Ducati 916 dan Cagiva Mito..Awas Tertukar!

23 06 2010

Dalam sejarah..pertama kali ane melihat Ducati 916 di Bandung sekitar tahun 1995. Waktu itu ane gak ngerti blas tentang permotoran. Baru sekitar 8 tahun kemudian ketika sukses keracunan motor ane ingat-ingat lagi penampakannya dengan cara search di Google.

Cagiva Mito

Rupanya motor ini cantik nian, tapi entah kenapa ketika ane menjadikan foto ini sebagai wallpaper ane baru sadar bahwa ada tulisan Cagiva pada bagian bawah fairing.

Ane search lagi di Googling..dan rupanya ada motor lain bernama Cagiva Mito..wah.. (ndeso banget yah..) Di situ ane pertama kali mulai mengamati lekuk-lekuk tubuh kedua motor dengan seksama. Memang bagi yang tidak teliti, sekilas kedua motor akan tampak sama.

Kesamaan terletak terutama pada bagian lampu depan dan bodi belakang yang nyaris sama persis hingga lampu-lampunya. Jika salah satu dari kedua motor ini lewat dengan kecepatan tinggi, seseorang belum tentu dapat membedakannya dari suara kenalpot. Maka tengoklah bagian swing-arm nya. Cagiva Mito memiliki swing arm berbentuk ‘banana’ sedangkan Ducati 916 memiliki mono-arm. Perbedaan lainnya adalah pada knalpot. Cagiva memiliki knalpot di samping, khas knalpot mesin 2-tak, sedangkan Ducati 916 memiliki knalpot ‘undertail’.

Sayang Ducati 916 yang sempat menyabet gelar The Greatest Motorcycle Ever peringkat kedua dari Discovery Channel ini hanya diproduksi sampai tahun 1999 dan selanjutnya diteruskan dengan Ducati 996.

Ducati 996

Ketika ane search Google lagi ane menemukan nama Massimo Tamburini yang ternyata mendesain kedua motor ini. Rupanya beliau adalah seorang desainer motor untuk Ducati, Cagiva, Aprilia, dan Bimota..Rupanya lagi…Ia adalah salah satu founder BiMoTa yang ternyata singkatan dari Bianchi, Morri dan Tamburini. Usut-usut lagi, Pak Massimo Tamburini juga terlibat dalam desain MV Agusta F4 Tamburini

Pak Massimo Tamburini

Bimota Vyrus

foto: hasil googling





Mirip, Rear Fender Multistrada 1200 dengan Pulsar 135LS

24 04 2010

Setelah membaca artikel di blog bro Sattar mengenai Ducati Multistrada 1200, terlebih ketika memandangi desain mud guard alias rear fender alias  spakbor belakangnya, ane langsung teringat dengan lini produk Bajaj yang desainnya mirip dengan beberapa motor besar. Kali ini kesamaan ane temukan dengan desain spakbor Bajaj Pulsar 135LS. Kebetulan kedua motor ini benar-benar baru dilaunching.

Silakan pandangi bentuk spakbor Ducati Multistrada 1200 dengan Bajaj Pulsar 135LS pada gambar berikut, mirip?

Spakbor Belakang Multistrada 1200

Spakbor Belakang Pulsar 135LS








%d blogger menyukai ini: