Biasa Naik Bajaj Pulsar, Tiba-tiba Naik TVS Apache

17 05 2010

Ini terjadi ketika bro Edo Rusyanto, datang membawa TVS Apache RTR 160. Rupanya motor tersebut dipinjamkan oleh pihak ATPM TVS untuk direview oleh bro Edo. Nah..ane penasaran nih ingin coba. Berikut review plus-minus singkat dari ane, yang ane bandingkan dengan Bajaj Pulsar 180 DTS-i yang sehari-hari ane naiki.

Plus:

  • Kualitas detail las chassis dan rangka lebih rapi dari Bajaj Pulsar.
  • Terdapat fitur jam digital di speedometer, sementara Bajaj Pulsar tidak ada.
  • Tampilan speedometer lebih oke dari Bajaj Pulsar.
  • Permukaan mesin lebih mulus dan rapi dari Bajaj Pulsar.
  • Tudung lampu depan lebih besar dari Bajaj Pulsar.
  • Tangki lebih sporty.

Minus:

  • Overall, bodi TVS Apache lebih kecil dari Bajaj Pulsar.
  • Tidak ada fitur turn lamp auto shut, alias lampu sein mati sendiri di TVS Apache.
  • Tutup tangki tidak berengsel, tidak sebagus Bajaj Pulsar.
  • Getaran mesin terasa sekali.
  • LED lampu stop lamp kurang cantik..hehe..subjektif ini sih.
  • Torsi besar yang dijanjikan ternyata biasa saja..mungkin karena dinaiki beruang 100++ kg ya 🙂

Dari plus minus yang ada, point minus yang ane sesalkan adalah pada getaran mesin TVS Apache yang heboh. Sungguh beda rasanya jika sehari-hari terbiasa naik Bajaj Pulsar lalu tiba-tiba naik TVS Apache.

Bagaimana menurut ente?








%d blogger menyukai ini: