Salah Kaprah… “Semakin Besar cc dan Power Motor, Semakin Besar Tanggung Jawab”

17 06 2013

besar, kecil…tanggung jawabnya sama…!!

Gemas juga setelah beberapa hari ini mendengar beberapa kali perbincangan mengenai kasus kecelakaan motor dari mulai bebek hingga moge yang kerap terjadi..imbas akibat buruknya transportasi massal yang makin ancur..

Di beberapa perbincangan yang kerap dijadikan semacam aksioma adalah Baca entri selengkapnya »





Area Parkir “Heavy Motorcycles” di Bellagio..Siapa Saja Boleh Parkir Di Situ…??

21 01 2012

Bellaggio Mega Kuningan Timur

Menarik memperhatikan parkiran khusus untuk motor besar (atau mungkin lebih pas disebut premium bike) yang ada di gedung Bellagio, Mega Kuningan Timur. Area parkir yang terletak di basement tersebut berada di tengah parkir motor lainnya. Setelah memasuki gerbang parkir maka petugas parkir akan membukakan tali pembatas. Baca entri selengkapnya »





Salam dari Pupu untuk para Harley-Davidson Riders…!!

30 10 2011

Pupu menyaksikan rombongan HD Riders

Minggu pagi yang cerah, sepulang dari makan bubur dan ternak-teri (anter anak isteri) jalan-jalan di Senayan, di sepanjang Rasuna Said ane disalip oleh beberapa rombongan konvoi Harley-Davidson yang lumayan banyak. Barangkali ada lebih dari 30 motor.

Mendengar gerungan mesin V yang khas Harley Davidson, si kecil Pupu yang sedang tidur di jok belakang tiba-tiba bangun, minta pindah ke depan, dan Baca entri selengkapnya »





8 Tips “Battery Care” Dari Kawasaki TV

30 08 2011

Kawasaki Battery Care

Karena subscribe ke channel Kawasaki TV di Youtube, makanya ane jadi dapat informasi terbaru dan dapat dipertanggung jawabkan, langsung dari Kawasaki Motor Corp. USA yang pastinya punya admin media sosial yang mengerti betul urusan motor.. :mrgreen: . Tips kali ini seputar cara merawat battery (selanjutnya disebut “aki”) motor agar selalu dalam top performance. Ini dia Baca entri selengkapnya »





Motor Dikirim dengan Truk Sewaan..Kini Ane Paham Alasannya..

29 07 2011

angkut moge (comot dari blog Mas triatmono)

Dahulu, ketika melihat rombongan moge yang hendak touring ke sebuah tempat lantas pulangnya naik pesawat atau moda transportasi lain, kadang ane berpikir.. Kenapa gak dikendarai lagi aja ya..? Baca entri selengkapnya »





Pak Gubernur Dipepet Rombongan Moge..Mari Pandang Dari Berbagai Sisi..

27 04 2011

konvoi euy.. :mrgreen:

Hanya bisa tertawa geli membaca berita dari Okezone..

Bapak Gubernur Bali dikisahkan hendak menengok lokasi Sekolah Menengah Kejuruan  yang diperuntukkan bagi anak-anak miskin di Bali, di tengah perjalanan, tepatnya di desa Luwus, jalan jurusan Denpasar-Singaraja, Pak Gubernur yang dikawal ajudannya ini harus menepikan mobilnya karena ada rombongan moge mau lewat. Baca entri selengkapnya »





Seberapa Besar Keseriusan Ente Membeli CBR 250..?

23 02 2011

image

Sudah hampir sebulan sejak ane terima kabar bahwa test ride CBR 250 akan digelar pada akhir Februari ini. Sudah lebih dari tiga bulan malah, artikel ane terdahulu mengenai komparasi CBR 250 vs Ninja 250 masih saja menjadi ajang “bakar-bakaran”.. Namun bukan itu yang ane mau bahas.. Baca entri selengkapnya »





Kenapa Gayus Tambunan Gak Pilih Ducati..?

26 01 2011

Disebut-sebut bahwa si Gayus, tersangka koruptor pajak mendapatkan hadiah sebuah motor Harley Davidson tipe Ultra Classic..Wew…barang mahal ini, harganya aja bisa Baca entri selengkapnya »





Parkiran Motor di Ibukota..Motorsiawi Gak Sih..?

18 01 2011

Wangsit ngeblog ane dapatkan setelah menaruh Ironhide di sebelah Yamaha R1 hitam di parkir yang katanya khusus moge di sebuah pusat perbelanjaan terkemuka di Jakarta. Baca entri selengkapnya »





Berharap Yamaha Byson Semakin Semok..

17 01 2011

Yamaha Byson…motor batangan yang satu ini ane akui memiliki penampilan yang ciamik, dari mulai lampu naked hingga tangki gambot berkondom dan desain lampu belakang yang menempel ke spakbor. Baca entri selengkapnya »





Demi Sesuap Nasi dan Sebuah Motor (Besar)..

9 11 2010

menabung demi sesuap nasi dan sebuah motor..asli milik sendiri.. :mrgreen:

Maaf, beberapa hari ini tidak posting artikel karena kesibukan pekerjaan yang menggunung..dan menekuni hobby lama yaitu MENABUNG.. Baca entri selengkapnya »





GIRIFUMI: LIKE THIS GAN !!!

5 10 2010

like this gan...!!!





Moge-Moge Suzuki, Pindahan ke PRJ 2010

17 06 2010

Ini berdasarkan pengalaman ane sehari-hari melintasi dealer Suzuki di Jl. Danau Sunter Selatan. Di sana terdapat dealer Suzuki yang memajang moge-mogenya di etalase lantai 2.

Sebut saja Bandit 1200S, GSX-R 600 dan WR400 setiap hari ane tengarai sedang duduk manis di sana, memberi mimpi dan harapan kepada yang memandang akan kegagahan moge-moge build up tersebut..

Nah, sejak pembukaan PRJ kemarin ane perhatikan ada yang hilang dari dealer Suzuki tersebut..para moge HILANG..

MOGENYA HILANG..!!!

Ternyata mereka didaulat menghias booth Suzuki di PRJ 2010.. Ya tak salah lagi, inilah moge-moge yang setiap hari ane lihat di dealer Suzuki Danau Sunter Selatan.

GSX-R 750

Bandit 1200S

DRZ 400

M1800R Intruder

Mimpi melihat dari dekat sudah terpenuhi, seperti tahun sebelumnya, ane bisa berfoto dan menyentuh moge-moge indah itu..mimpi selanjutnya pasti memilikinya..ah..tapi sepertinya masih jauh ya.. :D

Booth Suzuki

Suzuki pun cukup mengerti betapa jauhnya mimpi itu dan mendekatkannya dengan produk lain yang bersahabat dengan kocek sebagian besar masyarakat.

tak ada bandit, bebek pun jadi





Moge Wannabe..Apaan Sih?

4 03 2010

Bebek di Pantat, Moge di Kepala..!

Moge Wannabe..

Istilah yang tanpa sengaja terlontar dari mulut ane sekitar setahun yang lalu  ini menjadi bahan tertawaan.. waktu itu ane dan beberapa kawan di Taman Suropati sedang membahas kelakuan pengendara motor di jalanan Jakarta. setelah googling pun ane menemukan artikel berikut yang cukup menggelikan.

Ya mungkin karena kebetulan otak ane sedang mencari padanan frase yang pas untuk mewakili penunggangan sepeda motor yang berkelakuan sebagai berikut.

  • sudah tahu motornya kecil, well kecil itu relatif pastinya.. katakanlah dibawah 150 cc tapi kenalpotnya diganti super berisik..pernah ane tanya sebabnya, jawab si pemilik “agar kedengeran kayak motor gede pak”…reaksi ane: ckckckck..Segitunya bro..
  • mendandani motornya dengan maksud agar terlihat gede, bukan dengan maksud fungsional tapi lebih kepada maksud agar dilihat orang. Contohnya mengganti ban dan velg motornya dengan limbah moge atau memasang box gede kiri kanan atas. Tidak ada yang salah memang, mengganti ban dan velg dengan ukuran besar dapat membuat motor lebih “ganteng” tapi ya..tetap saja cc mesin tidak berubah..he he..
  • gemar memamerkan foto diri di atas moge yang bukan miliknya. Orang seperti ini sering ane jumpai, termasuk ane sendiri..duluuu…sebelum memiliki moge. hehehe. Narsis boleh saja, tapi kalau dipamerkan secara berlebihan bahkan mengklaim seakan-akan moge tersebut miliknya, nah ini yang layak disebut moge wannabe.
  • gemar membuntuti moge di jalan, nah ini juga..moge wannabe juga menjalar ke aksi motorik seperti ini. tak jarang motor-motor kecil dengan sengaja membuntuti dan menempel ketat sebuah moge yang melintas.
  • mengendarai motor dengan kecepatan dan putaran mesin tak wajar. Pernah dengar kata sruntulan? he he he..Kata yang ane dengar dari bro Sontul, salah satu pendiri HORNET (Honda Riders On The Net) ini sangat mewakili gaya bermotor di atas. Ibarat memaksa seekor keledai untuk berlari secepat kuda arab, memaksakan kecepatan dan RPM motor melebihi kemampuannya membuat motor berteriak…”Woi..kalau mau torsi & power gede ganti motor aja luuu…!”
  • memiliki moge tanpa surat-surat lengkap (STNK=BPKB). hehehe, ane pernah seperti ini nih dan trust me..sangat-sangat tidak nyaman berkendara dengan moge bodong, cek posting ane sebelumnya di sini. oleh karena itu tahun ini ane memilih menjual moge bodong tersebut dan membeli motor yang legal..UU no.22 tahun 2009 sudah diberlakukan, mari taati bro!

Mengapa fenomena moge wannabe terjadi?

Kesalahan tidak seluruhnya pada konsumen sepeda motor, namun perlu dicermati pula para produsen sepeda motor di Indonesia yang ane nilai sangat pelit melakukan inovasi terhadap produknya. Coba lihatlah jenis motor yang beredar di pasaran motor dan jalanan Indonesia..jenis motor apa yang paling banyak ditemui? Silakan jawab sendiri dan silakan menilai mayoritas kelakuan pengendaranya.

ATPM produsen motor saat ini seakan tidak memiliki idealisme. Seakan-akan orang Indonesia hanya boleh mengendarai motor-motor kecil dan berteknologi seadanya. Sekalipun cukup banyak varian moge yang dijual di Indonesia, harganya selangit dan tidak terjangkau.

Lepas dari masalah daya beli, hal ini sungguh berbeda dengan beberapa negara tetangga kita seperti Thailand dan Singapura. Jika ente pernah berkunjung kesana, maka moge dari mulai 400 cc hingga >1000 cc dengan mudah ditemui.

Memiliki moge di Indonesia tidaklah mudah. Hambatannya adalah harga dan legalitas. Jika ente memiliki dana, maka sebuah motor Ducati atau Harley-Davidson baru dan resmi (memiliki STNK-BPKB) dapat dipinang dari dealer, namun jika dana pas-pasan maka moge bodong pun bisa juga diperoleh dengan resiko tidak bersurat. Nah memiliki moge bodong tidak ane rekomendasikan lho, kecuali untuk pajangan di ruang tamu.

terkadang moge bodong ditemukan di sini

Website jual beli Moge

Kondisi demikianlah yang menjadikan memiliki moge hanya menjadi mimpi belaka di benak sebagian besar masyarakat Indonesia, akibatnya ya..fenomena moge wannabe merebak di mana-mana. Modifikasi motor yang tidak MEFRIK (Modern, Estetika, Fungsional, Rasional, Inovasi, dan Kreasi ditambah lagi SAFETY) pun laku keras, padahal tidak selalu bermanfaat bagi pemiliknya

Sampai kapan fenomena moge wannabe terus berlanjut di Indonesia? Well hanya Tuhan yang bisa menjawab. Manusia hanya bisa menilai. Tetap ingat selalu bahwa “di atas langit masih ada langit, dan di bawah tanah masih ada tanah”. Cukup sadari posisi kita di mana dan syukuri saja sambil terus berusaha. Tak ada salahnya mengejar moge impian kita dengan cara yang benar.

Yang pasti jika menemui orang dengan kelakuan seperti salah satu di atas, maka frase “moge wannabe” layak disandangkan untuknya.





Bumblebee, My Yamaha XJR400

22 02 2010

Yamaha XJR 400 tahun 1999, motor ini resmi ane beli di awal tahun 2008 dan ane beri nama Bumblebee. Kisah cinta kami dimulai sejak ane melihat fotonya di sebuah situs jual beli motor besar. Motor berwarna kuning ini segera memikat ane dan gayung bersambut,  penjual dan pembeli menyepakati harga jual setelah melalui proses negosiasi.

First Encounter With Bumblebee

Apa yang dapat ane ceritakan tentang XJR400 ini? Yang jelas motor ini adalah moge pertama yang ane beli dari hasil jerih payah ane sendiri. Rasanya berbeda dengan memakai moge-moge oom ane. Ya, dulu sewaktu kuliah ane memang badung, didukung dengan oom ane yang hobi motor besar. Waktu itu ane dipercaya untuk membawa Suzuki Bandit 400 VTEC. Alasannya..”biar kamu cepet bisa naik motor”  begitu katanya.

Cukup dulu cerita Banditnya..nanti akan ane ceritakan di artikel lain. Bagi ane mengendari moge dengan mesin inline four seperti ini jelas beda rasanya ketimbang memodifikasi motor batangan standar menjadi “moge wannabe”.

Yang jelas pengalaman pertama mengendarai Bumblebee adalah dari bilangan Cibubur menuju Kelapa Gading. Berhubung Bumblebee adalah motor bodong alias tidak memiliki STNK dan BPKB maka mengendarainya juga membawa sensasi tersendiri apalagi jika berpapasan dengan pak polisi. Untungnya Bumblebee tidak terlalu terlihat seperti moge karena sekilas mirip dengan Suzuki Thunder 250.

Bumblebee di Garasi

Sebelum meminang Bumblebee ane membandingkannya dengan 2 motor lain yang masuk nominasi ane yaitu Honda CB400 Super Four dan Suzuki Bandit 400 VTEC. Paling tidak berikut hasil perbandingan kecil-kecilan yang sempat ane buat. Cukup jelas mengapa akhirnya pilihan ane jatuh pada si Bumblebee.

400cc Bikes Comparison

Kembali mengendarai moge setelah sekian tahun absen membuat ane agak kagok, terlebih pada handling dan torsi besarnya. Satu hal yang “ngangeni” dari moge adalah suara mesinnya. XJR memiliki suara mesin yang kasar pada RPM bawah namun suara raungan khas mogenya baru keluar di 2000 RPM ke atas.

Bumblebee memiliki karakter mesin yang lambat di putaran bawah. Tarikan atau torsi baru akan terasa jika RPM ditarik menuju angka 6000 ke atas. Mesin 4 silinder-DOHC nya akan membuat badan rider tertarik ke belakang akibat inersia. Lebih dari cukup untuk mengejar Harley-Davidson Roadking yang sedang berakselerasi..hehehe, ini ane lakukan saat touring bersama kawan-kawan Miles Biker menuju Ujung Genteng.

Perpindahan transmisi 6 kecepatannya lebih responsif dari Bandit 400. Sayangnya sepanjang ane memiliki Bumblebee hanya 3 kali ane riding hingga gear ke-6. Itupun hanya sampai kecepatan 160 km/jam. Sebenarnya motor masih bisa menambah kecepatan, namun ridernya sudah gemetaran duluan. Ini sering ane lakukan ketika ane sedang iseng di malam hari di jalan boulevard Kelapa Gading.

Berpose di Bayah

Didukung dengan suspensi Ohlins, handling Bumblebee sangat stabil. Gejala stang goyang maupun guncangan mampu direduksi dengan baik. Satu hal yang ane sayangkan dari shokbreaker belakang Ohlins standar pabrikan itu adalah tingginya, yang menyebabkan percabangan leher knalpot di bagian bawah mesin selalu saja terbentur polisi tidur. Hal ini ane akali dengan mengganti shockbreaker belakang tersebut dengan milik Pulsar 180. Hasilnya motor terlihat lebih “nungging” dan benturan dengan polisi tidur tidak lagi terjadi.

Rear Shockbreaker (Before - After)

Perawatan Bumblebee tidak merepotkan, karena tidak memakai radiator dan hanya memakai oil cooler. Oli mesin hanya 2.7 liter dengan spesifikasi 10w40. Sparepart Bumblebee seperti kampas dan plat kopling dapat dikanibal dengan Yamaha Scorpio sementara kampas rem depan dikanibal dengan Bajaj Pulsar, dengan sedikit ekstra menggerinda tentunya.

Oil Cooler, Mempermudah Perawatan

Hal penting selanjutnya adalah penampilan. Yamaha XJR400 memiliki body yang terbesar di kelas moge 400 cc, hal ini dapat dilihat dari tangki yang panjang dan lebar dan body buritan yang lebih montok dari moge 400 cc lainnya namun tetap terlihat tidak jauh seperti Suzuki Thunder 250. Kecuali jika orang melihat blok mesinnya yang lebar pasti akan langsung sadar bahwa yang ia lihat adalah moge.

Beberapa pengalaman seru ane alami bersama Bumblebee, mulai dari touring ke Bandung dan Ujung Genteng serta city riding setiap minggunya. Karena terlihat seperti motor biasa maka kadang Bumblebee digoda motor lain untuk balapan. Jika ane sedang iseng dan ingin “torque show off” maka ane jabanin saja itu orang. Tercatat beberapa motor seperti Yamaha Scorpio, Suzuki Satria FU hingga Kawasaki Ninja 250R pernah ane pecundangi..hehehe..4 silinder kok dilawan, mbok ya liat-liat dulu gitu lho.

Selama memelihara Bumblebee satu-satunya hal yang merepotkan hanyalah ketiadaan STNK dan BPKB. Ane jadi harus sering memantau keberadaan aparat polisi di sekitar ane. Hal inilah yang akhirnya memutuskan ane untuk menjual Bumblebee yang sudah ane ceritakan di artikel sebelumnya.

So overall ane sangat puas pernah memiliki Bumblebee, keinginan memiliki moge di atas 600 cc pun masih ada. Tahun ini ane meminang Kawasaki Ninja 250R yang ane beri nama Ironhide dan tetap berencana untuk meminang sebuah moge lagi, kali ini harus yang resmi dan bersurat lengkap tentunya. Nominasi ane sebagai berikut:

- Kawasaki ER-6F/N

- Kawasaki Versys

- Suzuki GSR 600

Ada masukan moge mana yang terbaik menurut ente?





Yamaha FJR1300 Police, Armada Baru Polisi Militer (?)

17 02 2010

Well…(mengikuti gaya ngeblog oom Rudi Triatmono) setelah beberapa kali melihat sekelebat penampakan motor besar baru tunggangan anggota Polisi Militer ada beberapa motor yang terlintas di kepala ane, yaitu Honda VFR800 Interceptor, Honda ST1100 dan Yamaha FJR 1300 Police, ketiganya memiliki bentuk yang paling mendekati motor yang ane lihat, namun feeling ane cenderung mengatakan bahwa FJR1300 lah yang ane lihat. Well…lihat saja nanti mana yang benar, sementara ini ane ingin berceloteh dulu tentang Yamaha FJR1300.

Paling tidak ada beberapa pertanda bahwa motor besar keluaran Yamaha ini sudah mulai mengaspal di jalanan Jakarta dengan ditunggangi oleh anggota Polisi Militer.

Pertama..ketika ane sedang berhenti di persimpangan Kuningan arah ke Mampang dan melihat ada iring-iringan RI-1. Motor paling depan melintas cepat sekelebat yang ane kenali hanya pannier-nya saja alias box samping yang berbentuk segi enam mirip Givi V35 atau Kappa K33. Plus bentuk motor ala sport touring berfairing warna putih.

Kedua..ketika seorang kawan ane berkata bahwa sekarang motor Polisi Militer sudah menggunakan box motor yang bentuknya seperti Givi V35. Dalam kepala ane langsung membayangkan list motor besar yang dipakai oleh Polisi dan Polisi Militer dan ternyata tidak satupun yang pannier-nya berbentuk seperti Givi V35. Dari pernyataan kawan ane ini ane mulai curiga, terlebih setelah ia ane interogasi dan ternyata testimoninya mengarah ke bentuk motor sport-touring.

Ketiga..pagi ini ane berangkat ngantor dan lagi-lagi rombongan VVIP melintas di lampu merah di depan gedung Indosat arah ke bundaran HI. Entah itu RI-1 atau RI-2 yang melintas ane tak peduli, yang ane lihat adalah dua motor besar Polisi Militer yang pertama melintas disusul oleh beberapa mobil, dua Yamaha XJ900P dan Honda Goldwing GL1800. Rupanya Yamaha FJR1300 yang berada pada posisi voorrider ini sangat cepat melintas dan karena pandangan ane terhalang beberapa mobil ane tak sempat melihat secara detail. Namun dari bentuknya ane yakin itulah Yamaha FJR1300 Police.

FJR1300P di Kepolisian Denmark

Pertama kali ane melihat Yamaha FJR1300 adalah dua tahun silam ketika ane ikut dalam city riding bersama beberapa klub motor besar. Waktu itu ane tidak sadar bahwa motor yang berada di samping ane adalah FJR1300 namun begitu ane lihat logo Yamaha dan sepulang acara itu ane googling semua motor besar yang ada di acara itu barulah ane sadar betapa “seksi” motor sport touring tersebut.

FJR1300 tampak depan

Apa yang menarik dari motor yang memperoleh gelar The Best Sport Touring Bike 2009 dari majalah Motobike ini  sehingga Polisi Militer bersedia meminangnya, ane tidak tahu pasti, namun dari motor-motor besar lansiran yang telah dipinang oleh Polisi Militer sebelumnya seperti motor di foto berikut:

Harley Davidson Electra Police

Suzuki GSX750 Police

Yamaha XJ900 Police (Diversion)

Honda GL1800 Goldwing

BMW K1100 LT

Paling tidak FJR1300 memiliki kriteria yang dicari oleh Polisi Militer yaitu torsi yang besar, gesit, lincah dan mudah perawatannya. Menilik motor Yamaha sebelumnya yaitu XJ900 Police yang sudah dimiliki oleh Polisi dan Polisi Militer sejak lebih dari tujuh tahun silam, maka FJR1300 memiliki beberapa kemiripan dengan XJ900 Police seperti mesin 4 silinder berkonfigurasi inline (segaris), suspensi monoshock dan final drive menggunakan shaft.

Shaft Drive pada FJR1300

Shaft Drive pada FJR1300

Keistimewaan motor bersilinder inline four ini terletak pada sistem transmisi 5 kecepatan yang memakai semi-automatic transmission bernama YCC-S (Yamaha Chip Controlled-Shift). Perpindahan gear menggunakan mekanisme yang dapat digerakkan dengan jempol seperti pada mountain bike dengan penyesuaian timing pembakaran yang dikontrol oleh ECU. Tuas pemindah gear di  footstep kiri tetap dapat dipakai secara simultan dan uniknya posisi netral berada di posisi paling bawah. Keunikan yang lain adalah windshield-nya yang dapat diatur posisinya melalui tombol pada stang.  Windshield ini akan kembali ke posisi semula saat mesin motor dimatikan.

Mesin Inline Four Yamaha FJR1300

Spesifikasi Yamaha FJR1300

Well..jika tebakan ane benar, dengan segala feature-nya yang mengesankan, ane ikut berbangga atas kehadiran Yamaha FJR1300 Police di jajaran armada motor besar Polisi Militer Indonesia.





Goodbye Bumblebee

22 01 2010

Bumblebee Mejeng

Bumblebee Mangkal di Garasi

Bumblebee, itulah nama yang ane berikan pada sebuah motor Yamaha XJR400 keluaran tahun 1999 yang ane beli dari seorang kawan di klub moge. Kala itu film Transformers sedang booming dan juga ane menggemari karakter Bumblebee sebagai pelindung Sam Witwicky dan rupanya Bumblebee sudah terlahir berwarna kuning dengan striping di tangki dan bodi belakang yang dapat dikatakan lucu.

Mungkin memang jodoh sehingga motor tersebut sukses berpindah tangan ke ane dengan harga yang cukup miring.

Namun apa daya, Bumblebee adalah motor tanpa surat resmi. Dengan berbekal hanya selembar STNK fotokopi ane harus terbiasa mengaspal dengannya. Awalnya takut dan harap-harap cemas namun akhirnya biasa juga.
Dengan Bumblebee, ane kembali liar menikmati torsi besar yang dulu sempat ane nikmati ketika pertama kali belajar naik motor dengan Suzuki Bandit 400. Beberapa kegiatan touring dari mulai Ujung Genteng sampai Bandung sempat ane lakukan bersama Bumblebee.

Touring ke Ujung Genteng

Sampai akhirnya sudah setahun lebih ane memelihara Bumblebee, dengan ban yang mulai botak dan konsumsi bensin yang boros, ditambah lagi Bumblebee kadang sulit distarter di pagi hari membuat ane jengkel. Yang paling tidak menyenangkan tentunya karena Bumblebee tidak memiliki surat lengkap alias bodong. Sepertinya tidak ada yang bisa dibanggakan dengan memiliki motor bodong.

Utak-Utik Bumblebee Sendirian

Akhirnya ane putuskan saja untuk menjual Bumblebee dan setelah pasang iklan di website jual-beli moge beberapa kali, Bumblebee menemukan jodohnya kembali, seorang bapak pemain moge yang berdomisili di daerah Tomang yang rupanya juga kawan saudara ane. Jadilah Bumblebee berpindah tangan.

Kibo & Bumblebee

Berapa harga jualnya?

Ane juga tidak menyangka bahwa harga jualnya adalah sama seperti harganya dulu ketika ane membeli Bumblebee..hehehe..rezeki memang gak kemana-mana.

Pengganti Bumblebee? Tunggu saja..yang jelas kali ini ane gak mau lagi beli moge bodong. Hehehe..

My Next Big Bike...?








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.698 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: