BBM Naik, Saatnya Galau Honda

26 06 2013
Honda Galau BBM

Honda Galau BBM

Techno Mania..
Yang namanya iklan memang harus sedikit berlebihan, agar konsumen tertarik membeli produk tersebut.. Baca entri selengkapnya »





Sangat Irit…!! 200 km Lebih, Isi Tangki BBM Tidak Berkurang Signifikan

21 03 2012
skid tank 24.000 liter

skid tank 24.000 liter

Inilah dia, kendaraan yang dapat menempuh jarak 200 km ++ tanpa kehilangan isi tangki BBM nya. Irit bukan…?? :mrgreen:

Dengan kapasitas 16 ribu ton 24 ribu liter, truck head ini menarik beban dari stasiun pengisian BBM di Balongan untuk didistribusikan ke ke seluruh pulau Jawa.

Berkat jasa Pak Sopir inilah, kebutuhan BBM kita dapat terpenuhi dengan lantjaaar…!! Baca entri selengkapnya »





Gonjang-Ganjing Matic Irit…ATPM Gak Mau Rugiii…!! Goda Terusss Rakjat Ketjil…!!

27 02 2012
matic irit (katanya)

matic irit (katanya)

Kalau diperhatikan belakangan ini, jagad blog otomotif lagi ramai bersahutan meneriakkan topik matic irit…!! Hal ini juga dibarengi dengan pemberitaan santer akan naiknya harga BBM bersubsidi antara Rp 500 sampai Rp 1500 per liternya.

Ini tentu saja membuat ATPM motor kalang kabut…dengan kenaikan sebesar itu, beberapa kalangan rakjat mungkin akan berpikir ulang untuk membeli motor dan mungkin akan berpaling ke transportasi publik yang lebih nyaman dan murah…!!

Oleh karena itu, perlu dibuat suatu produk motor yang memiliki image alias pencitraan irit BBM…Ini dapat diartikan dengan kata lain..”Ayo laaagh para rakjat ketjil, belilaaah motor buatan kami ketimbang naik angkot…”

Dan..

Beberapa pihak pun dibayar dan direkrut untuk menjadi corong ATPM…siapa lagi kalau bukan blogger…yaagh..you know who laah..

Tujuan pun tercapai…amplifier blogger bayaran pun berbunyiiii… “Waaah matic anu itu berhasil mencapai konsumsi BBM sekian liter per kilometer…!!” Ada lagi yang berkomentar… “Hebooooh…matic anu dengan pengukuran alat anu berhasil irit sebesar sekian liter looooh…!!”

Dan..ATPM pun berhasil..

Maka…berbanggalah para blogger bayaran tersebut karena berhasil mencicipi motor baru…bertepuk tanganlah para ATPM karena hanya dengan uang receh yang paling berkisar Rp 1 juta sampai 2 juta per blogger (atau mungkin lebih?) , pemberitaan khas blogger yang “katanya” jujur bisa diperoleh…!!

Namun tunggu dulu..beli motor itu adalah solusi individual..bukan solusi komunal..alias solusi yang sifatnya kolektif. Lagi-lagi strategi ala Londo “divide et empera” diterapkan.. Simple saja thoo..daripada rakjat berdesakan di dalam sebuah bis..beli saja motor sendiri-sendiri lebih enak lhooo..

Seolah ada sebuah rencana besar bin grand strategy untuk menyuburkan bisnis kendaraan pribadi…caranya mudaah..cukup sogok pengambil kebijakan dan pemerintah agar transportasi publik tetap dalam kondisi buruk…

Kemudian…pembangunan jalan harus digalakkan, lihat saja JICA rajin mendanai pembangunan jalan thooo…dan terakhir…Kementrian Perindustrian harus diberi sesajen agar TPT kendaraan baru dapat monceeer…!! Agar penikmat gosip motor baru dapat bersuka cita..iya toooh…??!

Rakjat seolah diajarkan bahwa lebih mudah mencari solusi sendiri ketimbang memaksa wakil rakjat dan pemerentah untuk melayani dan menyediakan transportasi publik yang aman dan nyaman..

Padahal kalau dihitung-hitung belum tentu juga beli motor lebih murah daripada naik angkotum… Ingat..hitungan hanya melibatkan angka Rupiah, belum menghitung resiko celaka dan suntuknya kemacetan jalan…!!

Belum lagi salah kaprah yang timbul alias pembodohan otomotif yang mencitrakan bahwa beli motor = investasi, sehingga rakjat pun termakan informasi dan mencari motor yang harga jual kembalinya masih tinggi…sungguh sesat bin kasihan…!!

Dan pada akhirnya…mereka yang termakan jargon iklan “motor irit” akan mengalami hal seperti foto di bawah ini.

selamat menikmati matic irit ente yaaa...!!

selamat menikmati matic irit ente yaaa…!!





Motor Bebek, Mengambil Kesempatan dalam Kesemrawutan Transportasi Perkotaan

14 06 2010

Terinspirasi oleh artikel Mas Triatmono hari ini..

Bebek, jenis motor yang dicetuskan entah oleh siapa, mungkin oleh Honda, pabrikan yang sudah bercokol puluhan tahun dengan motor bebek sebagai jagoannya sejak pertama kali, Honda Super Cub. inilah awal kebangkitan bebek. Masyarakat alias calon konsumen motor menyambut gembira kehadiran Super Cub yang ditengarai sebagai motor yang memiliki banyak keunggulan, Bahkan Discovery Channel menempatkan motor bebek di peringkat pertama dalam acara The Greatest Ever Motorcycle.

  • Irit
  • Serbaguna
  • Lincah
  • Mudah Dipakai
  • Perawatan minim

Dengan segala keunggulan itu Bebek sukses merajai pasaran dan pastinya terus memperkaya ATPM yang  memproduksinya.

Tapi tunggu dulu.. Itu cerita si Bebek dari pabrik sampai ke dealer di masa lalu..

Yuk kita lihat kondisi hari ini, 14 Juni 2010. Lihatlah di jalanan tempat kita bersenggolan dengan segala resiko kecelakaan di jalan, tempat kita melaju dari rumah menuju tempat kerja. Disanalah Si Bebek mulai berkisah.

Tengoklah di sebuah dealer motor, Bebek sangat mudah dimiliki dan menjadi favorit masyarakat. Hanya dengan uang Rp 500 ribu saja, seekor Bebek sudah bisa dibawa pulang dan dipakai berkendara.

hanya 500ribu, bisa beli bebek..

Sayang si pemakai (selanjutnya disebut bebekers) lebih sering lupa dengan segala peraturan dan norma-norma karena terbuai oleh keunggulan si Bebek. Secara global masyarakat sudah lupa bahwa mereka menjadi korban kegagalan pemerintah dalam membuat sarana transportasi massal yang nyaman, aman dan murah. Kondisi ini langsung disikapi cepat oleh produsen motor.

Dengan langkah sigap dan strategi mantap, mereka mengambil kesempatan dalam kesempitan. Hasilnya.. Mereka sukses menanamkan di benak konsumen lewat iklan-iklan yang alay bin lebay bahwa bebek mereka adalah solusi transportasi yang paling mangkus dan sangkil (efisien dan efektif)..Bahkan fanatisme konsumen mulai terbangun ibarat supporter bola, mereka, para bebekers sudah mulai pintar membela ATPM kebanggaannya ketika ada orang yang mencemooh motornya. Hmm..fenomena aneh tapi nyata.

bebekku lincah..bisa buat balapan..

Yook kita lihat sekeliling dengan cermat. Lihatlah jelas bahwa kelakuan pengendara yang di drive oleh jenis motor. Di jalanan umum, bebek memang lebih gesit dan cepat. Populasinya masif sekali di jalan, nyaris menyemut kala peak hour tiba.Gak Percaya? Lihat gambar di bawah.. jenis motor apa yang paling banyak melanggar garis putih?

Banyak sekali  bebek disalah gunakan oleh pemakainya, dari mulai naik trotoar, ngebut, sampai buat balapan liar. Lantas apakah hanya bebek yang berbuat dosa demikian? Tidak! Berbagai motor lain juga melakukannya. Namun karena populasi bebek besar, jelas pelanggarannya juga banyak. Rupanya jelas terjadi bahwa attitude alias perilaku berkendara masyarakat dipengaruhi salah satunya oleh jenis motor yang mereka kendarai. Bahkan ane baca artikel menarik tentang kelakuan minus pengendara bebek di parkiran motor.

maludong.com

bebekku lincah..kubawa naik trotar ah..

yang lain pada melanggar, bebek gue juga bisa..

Bebek laku keras berarti mempercepat laju ekonomi, karena investor dari luar (terutama Jepang) sukses berjualan bebek di sini, well…bagus.. tapi efek sampingnya banyak. Pelanggaran lalu-lintas dan kecelakaan terjadi dimana-mana. Sementara ATPM seolah tutup mata melihat barang dagangannya disalah gunakan. ATPM berkilah sudah menyediakan dana yang cukup untuk berbagai pelatihan Safety Riding, namun kenyataannya kegiatan tersebut tak pernah sampai kepada bebekers yang sering kebut-kebutan, sruntulan dan mepet-mepet di jalan..apalagi kepada si pembalap liar. Rupanya era penjajahan Jepang masih ada ya?

Karena lincah, si bebekers jadi senang ngebut dan selip2 mepet di jalanan

Karena serbaguna, si bebekers jadi senang bawa barang berlebih di bebeknya

Karena irit, si bebekers jadi tergoda untuk konsumtif..(bisa jadi).

Karena sparepart modif banyak, si bebekers bisa nyambi jadi pembalap liar.


Jadi dalam kasus2 yg ane sebutkan di atas, terdapat kebablasan yang dilakukan si bebekers, karena berbagai kemudahan dan kelebihan yang diberikan si Bebek.

Bebek jadi fasilitator terhadap kelakukan berkendara menyimpang pengendaranya.

bebekku perkasa..bisa bawa banyak..

Nah.. kalau sudah gini harusnya peran pemerintah sebagai regulator mulai jalan. Batasi dong populasi bebek, jangan terlalu mudah beli motor.

bukankah idealnya motor itu barang eksklusif yang harus dibeli dengan pengorbanan yang lebih dari sekedar DP 500ribuan.

Kalau kepemilikan motor dipermudah, maka potensi penyimpangan berkendara semakin besar, kecelakaan meningkat.

Selanjutnya..mari berandai-andai..

Di tahun anu di masa depan, Bebek sudah punah.. Di  zaman tersebut masyarakat Indonesia daya belinya meningkat. ATPM jadi segan memproduksi bebek karena image nya jelek dan sudah fokus produksi motor batangan seperti Megapro, Tiger dan Pulsar.

kapan bisa seperti temen-temennya oom Stephen Langitan?

Kondisi ini dipertegas juga dengan keputusan Pemerintah yang memberikan batas minimum ukuran mesin motor yang boleh diproduksi adalah minimal 200 cc. Pemerintah yang sudah direformasi total menganggap kepemilikan kendaraan pribadi termasuk motor harus dibatasi karena kemacetan sudah mengular dimana-mana. Bebek jadi korban. Karena dianggap salah satu faktor utama penyebab macet, produksinya dilarang..Bersamaan juga dengan Naiknya harga mobil di atas 3000 cc menjadi 3x lipat.

Kemajuan Transportasi Massal

Pemerintah cerdas…transportasi massal mulai dibenahi dan memiliki kendaraan pribadi dianggap sebagai kebutuhan tersier yang harus ditebus dengan harga mahal.

Ujian SIM...sogokan dan menyuap..udah gak jaman!

Moral masyarakat meningkat, dengan adanya pembatasan cc minimum motor, maka hanya mereka yang benar-benar mampu secara financial dan intelektual yang bisa memiliki motor. Ujian SIM dibuat ketat seperti di Eropa. Mereka yang tidak lulus harus berbesar hati naik angkutan umum yang memang nyaman, aman dan terjangkau harganya.

tidak lulus ujian SIM..gak masalah..

tidak lulus ujian SIM..gak masalah..masih bisa naik angkotan massal

Pada saat inilah, banyak orang kembali kangen terhadap bebek.. Dan rasa kangen itu hanya dapat di salurkan dengan datang ke Museum Transportasi, dimana motor-motor yang sukses merajai pasaran dari mulai tahun 1970-an sampai 20xx dipajang rapi..

dari blognya oom Mitra..

Your story ends here ducks..

Mari stop bermimpi dan kembali pada kenyataan jumlah bebek yang menyemut berikut perilakunya, jika ente tidak waspada bisa jadi selanjutnya ente akan menjadi korban laka-lantas dari oknum pengendara bebek.

Harapan ane bagi para pemakai bebek yang baca artikel ini gak lantas malu punya bebek..punya bebek itu gak salah, ente semua adalah korban kegagalan pemerintah. Yang salah itu kalau ente menyalahgunakan si bebek untuk sesuatu yang beresiko mencelakakan diri sendiri dan orang lain. Lha ente itu sudah korban pemerintah..pake bebek sruntulan lalu celaka, tambah lagi jadi korban kecelakaan..

Semoga keadaan cepat berubah.. Amin!

sumber foto:

googling, blog Mitra, blog Stephen Langitan, maludong.com








%d blogger menyukai ini: