Ada Kontes Kecantikan 250cc..? Minerva250R Diajak Dooong..

11 09 2011

image

Jadi ingat sebuah survey yang membandingkan penampilan dari motor-motor 250 cc di Indonesia. Hasilnya ternyata dimenangkan oleh Kawasaki Ninja 250cc. Ane menilai kontes kecantikan s Baca entri selengkapnya »





Buka Puasa Bersama Minerva..Menggali Informasi

2 09 2010

Kemarin sore, Mas Triatmono, Mas N. Adhi, Mas Edo Rusyanto, Bang Jayadi “Gojay” dan ane mendapat undangan personal dari Minerva untuk menghadiri acara buka puasa bersama dengan jajaran manajemen mereka di Celcius Cafe, bilangan Rawamangun. Ini kesempatan bagus sehingga ane harus kabur dari acara buka puasa bersama manajemen kantor di Ritz-Carlton..hehehe..gak papa lah, besok juga ada lagi.

Nah, pada kesempatan ini ane ingin manfaatkan untuk menggali informasi lebih banyak seputar sepak terjang Minerva di dunia persilatan permotoran Indonesia. Pak Kristianto Gunadi selaku direktur langsung ane sodori beberapa pertanyaan, diantaranya mengenai brand image Minerva dan kualitas produk.

Pak Kris menjelaskan bahwa Minerva bekerja sama dengan Sachs (Jerman) dan Megelli untuk pengembangan produk motor 250cc nya. Sejatinya Megelli berkubikasi 125 cc di Eropa sana, namun jika dijual di sini dengan spesifikasi demikian maka value-nya tidak pas dengan selera pasar yang menginginkan torsi dan power tinggi dari sebuah motor sport. Pengembangan produk pun terus dilakukan pada Megelli 250 hingga terbitnya varian Megelli 250RV tahun ini.

Pak Kris + Mas Tri

fans berat Yayuk Sentul

Menanggapi keluhan produk Minerva pada salah satu forum online, Pak Kris mengatakan bahwa keluhan tersebut terjadi karena kekecewaan konsumen, akibat diluncurkannya varian VX, konsumen merasa pihak Minerva tidak fair. Pak Kris pun tanggap. “Wajar jika suatu produk terus berimprovisasi, seperti kamera digital misalnya, hari keluar seri anu, bulan depat keluar varian barunya yang lebih sempurna, serupa seperti apa yang terjadi pada Meggeli yang terus menerus berkembang” demikian tukas Pak Kris.

Dan secara tak terduga ane mengenali dua orang dari jajaran manajemen Minerva. Kalau Pak Apong kan sudah ane beritakan dalam artikel sebelumnya. Rupanya ada satu orang lagi yang dulunya merupakan salah satu punggawa Bajaj Auto Indonesia kini bergabung bersama Minerva yaitu Pak Riza Fahlevi.

Mudah-mudahan Minerva dapat terus berimprovisasi tanpa melupakan kepuasan konsumen. Image produk yang dulu terkoyak semoga dapat dibenahi dengan hadirnya punggawa-punggawa berpengalaman. Minerva menurut ane dari aspek desain dan inovasi tampilan motor harus diacungi jempol, hanya saja, sesuai testimoni beberapa kawan ane, produk Minerva masih perlu perbaikan pada sektor permesinan dan kelistrikan.

sumber: DetikOto

Tak lupa ane menagih janji pada Pak Kristianto dan Pak Apong untuk segera mengadakan event test ride Minerva Fischer 650 bersama para blogger..ditunggu loh Pak… :mrgreen:

Obrolan berbuka pun semarak dengan hidangan masakan ala cafe yang sedaap…dari mulai udang goreng (kesenangannya bro Jayadi “Gojay”…hihihi), cakwe isi siomay, spaghetti bolognaise sampai….es krim Diamond..walah…es krim ini salah satu favorit ane ketika SD dulu, dan thanks to Minerva..sekarang ane bisa menikmatinya lagi…hmmm…sedaapp..

ice cream Diamond

Bang Jayadi "Gojay", fans berat Seafood...hehehe





Motor 250cc di Indonesia Bermunculan, Dipilih..Dipilih..!

4 06 2010

Motor-motor 250 cc

Yup…terpancing pemberitaan eyang Edo, Mas Adhi dan bang Taufik…ane jadi penasaran pengen bahas motor-motor 250 cc yang berdatangan ke Indonesia. Kalau di artikel ane sebelumnya khan ane bahas 250 cc yang beredar di Amrik sana. Naah..sekarang mari kupas motor-motor “perbatasan” ini di negri sendiri.

Apa aja sih motor-motor 250cc yang sudah digelontorkan ke pasaran Indonesia? nih dia..

1. Kaisar Ruby 250

2. Regal Raptor 250 alias Johny Pag F/X3

3. Kawasaki Ninja 250

4. Monstrac SBK 250

5. Minerva Megelli 250

6. Hyosung GT250

7. Thunder 250

8. Kawasaki D-Tracker 250

Lalu…

Mau diapain nih 7 motor?

Ya enaknya dibanding-bandingin plus-minusnya biar ketemu motor yang paling cocok buat kebutuhan (atau keinginan ya?hehehe) Memang yang namanya motor itu bisa jadi candu yang menyenangkan. Soale pasti motor-motor yang lumayan badak ini gak cocok dipakai buat harian..lho lalu gimana?

Yaa..biar jalanan gak tambah macet akibat kendaraan-kendaraan bervolume gede enaknya kita naik angkutan umum aja. Sayang euy pemerintah gak mau mikirin caranya perbaiki transportasi massal, yang ada orang pada beli motor sendiri-sendiri, cari motor yang murah buat harian. Beli motor badak kaya gini….jelas buat para pehobi saja, buat para “bike enthusiast” buat dipake di akhir pekan dan jalan santai ketika jalanan gak sepadat suasana hari kerja.

Oke, cukup curcol nya..hehe kita langsung tu the poin..Cekidot!

Kaisar Ruby 250

1. Kaisar Ruby 250

Motor ini cocok deh buat yang seneng sama cruiser ala Harley Davidson, soale bodinya mirip banget sampai ke bentuk mesinnya. Kalau gak denger mesin dan cuma liat sekelebatan pasti ini motor bakal dilirik orang. Kualitasnya bagaimana? yah..yang namanya buatan Tiongkok silakan nilai sendiri deh yang jelas menurut ane kalau mau cari sensasi bawa Harley dengan harga di bawah 30 jutaan boleh lah.

plus: body gede, handling mantap, harga relatif bersahabat

minus: image jelek mocin, dealer yang belum jelas, purna jual belum jelas, sparepart juga belum jelas

Regal Raptor 250

2. Regal Raptor 250 alias Johny Pag F/X3

Dealer ini motor ada di sebelahnya dealer Bajaj di Jl. KH. Samanhudi Jakarta. desainnya mantab, tapi para bule di motorcycle.com udah kasih nilai minus di bagian elektrikalnya. Sayang yah desain bagus tapi dalemnya..ehm..

plus: body oke, ukuran ban mantap

minus: kelistrikan dikabarkan gak beres

Kawasaki Ninja 250R

3. Kawasaki Ninja 250

Nah kalau motor ini gak perlu ditulis review-nya deh. skip..!!!

plus: banyak

minus: cc-nya kurang gede, harga kurang murah.. 😀

Monstrac SBK 250

4. Monstrac SBK 250

Nah kalau ini ane belum dapat info banyak. cuma modal baca di majalah Kopling aja. disebutkan dari hasil Googling bahwa sebuah perusahaan bernama Karya Teknik adalah pembuat dari motor ini yang katanya didatangkan dari Korea.

plus: body gede, ukuran ban belakang 140/70

minus: dari gambar terlihat kualitas plastik yang kurang bagus

Minerva Megelli 250

5. Minerva Megelli 250 RE/RV

Yang ini masih hangat. baru hari ini di test ride oleh para blogger di sirkuit Sentul. dikabarkan mengalami penggantian mesin yang lebih mahal Rp 7 juta dari seri sebelumnya sama seperti motor keluaran ATPM Kavir di Iran.

plus: body gede, desain unik, mesin sudah disempurnakan

minus: belum jelas asal-usul motor ini, ada kemungkinan penyempurnaan lagi, kualitas plastik kurang bagus

Hyosung GT 250

6. Hyosung GT250

Eksistensi Hyosung di Indonesia lebih dikenal lewat motor-motor trailnya, oleh karena itu GT250 ini kurang terdengar gaungnya. bahkan promosi minim digaungkan. Ketika ane coba test ride di JMS 2006 silam, motor ini memiliki desain menakjubkan, tangki besar, konfigurasi mesin V dan ban belakang yang besar untuk ukuran 250cc.

plus: body, ban serba gede untuk ukuran 250cc

minus: kualitas las dan finishing kurang bagus-mirip Bajaj Pulsar generasi pertama nih..

Suzuki Thunder 250

7. Thunder 250

Kalau ini apa masih perlu review? Sepak terjang T250 di Indonesia hanya dibatasi oleh kurangnya peminat, padahal ini motor bagus. Suzuki seakan ingin menancapkan image “motor awet dan durable” di motor ini.

plus: desain gagah dan besar, spion dan knalpotnya punya karakter, berpotensi untuk jadi barang kolektor

minus: harga sparepart mahal dan langka.

Kawasaki D-Tracker/KLX 250

8. Kawasaki D-Tracker/KLX 250

Hampir ketinggalan… :DKalau yang satu ini segmented banget, khusus buat para penggemar motor trail dan sama sekali gak cocok buat yang kakinya gak cukup panjang. Tambahan lagi..gak cocok pula buat yang badannya gendut kaya ane…hehehe. Riding impression ane, motor ini pas buat naik2 bukit. Tarikan awalnya garang dan bertenaga, maklum dipersenjatai single cylinder DOHC.

plus: mesin unik, langka di jalan, body besar, segmented

minus: harga mahal, seat-height tinggi

sumber foto: googling





Pak Apong Arfiansyah, dari mulai Bajaj, Bebek Gubeng hingga Minerva

1 06 2010

Wah…berita yang tersebutkan di artikel bro Edo cukup mengejutkan ane sebagai salah satu bike enthusiast Bajaj. Pak Apong Arfiansyah yang sejak tahun 2006 sampai 2008 bergabung di PT. Bajaj Auto Indonesia (BAI), ATPM Bajaj ternyata telah mengubah haluannya. Ini jelas mengejutkan..apa sebab?

Pak Apong Arfiansyah dan Ananda tercintanya

Tahun 2008, Pak Apong mengumumkan pengunduran dirinya dari BAI, dan beberapa bulan berikutnya Pak Apong mengundang beberapa kawan dari Pulsarian Community untuk menghadiri pembukaan restoran barunya di wilayah Depok, kalau gak salah namanya Bebek Gubeng.

Bebek Gubeng Pak Apong

Namun sayang karena keterbatasan waktu, kami tidak sempat memenuhi undangan tersebut dan hanya menduga bahwa Pak Apong sudah bosan bekerja sebagai employee dan ingin berwirausaha dengan buka restoran Bebek..yang pastinya lebih oke dari motor bebek.

Pak Apong - Pak Sanghong - Budjel (BAI)

Sekarang rupanya Pak Apong telah bergabung sebagai GM Sales and Marketing di bawah komando Pak Kristianto Gunadi dari PT Minerva Motor Indonesia (MMI) dengan lini produk seperti Minerva Migelli 250 dan 150VX pastinya untuk membesarkan brand motor tersebut. Bisa jadi Pak Kristianto Gunadi merekrut Pak Apong karena Pak Apong sukses mengangkat derajat, martabat dan image Bajaj lepas dari kendaraan roda tiga yang lamban, berisik dan berasap tebal menjadi motor gagah yang pas untuk komuter di perkotaan.

Sementara hal yang menurut ane diperlukan dari brand Minerva adalah memperbaiki image motor cina yang dianggap minim kualitas, plagiat merk terkenal, cepat rusak dan layanan 3S yang buruk.

Menarik untuk dicermati bahwa jabatan Pak Apong sebelumnya di BAI adalah Brand Manager. Bisa dibilang ia cukup sukses menghentak pasaran motor Indonesia dengan Bajaj Pulsar. Setelah brand image ia rasa stabil, kemudian ia resign sejenak untuk berwirausaha.

Sempat tersiar gosip bahwa sebelum bergabung di BAI ia sempat bergabung di AHM, benarkah ini? Yah..biar Pak Apong saja yang jawab yah!

Sekarang, selamat membesarkan nama MMI yah pak, jika jadi MMI memasukkan motor 650cc nya ane harus coba nih. Tugas besar menanti Pak Apong untuk membesarkan nama MMI. Setelah itu apa lagi? Hanya Pak Apong yang tahu. Selamat bertugas Pak Apong!

sumber foto: googling, facebook Pak Apong








%d blogger menyukai ini: