakyat adalah motor bebek. Apakah TVS melupakan ini?

Mengolah data di R&D TVS

Di sini data survey diolah, tapi lihatlah data input berupa suara masyarakat. Dengan mindset masyarakat yang sangat pro motor bebek, maka data R&D akan jelas-jelas beraroma motor bebek. Lalu..dimana letak inovasi TVS terhadap motor idaman jika hanya mengikuti kemauan masyarakat yang jelas keracunan akut motor bebek?

Mengeluarkan output berupa desain motor yang sesuai

Lagi-lagi hasil output adalah hasil olahan R&D yaitu motor bebek..ini sih namanya garbage duck in – garbage duck out.

Susah Payah Riset..Hasilnya Cuma Bebek? 😦

Kesimpulan..

Dari produk yang diunggulkan TVS seperti Neo, Rockz dan Neo X3i, dengan alasan ingin lebih familiar dan dikenal di kalangan masyarakat pengguna motor, TVS cenderung main aman dan tidak terlalu bernyali untuk tampil beda dan segmented seperti Bajaj dan Minerva.

Hasil utama R&D TVS bisa dibilang hanya berupa fitur charger HP, fitur MP3 player, dan lampu bagasi. Sayang untuk TVS Neo, seolah TVS tanggung memberikan fitur dengan absennya pocket atau wadah untuk menaruh HP dan charger HP itu sendiri.

Charger pada TVS Neo...tapi gak ada wadah menaruh HP

Dari output produk TVS terlihat bahwa TVS mengikuti strategi Bajaj dengan menambah fitur-fitur yang tidak umum ditemui pada motor Jepang.

Jika Bajaj memasang fitur speedometer digital, lampu sein yang mati sendiri setelah berbelok dan double busi, maka motor bebek TVS mengikuti pola ini dengan fitur MP3 player, FM radio dan charger HP ala lighter di mobil dengan alasan mengikuti aspirasi konsumen.

Well, kalau mau total mengikuti konsumen, coba tengok ke jalan, kan banyak tuh yang naik motor bebek sambil mainan handphone atau pegang rokok. Bagaimana kalau motor bebek TVS dibuat dengan tempat handphone, cigarrette holder dan asbak di bagian stang, yaah seperti trend naik motor sambil telpon atau sambil merokok yang dilakukan kebanyakan oknum bebekers di jalanan…pasti okeh banget tuh…hihihi.

TREND RIDING SAMBIL MEROKOK..mungkin TVS mau memfasilitasi?

Trend Naik Motor Saat Ini...NDESO ABIS!








%d blogger menyukai ini: