Segitiga RSA, Pedoman Wajib Para Pengguna Jalan

22 06 2010

Segitiga RSA

Sejak kita mulai mengenyam bangku pendidikan formal, materi pendidikan berlalu-lintas hampir tak pernah diajarkan. Kalaupun pernah, hal tersebut bukan tidak mungkin telah dilupakan oleh murid-murid yang sekarang telah memiliki kendaraan pribadi.

Saat ini, 21 Juni 2010 kondisi lalu lintas semakin semrawut, seperti  ane tuliskan di artikel sebelumnya. Terinspirasi dari perkataan banyak pihak yang ane baca, komentar terbanyak adalah mengandung kata “balik ke diri masing-masing”. Komentar ini menurut ane sebenarnya terkesan basi dan juga terkesan yang mengucapkan terlalu malas berpikir atau dapat diartikan juga “urusin diri masing-masing aja deh..”

Nah itu kan kalo ane suudzon alias berpikiran rada miring..hehehe :D. Kalau ane positive thinking, kalimat “balik ke diri masing-masing” dapat diartikan lebih mendalam dan mendetail yaitu penguasaan diri selama berkendara.

Apa saja yang harus dikuasai seorang pengendara, secara umum lagi pengguna jalan yang dapat menyelamatkannya dari kecelakaan, menyebabkan kecelakaan ataupun terlibat dalam kecelakaan?

Road Safety Association (RSA) sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat yang peduli dengan keamanan pengguna jalan telah meramu jawabannya. Kendaraan jelas tidak akan bisa berjalan tanpa pengendaranya, jadi si pengendara dan pengguna jalan ini harus dibekali sesuatu!

1. Rules

Rules (peraturan) mewakili penguasaan terhadap peraturan lalu-lintas. Apa itu peraturan lalu-lintas? Saat ini Undang-Undang no.22 tahun 2009 adalah produk hukum negara yang mengatur lalu-lintas dan jalan. Silakan download di sini. Apakah peraturan tertulis saja yang harus dikuasai? Tentu tidak. Ada etika dan tata-krama menggunakan jalan yang tidak tertulis di Undang-Undang tersebut. Rules berhubungan erat dengan kata BENAR dan SALAH.

2. Skill

Skill (keahlian) berhubungan dengan kemampuan motorik seseorang dalam mengendalikan kendaraannya. Terkadang seseorang beranggapan bahwa memiliki skill berkendara adalah segalanya, padahal tidak seperti itu. Oleh karena itu di dalam segitiga RSA, Skill ditempatkan pada bagian bawah, karena memang sebagai pengguna jalan biasa, kita tidak dituntut untuk menguasai skill seperti pembalap. Apa yang digunakan untuk mengendalikan Skill? Jawabannya ada di bawah ini. Skill berhubungan erat dengan kata MAMPU dan BISA.

3. Attitude

Attitude adalah kemampuan manusia untuk membedakan benar dan salah, baik dan buruk. Otak kanan manusia bertanggung jawab untuk itu. Attitude pengguna jalan pula yang disinyalir menjadi biang kerok kesemrawutan dan berbagai penyimpangan berkendara. Attitude berhubungan erat dengan kata MAU.

Simak kata-kata di bawah ini.

Cukup jelas bukan menggambarkan hubungan Rules, Skill dan Attitude?

Jika Rules, Skill dan Attitude terus menerus dibiasakan setiap kali berkendara, maka Habit (kebiasaan) akan terbentuk

Bentuk Habit dengan Segitiga RSA..!

Jadi sudahkah Rules, Skill dan Attitude berkendara ente benar? Sekedar informasi, pengguna jalan bukan hanya mereka yang mengendarai kendaraan bermotor, tapi juga pejalan kaki dan pengendara sepeda.

Iklan







%d blogger menyukai ini: