Jaga Jarak dengan Truk Besi Tua

29 05 2011
truk pengangkut besi tua

truk pengangkut besi tua

Truk besar sudah boleh masuk ke tol dalam kota lagi. Dikatakan oleh beberap pihak bahwa sejak truk besar sempat dilarang masuk tol dalam kota, lalu-lintas jalan Jakarta menjadi berkurang kemacetannya. Wah..bagi ane yang sehari-hari bermotor, ini jelas ndak terasa..

Coba lihat foto di atas, truk tersebut disinyalir bermuatan besi tua (dilihat dari bentuk bak) dengan berat sekitar 15-20 ton. Pengalaman ane terakhir ketemu truk seperti ini, besi tua yang diangkutnya bececeran keluar bak. Jika besi tersebut mengenai ban..hmmm bisa gawat..!

Untungnya waktu itu serpihan logam “hanya” membuat retak kaca depan mobil kawan ane..

Waduh..ngeri bener..kali ini ketemu truk besi tua lagi, jaga jarak aman deh..

Gimana pengalaman bro n sist sekalian dengan truk besar? Monggo di share..





Kalimalang..Raya Bogor..Oh Seraaammm..

18 01 2011

 

 

 

Sebagai warga Jakarta yang hobi nyasar…ane patut menghaturkan puji syukur kepada Allah SWT karena hingga hari ini ane diberii keselamatan selama perjalanan ane menggunakan motor. Yup..kalau ente masih cukup sensitif..maka harusnya ente yang sehari-hari Baca entri selengkapnya »





Bro, Tahu Gak Tempat Beli Helm Anak Di Mana..?

13 07 2010

Hari ini seorang kawan yang tinggal di Batam nge-buzz ane via YM, nanya apakah ane tahu dimana bisa beli helm untuk anak.. Baca entri selengkapnya »





Ada Orang Asing Minta Bonceng..Bagaimana?

1 05 2010

Berikut email dari bro Andre di milis bajaj_pulsar_indonesia@yahoogroups.com.

Jika ente sedang riding sendirian lalu mengalami hal seperti ini, apa yang ente lakukan?

========================================

*From:* andre_squadronix <andreas_morrison@ yahoo.com
*To:* bajaj_pulsar_ indonesia@ yahoogroups. com
*Subject:* [Bajaj Pulsar] Perikemanusiaan vs Tertib Berkendara

Beberapa hari yang lalu, saat saya pulang dari rumah ortu pada hari minggu malam kira2 jam 11an, iasa melewati rute jalan warung buncit dari arah kemang. Kebetulan pada jam segitu kondisi lalin di daerah tersebut masih sangat ramai.

Kemudian…pas di perempatan Mampang, kondisi lampu merah…trus saya berhenti dgn taat dan patuhnya berhenti di belakang garis putih. Sambil melihat kondisi disekitarnya. ..kemudian saya melihat kekiri ( kebetulan ada taman ) ada seorang bapak tua ( botak, kira2 berumur 60 tahunan ) meloncat
dari pagar…dan sekonyong-konyongny a menghampiri saya…Ini adalah percakapan kilat yang terjadi antara saya dan si bapak :

Bapak : ” dek..numpang nebeng bonceng ke seberang yah ? “
Saya : ” kemana, pak ?
Bapak : ” Ke perempatan situ, deket…kuningan ”
Saya : ” Maaf, pak…ngga bisa ”
Bapak : ” Kenapa ? kok ngga bisa ?
Saya : Karena bapak ngga pake helm…
Bapak : Halah….deket kok…
Saya : Pak…bapak tidak ada helm, jadi ngga bisa…”

Tiba-tiba… dia langsung berusaha untuk naik ( membonceng ) ke motor saya..Akhirnya saya melambaikan tangan tanda tidak…akhirnya dia bilang dgn nada amarah :


Bapak : Hahhhhhh…. pelit ! sial…gw sumpahin kena marabahaya lohhh !
saya : Hah…


Akhirnya..ngga lama, lampu hijau..dan saya akhirnya jalan trus melihat ke spion belakang, kalo si bapak telah berboncengan dgn salah satu pengendara R2 dibelakang saya…tanpa mengenakan helm. Kebetulan… disaat saya berkendara motor, saya memakai atribut pulsarian ( rompi ) Yang ingin saya tanyakan…kepada kawan2 semua adalh :

Apakah saya salah, tidak memberikan tumpangan kepada si bapak, padahal jarak dari perempatan mampang ke perempatan kuningan hanya sekitar 500 mtr dan saat itu tidak ada Polisi yang bertugas ?

Andre Squadronix
Pulsarian PRA Jakarta a.k.a SQUADRON
Ranger #994
Digital Ghost

========================================

Kalau menurut ane, permintaan sang bapak tidak wajar dan mencurigakan. Bukan hanya sekedar penolakan tidak mau pakai helm tapi siapa tahu ada niat lain yang dapat merugikan. Dalam situasi jalan dimana segalanya asing, kejadian seperti ini perlu diwaspadai.

Monggo didiskusikan..

sumber gambar:

http://iwaniwe.com





Waspada Bahaya Kebakaran di Bengkel Motor

24 02 2010

Siang kemarin  (23/2) sekitar pukul 10.00 ane dikejutkan oleh email di milis tamsur@yahoogroups.com, sebuah milis OOT para rangers Pulsarian Community yang mengabarkan bahwa bengkel Joery Racing, salah satu bengkel langganan sekaligus lokasi berkumpul para rangers Pulsarian Community terbakar.

Kebakaran di bengkel asuhan bro Juki, ranger kehormatan bernomor #018 ini disebabkan oleh percikan api dari knalpot free flow motor bro Juki. Menurut penuturan beliau, ia sedang mengetest mesin Pulsarnya, namun api dari knalpot tersebut langsung menyambar kotak berisi bensin yang biasa digunakan untuk membersihkan part motor. Api pun langsung berkobar di bagian depan bengkel.

Tanpa merasa panik, langkah penyelamatan pertama bro Juki adalah menyelamatkan motor-motor milik pelanggannya keluar dari bengkelnya yang terletak di Jl. Panjang itu dan segera mengambil lap basah untuk memadamkan api.

Bengkel Joery Racing mulai terkenal di kalangan rangers Pulsarian Community sejak awal tahun 2008 karena kemampuan Bro Juki yang unik dalam melakukan setting motor baik itu dengan part standar hingga part modifikasi. Beberapa hasil karyanya bahkan sempat dibahas di sebuah majalah otomotif.

Akibat musibah ini 3 buah motor menjadi korban. Motor Ninja R dan Trail milik bro Juki dan motor Pulsar 180 bro Mufid #116 yang hangus bagian belakangnya, sementara anak bro Juki kakinya menderita luka bakar dan segera dilarikan ke rumah sakit.

Kondisi Bagian Depan Bengkel

Motor-motor yang terbakar

Ninja R dan Motor Trail Bro Juki

Motor Bro Mufid Hangus Bagian Belakangnya

Untunglah kebakaran hanya terjadi di bagian depan bengkel dan dapat segera dipadamkan.

Moral dari cerita ini adalah:

Jauhkan material yang mudah terbakar dari api. Dalam segitiga api dijelaskan bahwa terdapat 3 elemen yang dapat menyebabkan timbulnya api yaitu bahan bakar, oxidizer dan sumber api.

Api akan timbul ketika bahan bakar, oxidizer dan sumber api sudah menyatu atau tercampur pada tingkat tertentu. Ini membuktikan bahwa api tidak dapat terjadi apabila :
1. Tidak terdapat bahan bakar atau bahan bakar tidak cukup untuk menimbulkan api.
2. Tidak terdapat oxidizer atau oxidizer tidak cukup untuk menimbulkan api.
3. Sumber api tidak memiliki energi yang cukup untuk menimbulkan api.

Bermacam-macam bahan bakar, oxidizer dan sumber api umumnya terdapat pada industri kimia, diantaranya :

· Bahan bakar
Padat : plastik, serbuk kayu, fiber, partikel logam
Cair : bensin, aseton, eter, pentana
Gas : asitilen, propana, metana, karbon monoksida, hidrogen

· Oxidizer
Padat : metal peroksida, amonium nitrit.
Cair : hidrogen peroksida, asam nitrat, asam perklorat
Gas : oksigen, flourine, klor, flour

· Sumber api
Korek api, listrik statis, puntung rokok,dll.

Berhati-hatilah dan selalu waspada ketika bekerja dengan ketiga elemen penyebab api tersebut. Jauhkan ketiga elemet tersebut seaman mungkin dan selalu sediakan alat pemadam kebakaran yang siap dan layak pakai.

referensi:

http://fireexplosionanalysis.blogspot.com/2009/01/fire-triangle.html





Multitasking Riders/Drivers, Berbahaya!

2 02 2010

Kenapa disebut Multitasking?

Ya tentu saja karena selain melakukan kegiatan mengemudi, pengendara tersebut juga “nyambi” melakukan kegiatan lain.

Apa saja kegiatan yang biasa dilakukan oleh seorang pengendara kendaraan, baik itu roda-2 atau roda-4 ? Akan ane urutkan dari yang paling sering ane lihat.

1. Merokok

2. Memainkan HP (bertelepon/ber-SMS)

3. Mendengarkan musik

4. Mengobrol dengan boncenger/penumpang

santai boss...?

sibuk boss...?

halo sayang, aku masih di jalan nih..

halo sayang, aku masih di jalan nih..

polisi aja begini, gimana rakyatnya..?

Paling tidak kegiatan seperti itulah yang sering ane lihat dilakukan pengendara lain yang ane temui di keseharian berkendara ane. Jika suatu saat ente berkendara, Multi tasking riders/drivers ini sudah sepantasnya dijauhi karena berpotensi membahayakan pengguna jalan lain.

Mengapa?

Otak manusia kebanyakan tidak terbiasa dengan kegiatan multitasking, coba saja ente menaruh kedua tangan di meja. Satu tangan menggambar segitiga, dan tangan lain menggambar lingkaran. Lakukan secara bersamaan. Apa jadinya? Dua buah gambar bentuk yang kacau bukan?

Sama halnya dengan berkendara, fokus kepada kegiatan pengendalian kendaraan akan terpecah kepada kegiatan lain yang dilakukan. akibatnya fokus, pandangan dan refleks motorik tubuh kita akan terhambat, sedangkan di saat kendaraan melaju, kondisi jalan di sekitar ente akan berubah setiap detik, bahkan setiap sepersekian detik. Sebagai gambaran kendaraan yang melaju 40 km/jam jika dihitung akan berpindah 11.1 meter setiap detiknya. Bayangkan jika ente lengah akibat tidak fokus selama 1 detik saja.

Ironisnya, semakin banyak populasi kendaraan yang beroperasi di jalanan kota besar, populasi multitasking rider/driver ini makin banyak saja. Seakan-akan mereka lebih takut dipanggil boss via telepon ketimbang dipanggil Yang Maha Kuasa lewat kecelakaan.

Dalam UU Lalu lintas no.22 tahun 2009 pun sudah disebutkan di pasal 283. Menurut Pasal tersebut jika ada pengemudi yang mengendarai kendaraan bermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di jalan, dapat dikenakan sanksi berupa denda paling banyak Rp. 750.000,- atau kurungan paling lama 3 bulan. Nah sudah jelas kan dasar hukumnya?

Lalu bagaimana tips dan trik nya?

Seperti slogan yang dibuat oleh kawan-kawan ane di Road Safety Association (RSA), yaitu GOOD RIDERS JUST RIDE, GOOD DRIVERS JUST DRIVE, kalimat tersebut mengisyaratkan bahwa melakukan kegiatan lain ketika berkendara adalah berbahaya. Jadi paling tidak ada beberapa tips yang dapat ane share:

mau telepon, sms, email? berhenti dulu doong..

1. Matikan gadget yang dapat mengeluarkan suara dan getaran sebelum dan selama berkendara.

2. Jangan panik jika gadget ente bergetar/berbunyi, jika ente beranggapan itu penting, maka pinggirkan kendaraan ente di tempat yang aman dan silakan berinteraksi dengan gadget ente.

3. Pastikan panca indera terbebas dari gangguan, contohnya  jangan memasang earphone yang menghambat pendengaran.

4. Misalkan ente lupa mematikan gadget, maka acuhkan gadget tersebut setiap kali bergetar atau berbunyi.

5. Letakkan gadget di tempat yang tidak menempel dengan tubuh.

Itu tips untuk para pengendara kendaraan, lalu bagaimana jika ketika kita berkendara kemudian menemui multitasking rider/driver ini di jalan?

Tindakan yang paling baik adalah menghindari si multitasking rider/driver, baik itu mengurangi kecepatan, menjaga jarak, atau mendahului secara perlahan tapi pasti, yang penting posisikan kendaraan ente jauh darinya. Bahasa kerennya DEFENSIVE RIDING/DRIVING.

Ente sudah pasti berpotensi celaka selama berkendara di dekat multitasking rider/driver ini. Jangan sekali-kali membunyikan klakson untuk menegurnya karena suara klakson tersebut akan mengejutkannya dan membuatnya semakin kehilangan fokus atas kegiatannya.

Semoga artikel ini dapat berguna bagi keselamatan berkendara ente sehari-hari.








%d blogger menyukai ini: