PEMBODOHAN OTOMOTIF Berjamaah Oleh Para MENTERI, Pejabat Negara dan Pejabat POLISI

11 01 2012

MENTERI gak pakai helm

Salah satu fungsi tokoh negara adalah memberikan contoh yang baik bagi masyarakatnya. Terlebih lagi para figur ini menuju satu lokasi bersama-sama. Apakah di dalam pikiran para pejabat dan aparat negara itu tidak Baca entri selengkapnya »





Knalpot Racing Mio vs Ninja 250..Ah Aparat Ternyata Masih Pilih Bulu

8 01 2012
testimoni pemilik Mio

testimoni pemilik Mio

Dapat berita ini dari bro Agus Hariyadi, salah satu Ninja 250 rider. Lokasi razia ini menurut bro Agus adalah di luar Jakarta.

Ternyata aparat masih pilih bulu dalam merazia. Sementara itu di sisi lain aturan yang pasti mengenai ambang batas kebisingan knalpot kendaraan belum ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah.

Lalu..jika tidak ada batas kuantitatif ambang kebisingan knalpot kendaraann dengan dasar dan alat ukur apakah polisi berhak merazia? Tentunya Subjektivitas yang berbeda pada tiap aparat polisi juga menentukan toh? (Bahasa gampangnya: suka-suka aparat deh).

Padahal menurut pengalaman ane, Mio yang memakai knalpot freeflow tidak lebih berisik daripada Ninja 250 yang memakai knalpot freeflow. Sekedar informasi dari tulisan yang ter-emboss di knalpot standar Ninja 250, output suara dari knalpot standar Ninja 250 adalah sebesar 85 dBA.

Gimana menurut bro n sist sekalian?






Polisi Mau Menilang..Dasarnya Logika..? GUNDULMU…!!

18 05 2011

razia polisi (illustrasi dari padang-today.com)

Pulang dari acara Tribute To Dream Theater yang “terpaksa” selesai jam 23.00 malam tadi karena adanya keluhan tetangga, ane riding pulang melalui jalur Kemayoran. Yah sekalian latihan cornering di beberapa sudut belokan di sana..hehehe.. Baca entri selengkapnya »





Indonesia Berduka…!! Gayus Cuma Dipenjara 7 Tahun + Denda Rp 300 Juta

19 01 2011

Calon Kapolri 2014

 

Hukum di Endonesia memang mandul…Aparatnya yang harusnya jadi PENEGAK HUKUM sekarang malah jadi PENEGAK KEMALUAN..!! Baca entri selengkapnya »





Berita Kecelakaan: Bro Prast vs Sopir Tembak Metromini

28 08 2010

 

 

Metromini, Siap Membunuh Mereka yang Lengah

 

Braak…seketika suara itu terdengar ane reflex menarik tuas rem Si Tomat..hanya ada jarak kurang dari 10 meter sampai metromini di depan ane yang berhenti mendadak. Situasi tengah malam pun terkoyak keheningannya. Baca entri selengkapnya »





April Mop, Ayo Pakai Helm SNI

1 04 2010
Spesifikasi Helm SNI

spesifikasi helm SNI

Hari ini, 1 April 2010  lazim disebut April Mop, peraturan pemakaian helm SNI akan dijalankan. Menurut beberapa sumber di kepolisian, hari ini adalah awal dari sosialisasi pemakaian helm SNI bagi pengendara motor, sementara itu ada pula sumber lain juga dari kepolisian yang mengatakan bahwa terhitung 1 April 2010, penindakan akan diberlakukan bagi pengendara motor yang tidak memakai helm SNI.

Lalu, sebagai pengendara motor bagaimana sikap kita?

Pertama-tama kita tilik dulu dasar hukum helm SNI ini yaitu di pasal 57 ayat (1) dan 2 serta pasal 106 ayat (8), UU no.22 tahun 2009 yang berbunyi:

Pasal 57

(1) Setiap Kendaraan Bermotor yang dioperasikan di Jalan wajib dilengkapi dengan perlengkapan Kendaraan Bermotor.

(2) Perlengkapan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bagi Sepeda Motor berupa helm standar nasional Indonesia.

Pasal 106

(8) Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor dan Penumpang Sepeda Motor wajib mengenakan helm yang memenuhi standar nasional Indonesia.

Nah setelah menilik dasar hukum, mari kita lihat helm yang kita miliki. Tersebutlah aturan bahwa helm yang valid standar SNI adalah yang memiliki emboss (logo timbul) SNI. Bagaimana jika ternyata helm kita tidak memiliki emboss SNI? Atau hanya stiker SNI saja?

Emboss SNI

Tunggu dulu, menurut sumber berikut, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri Kementerian Perindustrian Dedi Mulyadi kepada wartawan mengatakan SNI wajib helm yang mengharuskan logo SNI berbentuk emboss (cetak timbul) tidak akan berlaku bagi helm berlogo SNI stiker yang dikeluarkan sebelum peraturan ini ditetapkan. “Jadi bagi para konsumen yang sudah memiliki helm berlogo stiker SNI tidak perlu ditukar. Karena dulu SNI belum bersifat wajib jadi masih berbentuk stiker,” katanya dalam acara Workshop Pendalaman Kebijakan Industri dengan wartawan, di Bandung, Sabtu (27/3) malam.

Lalu bagaimana jika helm kita memiliki standardisasi luar negeri seperi DOT, SNELL atau ECE? Nah ini masih menjadi dilema, beberapa salah kaprah terjadi yang mengatakan bahwa standar SNI itu lebih inferior alias dibawah standar luar negeri seperti disebut sebelumnya. Nah menurut hasil kunjungan ane ke pabrik helm di artikel ini, standar helm bukanlah untuk diperbandingkan. Mengapa?

Standar luar negeri seperti DOT, SNELL, ECE, JIC berlaku di negara masing-masing seperti Amerika dan Eropa. Jika Indonesia memaksakan diri untuk mengikuti standar tersebut, maka konsumen helm Indonesia akan dipaksa untuk membeli helm impor yang harganya tentu lebih mahal, sementara banyak pula produsen helm lokal yang kualitasnya setara dengan helm impor.

logo SNI

Standar SNI pastinya juga melindungi kedaulatan Indonesia dari sebuan produk asing. Ingat saja bahwa helm impor yang mungkin dibanggakan sebagian besar pemakainya belum tentu layak pakai karena bisa jadi helm tersebut adalah helm cacat atau kadaluarsa (FYI, masa pakai helm adalah 3 tahun) yang dibuang sayang lalu dijual di Indonesia. Nah kalau begini kan konsumen juga yang rugi.

Helm Cetok..Buat Gayung Aja Bro..!

SNI juga bagaikan pisau bermata dua yang juga melindungi konsumen dari helm lokal yang berkualitas di bawah rata-rata. Sudah pemandangan sehari-hari lah di jalanan ibukota banyak ditemui penjual helm tak berkualitas seperti itu. Kalau sampai jatuh dan kepala terluka..lagi-lagi konsumen yang rugi. Lagipula..gak sayang apa, kepala kita dihargai sama dengan helm cetok murahan seharga 10-20 ribu Rupiah?

Oke..dengan paparan di atas..seharusnya cukup dipahami bahwa standar SNI tidak seburuk yang kita bayangkan. Dan menurut ane aparat juga harus bijak menilai helm yang dipakai. Jangan sampai nanti terjadi keributan karena pemakai helm impor yang tidak ber SNI ditilang aparat. Di sini timbul lagi dilema. Pilih mana, Safety atau SNI?

Pilih Safety Atau SNI?

Ya tentu saja yang terbaik pilih semuanya. Kalau ente misalnya sebagai salah satu pemilik helm impor yang layak pakai tentunya akan bisa berdebat dengan pak Polisi bahwa helm ente layak pakai dan standar DOT/ECE dapat disetarakan dengan standar SNI. Lha wong SNI menggunakan diantaranya standar ECE, JIS dan BS sebagai referensinya.  Silakan baca artikelnya bang Edo di sini. Atau, yang terbaik ya..beli helm yang sudah SNI laah..masa beli helm impor mampu tapi beli helm SNI gak mampu..? gak mampu atau gak mau nih..?

Yang penting dari peraturan helm wajib SNI ini adalah konsistensi penegakan hukumnya. Coba liat di jalan..jangankan helm SNI, kebanyakan pengendara tidak mau dan tidak mampu untuk memakai helm. Barangkali emboss SNI sudah ada di jidat mereka ya.. 😀

Seperti aturan yang sudah-sudah, mudah-mudahan aturan kali ini sifatnya tidak hangat-hangat tahi ayam. So kita pantau bersama kinerja para penegak hukum.

Akhir kata, tetap sayangi kepala kita dengan helm yang layak pakai. Jangan beli helm impor yang mahal namun sudah kadaluarsa dan cacat, dan jangan pula beli helm lokal yang murah namun kualitasnya di bawah rata-rata.





Rombongan Jenazah = VVIP ???

2 03 2010

Rombongan Pengantar Jenazah

Pagi tadi (2/3) sekitar jam 8.00, ane lihat rombongan mobil jenazah melaju dari arah Pasar Baru lanjut ke arah Jalan Merdeka barat lalu ke Jalan Thamrin dan Sudirman lalu berbelok ke arah Karet.

Sepanjang jalan memang si mobil jenazah berjalan kalem, namun…

Para pengantar bermotor bebek bertingkah urakan. Jumlah mereka sekitar 10-20 motor. dengan mengacung-ngacungkan bendera kuning mereka dengan berteriak2 meminta jalan kepada pengguna jalan lain. Bahkan saat semua berhenti di lampu merah, mereka membunyikan klakson keras-keras dan memainkan gas motor bebek mereka secara berlebihan.

Hal ini terus berlanjut hingga rombongan memasuki Jalan Thamrin..para pengantar bermotor bebek ini seakan diberikan kesempatan untuk berkendara ugal-ugalan. mereka riding zig-zag dan tak segan-segan menutupi laju pengendara lain yang menghalangi jalan.

Bagaimana dengan aparat polisi?

Melihat gelagat tersebut pak polisi yang bertugas di lampu merah seberang gedung Indosat seakan teringat kepada akhirat..Mereka malah mengizinkan rombongan tersebut menerobos lampu merah, padahal jumlah polisi saat itu cukup banyak, lengkap dengan motor Yamaha XJ900 dan beberapa mobil polisi yang terparkir di sana.

Sungguh pemandangan yang mencerminkan keterbelakangan mental masyarakat dan ketidakmampuan aparat dalam mengedukasi dan mengatur kegiatan masyarakat.

Seandainya ane kelak meninggal dunia, ane titip pesan kepada kalian yang akan mengantar jenazah ane untuk tidak melakukan konvoi seperti itu, karena secepat apapun ane sampai di liang lahat ane akan tetap tak bernyawa dan tidak penting untuk didahulukan. Di samping itu ane tak ingin membebani yang masih hidup dengan dosa karena mengganggu orang lain di jalan dengan berkonvoi.

Namun ane saat ini masih hidup sehat wal afiat, Jadi ane ingin berbuat sesuatu melalui RSA (Road Safety Association) yang tengah melakukan pendekatan ke MUI. Paling tidak selain mendesak MUI untuk mewajibkan penggunaan helm bagi pengendara motor seperti yang mereka lakukan kemarin, ada beberapa hal lain yang ingin ane tambahkan yaitu:

1. Mengajak MUI untuk mengedukasi masyarakat agar tidak melakukan hal yang merugikan pengguna jalan lain ketika mengantar jenazah. tidak perlu konvoi, tidak perlu minta keutamaan hak berkendara, tidak perlu berkendara ugal-ugalan.

2. Mengajak MUI untuk mengedukasi para peserta acara rohani agar tidak berkendara secara berkelompok ke lokasi acara, karena berpotensi menimbulkan konflik di jalan dan mengganggu pengendara lain.

Tentunya kedua hal yang ane sebutkan di atas jauh lebih berguna dan bermanfaat bagi masyarakat ketimbang mengeluarkan fatwa terhadap suatu hal yang urgensinya tidak krusial.

Ketika Pemerintah melalui peraturan dan perundang-undangan belum cukup mampu untuk mengatur kegiatan masyarakat, maka ane harapkan organisasi sosial dapat bergerak untuk lebih mencerdaskan dan mengangkat derajat intelektual masyarakat Indonesia sehingga kesenjangan intelektual dapat dihilangkan.

Demikian curhat ane hari ini, semoga pihak terkait yang ane sebutkan di atas dapat terketuk pintu hatinya melihat kenyataan yang ada di masyarakat.

foto:

bodats.wordpress.com








%d blogger menyukai ini: