Movie Review Iron Man 2

3 05 2010

Tony Stark alias Iron Man beraksi kembali, dalam sekuel Iron Man 2 ini dia menghadapi dilema racun Paladium di dalam tubuhnya sebagai akibat dari pemakaian alat penunjang hidupnya. Ditambah lagi kepopulerannya sebagai Iron Man mengundang pemerintah Amerika untuk memiliki body armor buatannya. Masalah tak berhenti di situ, hubungannya dengan sang sekpri, Miss Pepper Potts (Gwyneth Paltrow) sedang berantakan.

Pepper Potts (Gwyneth Paltrow) Cantik yah..

Ternyata di luar sana ada berbagai percobaan untuk menduplikasi body armor ala Iron Man. Salah satunya adalah Ivan Vanko, anak dari Anton Vanko yang juga adalah kawan lama dari ayah Tony, Howard Stark. Tak disangka Ivan menaruh dendam pada Tony dan melakukan segala cara untuk menghabisinya dari mulai menghajar mobil balap Tony di Monako hingga membuat sepasukan robot drone.

Ivan Vanko aka. Whiplash

Dikompori oleh Justin Hammer, seorang produsen senjata saingan Stark Industries, Ivan mendapat jalan untuk membalaskan dendam kematian ayahnya kepada Tony.

Ivan di Pabrik Hammer Industries

Jalan cerita selanjutnya adalah Tony harus bertarung melawan keganasan Ivan dan Hammer, untunglah Tony mendapat bantuan dari kawan lamanya Kolonel Rhodes (Don Cheadle) dan Natalie Romanoff (Scarlett Johannson) yang berperan sebagai agen seksi dari SHIELD (Strategic Hazard Intervention Espionage Logistics Directorate).

Film dengan durasi lebih dari 2 jam ini mengundang banyak decak kagum. Khusus bagi ane, terdapat beberapa morale alias pesan yang dapat diambil dari beberapa adegan mungkin karena ane merasa karakter Tony spark ini sedikit banyak ada yang seperti ane, diantaranya:

  1. Sewaktu beli strawberry buat Pepper, Tony bayar pakai jam mahal, dia gak mau si penjual sodorin ke dia..cuma minta jatuhin aja ke kursi mobil, ini sangat menggambarkan bahwa Tony bukan anak manja yah..
  2. Sewaktu Tony bawa maket buatan bapaknya segede-gede papan…pake mobil…well, keren tuh.. if you want things done, do it yourself.
  3. Sewaktu Tony bangun apa itu…akselerator buat bikin elemen baru berbentuk segitiga…motor gedenya buat ganjalan..hehehe..simple, praktis, gak mau ribet.
  4. Sewaktu Tony bikin makanan buat Pepper di pesawat pribadinya sampe 3 jam. Duh itu romantis banget..
  5. Sewaktu Tony menonton video lama buatan bapaknya yang berisi tingkah polah Tony kecil. mengharukan.sekali
  6. Sewaktu Tony memenangkan debat dengan senator, dia bilang “I privatized world peace”…Gosh..itu keren banget.
  7. Sewaktu Tony diberi komentar kompulsif dan narsis oleh Natalie..dia terima dengan lapang dada…sadar diri bo’
  8. Sewaktu Tony menghentikan hiasan mejanya Pepper yang bisa berputar sendiri…hehehe..ciri2 orang perfeksionis nih..

Adegan-adegan tersebut  sangat berkesan dan cukup membuat ane bersemangat. Satu hal yang terpenting dari morale tersebut bahwa apa yang sudah dicapai oleh Tony bukan karena hasil kerja dan harta warisan ayahnya, namun karena kecerdasan, kegigihan dan kemauan Tony untuk keluar dari comfort zone.

Oh ya, bagi yang hendak menonton film ini jangan terburu-buru keluar karena ada adegan kejutan setelah credit title..hintnya: palu Thor.. 😀








%d blogger menyukai ini: