Owalaaah…Inikah Hasil dari Perjuangan Menentang Kenaikan Harga BBM Bersubsidi…??

2 04 2012

Inline image 1

Syahdan… pasca kehebohan dan gegap gempita masyarakat yang akhirnya bisa bernapas lega akibat harga BBM bersubsidi batal dinaikkan.. Seorang majikan, sebut saja namanya Triatmojo yang dapat disebut kaya-raya sedang tergopoh-gopoh memasuki gedung perkantoran, maklum..pertemuan rutin Board of Directors sudah menunggunya. Kendati demikian, sebagai seorang automotive enthusiast yang mapan dan tahu diri, ia masih sempat memperhatikan bahwa indikator bahan bakar di mobil Mercedes-Benz S350 nya menunjukkan kondisi minim.

Dengan sigap, sang juragan Triatmojo yang memiliki bisnis sampingan berjualan kambing akikahan dan bebek goreng kremes ini berkata kepada sopirnya yang bernama Mbah Syahtar.. Ya, kendati sudah lumayan berumur, namun Mbah Syahtar sangat gesit dalam urusan mengemudi. Ini karena Mbah Syahtar sewaktu muda rajin berlatih cornering di sirkuit Senthul sembari nyambi menjajakan jasa dukun peramal dan kulakan iwak peyek ke umbrella girl..yah lumayan buat tambah-tambah beli beras… begitu katanya..

"Tar, kowe tuku bensin yo..inget..kudu Pertamax yo…!! iki tak kasih duid buat beli 40 liter…Segera diisi yo…!!!" — demikian perintah juragan Triatmojo kepada sopirnya, Mbah Syahtar.

Mbah Syahtar pun menjawab "Siap juragaan…!!! Your wis is mai komen…!!!"

Dan mereka pun berpisah di lobby gedung…

___

Sepeninggal juragan Triatmojo, Mbah Syahtar ngaso dulu di bawah pohon di parkiran gedung sambil baca koran…Ia tertegun sejenak membaca headline yang menyebutkan bahwa harga BBM bersubsidi TIDAK JADI NAIK menjadi Rp 6000, dan akan tetap Rp 4500 per liternya. Hal ini disinyalir karena aksi demonstrasi mahasiswa yang digelar di berbagai kota…

Hmmm…otak bisnisnya segera bekerja. Ia segera memandang uang yang tadi diberikan oleh juragan Triatmojo. Ouw..rupanya juragan Triatmojo sangat disiplin dalam mengatur pengeluaran. Ia memberikan uang pas Rp 408.000,- untuk membeli Pertamax yang per liternya dibandrol Rp 10.200.

___

Dengan bermodal berita di koran, Mbah Syahtar langsung berhitung:

  • Premium 40 liter berarti 40 liter x Rp 4500/liter = Rp 180.000,-
  • Pertamax 40 liter berarti 40 liter x Rp 10.200/liter = Rp 408.000,-

Ia lantas bersorak…HOREEE…!!! berarti kalau uang dari juragan Triatmojo ini kubelikan premium berarti uangnya sisa dong sebesar Rp (408.000 – 180.000) = Rp 228.000,- …!!!

___

Dan..ia pun bergegas mengisi premium…tanpa malu ikut antri bersama bebek, bajaj 3 roda dan angkot-angkot. Ia tak perlu malu meskipun puluhan mata menatapnya dengan pandangan sinis.. dalam hati ia berujar.. "Lhaaa…wong aku iki wong cilik kok…urusan mobil juraganku diisi premium yo wis benn…lha aku butuh hepeng kok…

Usai mengisi Premium yang "katanya" hanya diperuntukkan untuk yang tidak mampu, (eee…meskipun belum ada batasan yang jelas bagaimanakah yang disebut kalangan "mampu" dan "tidak mampu" itu) ia memandangi beberapa lembar uang pemberian juragan Triatmojo yang tersisa sambil membathin..

"Terima kasih wahai rekan-rekan mahasiswa yang sudah gigih berdemo agar harga BBM bersubsidi tidak jadi naik..kalian benar-benar memperjuangkan nasib orang seperti saya…"

Inline image 2

___

Sekitar 100 meter dari pom bensin, seolah ada suara yang berkata kepada Mbah Syahtar.. "E..mbah, itu duid hasil korupsi kelas iwak teri mau sampeyan pakai buat apa…?"

Jawab Mbah Syahtar: "Aahahahaaa..mau tak pake beli metik Meow Jeh..ben iso pamer sama tetangga-tetangga…"

___

Owalaaah…kalau sudah gini kepiye bro n sist….??

***

(ditulis berdasarkan kisah nyata, nama dan tempat disamarkan)

sumber foto: Depoknews.com





Gonjang-Ganjing Matic Irit…ATPM Gak Mau Rugiii…!! Goda Terusss Rakjat Ketjil…!!

27 02 2012
matic irit (katanya)

matic irit (katanya)

Kalau diperhatikan belakangan ini, jagad blog otomotif lagi ramai bersahutan meneriakkan topik matic irit…!! Hal ini juga dibarengi dengan pemberitaan santer akan naiknya harga BBM bersubsidi antara Rp 500 sampai Rp 1500 per liternya.

Ini tentu saja membuat ATPM motor kalang kabut…dengan kenaikan sebesar itu, beberapa kalangan rakjat mungkin akan berpikir ulang untuk membeli motor dan mungkin akan berpaling ke transportasi publik yang lebih nyaman dan murah…!!

Oleh karena itu, perlu dibuat suatu produk motor yang memiliki image alias pencitraan irit BBM…Ini dapat diartikan dengan kata lain..”Ayo laaagh para rakjat ketjil, belilaaah motor buatan kami ketimbang naik angkot…”

Dan..

Beberapa pihak pun dibayar dan direkrut untuk menjadi corong ATPM…siapa lagi kalau bukan blogger…yaagh..you know who laah..

Tujuan pun tercapai…amplifier blogger bayaran pun berbunyiiii… “Waaah matic anu itu berhasil mencapai konsumsi BBM sekian liter per kilometer…!!” Ada lagi yang berkomentar… “Hebooooh…matic anu dengan pengukuran alat anu berhasil irit sebesar sekian liter looooh…!!”

Dan..ATPM pun berhasil..

Maka…berbanggalah para blogger bayaran tersebut karena berhasil mencicipi motor baru…bertepuk tanganlah para ATPM karena hanya dengan uang receh yang paling berkisar Rp 1 juta sampai 2 juta per blogger (atau mungkin lebih?) , pemberitaan khas blogger yang “katanya” jujur bisa diperoleh…!!

Namun tunggu dulu..beli motor itu adalah solusi individual..bukan solusi komunal..alias solusi yang sifatnya kolektif. Lagi-lagi strategi ala Londo “divide et empera” diterapkan.. Simple saja thoo..daripada rakjat berdesakan di dalam sebuah bis..beli saja motor sendiri-sendiri lebih enak lhooo..

Seolah ada sebuah rencana besar bin grand strategy untuk menyuburkan bisnis kendaraan pribadi…caranya mudaah..cukup sogok pengambil kebijakan dan pemerintah agar transportasi publik tetap dalam kondisi buruk…

Kemudian…pembangunan jalan harus digalakkan, lihat saja JICA rajin mendanai pembangunan jalan thooo…dan terakhir…Kementrian Perindustrian harus diberi sesajen agar TPT kendaraan baru dapat monceeer…!! Agar penikmat gosip motor baru dapat bersuka cita..iya toooh…??!

Rakjat seolah diajarkan bahwa lebih mudah mencari solusi sendiri ketimbang memaksa wakil rakjat dan pemerentah untuk melayani dan menyediakan transportasi publik yang aman dan nyaman..

Padahal kalau dihitung-hitung belum tentu juga beli motor lebih murah daripada naik angkotum… Ingat..hitungan hanya melibatkan angka Rupiah, belum menghitung resiko celaka dan suntuknya kemacetan jalan…!!

Belum lagi salah kaprah yang timbul alias pembodohan otomotif yang mencitrakan bahwa beli motor = investasi, sehingga rakjat pun termakan informasi dan mencari motor yang harga jual kembalinya masih tinggi…sungguh sesat bin kasihan…!!

Dan pada akhirnya…mereka yang termakan jargon iklan “motor irit” akan mengalami hal seperti foto di bawah ini.

selamat menikmati matic irit ente yaaa...!!

selamat menikmati matic irit ente yaaa…!!





Area Parkir “Heavy Motorcycles” di Bellagio..Siapa Saja Boleh Parkir Di Situ…??

21 01 2012

Bellaggio Mega Kuningan Timur

Menarik memperhatikan parkiran khusus untuk motor besar (atau mungkin lebih pas disebut premium bike) yang ada di gedung Bellagio, Mega Kuningan Timur. Area parkir yang terletak di basement tersebut berada di tengah parkir motor lainnya. Setelah memasuki gerbang parkir maka petugas parkir akan membukakan tali pembatas. Baca entri selengkapnya »





Urusan Premium Atau Pertamax..Yang Penting Tahu Diri..

28 06 2011

mobil isi premium (sumber: majalahforum.com)

Waladalah..hari ini ane baca artikelnya Mas Tri dan juga di beberapa media massa yang menyatakan bahwa membeli bahan bakar premium adalah Haram hukumnya. Ini tentu saja berita yang benar-benar meledak diluar fantasi..

Yah, lepas dari haram atau tidaknya..ini masalah Baca entri selengkapnya »





2011, Tahunnya “What If”

9 01 2011

Di awal tahun 2011 ini sudah ada beberapa berita yang berkaitan dengan otomotif dan sekitarnya. Dari mulai pembatasan BBM bersubsidi hingga pembatasan kendaraan pribadi.

Sumber yang dapat dipercaya sudah sangat santer memastikan kebenaran berita tersebut.

So, bagaimana pendapat ente jika:

– BBM bersubsidi alias premium dibatasi, sebagai gantinya Pertamax yang dipakai.

– Penggunaan kendaraan pribadi dibatasi. Artinya dengan segala cara, pemerintah akan mengerem jumlah kendaraan pribadi. Entah itu dengan pembatasan mobil dan motor dengan ERP, biaya parkir dinaikkan, dsb.

Rancangan Peraturan Pemerintah yang mendukung kedua topik hangat di atas juga digadang-gadang segera terbit.

Bagaimana situasi lalu-lintas dan jalan di 2011? Mari kita tanyakan pada bebek yang bergoyang.. :mrgreen:





Pembatasan BBM Bersubsidi, Akan Dimulai April 2011

7 01 2011

Dari email yang ane terima, ternyata pembatasan BBM bersubsidi oleh pemerintah ternya benar adanya akan mulai dilaksanakan pada kuartal pertama 2011. Silakan lihat gambar di bawah. Baca entri selengkapnya »





EEE…!!!

25 09 2010

lokasi: pom bensin Jl. Pramuka, Jakarta

Silakan berbagi pendapat..





Honda PCX 125 Menggebrak Segmen Premium Matic, Ente Berminat?

18 06 2010

Dengan spesifikasi singkat seperti di bawah ini:

sumber: powersports.honda.com

Fitur unggulannya adalah:

  • Combi Brake System (CBS), seperti pada Honda Vario CBS Techno
  • PGM-Fi, sudah aplikasi injeksi nih
  • Bagasi 32 liter di bawah jok, wow..serasa membawa box
  • Front box, lumayan buat taruh minuman, hp atau sarung tangan
  • Ukuran body bongsor, hampir sebesar Piaggio X9

Nah, sekarang lihat harganya.. Rp 32.000.000,- (tigapuluh dua juta rupiah) 😀 on the road..di segmen harga 30 jutaan ini, di Indonesia PCX 125 akan beradu dengan motor-motor berikut:

  • Kawasaki Ninja 150RR – Rp 31.500.000,-                 (sport)
  • Minerva Megelli 250 RV – Rp 34.500.000,-             (sport)
  • Honda CBR 150R – Rp 32.000.000,-                            (sport)
  • Kaisar Ruby 250 – Rp 26.000.000,-                             (cruiser)

Ninja 250R

Minerva Megelli 250

Kaisar Ruby 250

Honda CBR150R

Direct rival si big-matic ini di kelas skuter/matic adalah Piaggio Fly 150cc dengan harga Rp 30.000.000,- dan Benson Like Rp 23.950.000,-

Piaggio Fly 150

Benson Like

Dan bisa jadi akan menggerogoti pasaran Kawasaki Ninja 250R yang berharga Rp 46.500.000,-.

Itu dari pandangan marketing. Rupanya Honda sudah mau memperhatikan segmen premium dan tidak melulu keasyikan jualan motor bebek.

Sekarang pandangan ane sebagai calon konsumen…yuk menerawang ke depan.. 🙂

Fitur unggulan yang ane sukai adalah body yang bongsor, CBS dan bagasi yang luas. Motor matic ini cocok buat kaum PSK (Pria Seratus Kilo) penggemar matic yang sudah lelah dijuluki “beruang sirkus”..(well ane juga bernasib sama bung.. :D).

Beruang Sirkus

Fitur lainnya yang baru juga alarm anti maling dan kaliper depan yang memiliki 3 piston, baru kali ini ane menyaksikan matic dengan rem seperti itu..pastinya braking force akan lebih besar, semoga saja tidak menyebabkan motor skid, alias slip.

Fitur Honda PCX 125

Kalau masalah pilih-memilih, PCX 125 bakal menjadi pilihan lain di segmen motor 30 jutaan dan matic segmented yang selama ini identik dengan skuter buatan Piaggio. Jika selama ini pasaran motor di ranah harga tersebut identik dengan motor-motor cruiser atau sport.

PCX 125 dengan segala fitur unggulannya menurut ane masih terlalu mahal. Seperti biasa pemeo akan berkata “jenis motor apapun kalau diberi merk Honda, pasti harganya jadi mahal”..hehehe..urusan harga memang sensitif meskipun Honda sudah total mengeluarkan motor yang benar-benar fresh.

Dari aspek penggunaan, PCX sudah pasti akan menyedot perhatian saat ente mengendarainya, dan juga akan menyedot tenaga saat ente memarkirkannya di parkiran motor, seperti posting bro Saranto mengenai parkir motor. Itulah konsekuensi yang akan ditanggung menunggangi big-matic.

cornering dengan PCX 125

Dengan fitur ACG Starter yang akan mematikan mesin motor setelah 3 detik idle (misalnya di lampu merah) maka efisiensi bahan bakar akan meningkat, terlebih untuk menyalakannya lagi  hanya perlu putar gas saja.  Tapi tunggu dulu, dari segi safety, menarik gas setelah  mesin mati ini berpotensi bahaya jika diputar berlebih..perlu dijadikan perhatian nih. Artikel lengkap mengenai ACG Starter bisa dibaca di sini.

Aspek lainnya adalah perawatan, dengan sparepart Honda yang relatif mahal, harus dipertimbangkan juga biaya maintenance PCX nantinya.

Jadi, beli gak nih..?

Well, itu tergantung ente, ane sudah kasih masukan plus-minusnya. Kalau ente tergolong daily bikers yang rutenya sering kena macet maka memakai PCX tiap hari sudah pasti kurang nyaman karena manuver-ability-nya kurang plus fitur auto engine stop nya yang berpotensi mengganggu. Tapi jika ente termasuk bike-enthusiast yang berencana memakai PCX hanya sesekali pada waktu senggang dan kondisi jalan tidak macet, maka PCX 125 bisa jadi must have matic nih..!

Selamat memutuskan!





Kawasaki di Indonesia, Idealis atau Terdesak?

3 03 2010

Kawasaki Products

Seperti dalam artikel ane sebelumnya, juga karena tahun ini ane jadikan tahun Kawasaki bagi ane..he he..maklum, sebuah Kawasaki Ninja 250R baru saja mendarat di rumah ane tanggal 5 Februari lalu. Karena itulah maka ane ingin sedikit mengulas tentang brand Kawasaki dari perspektif ane.

Istri baru..Motor Baru..he..he..

Jika ane amati sepak terjang brand motor yang identik dengan warna hijau ini di Indonesia terkesan unik namun miris.

Dimana uniknya?

Tak lain karena positioning lini produk mereka yang mengincar niche market, sebuah ceruk pasar yang berada di tingkat piramida menengah ke atas. Tentunya brand produk yang berani mengisi jenis pasar ini tidak akan melakukan strategi marketing dengan beriklan gencar di televisi. Ceruk niche market berisi konsumen-konsumen yang tidak mudah termakan iklan dan mampu melakukan analisa perbandingan terhadap motor yang akan mereka beli. Coba amati produk Kawasaki, jenis motor apa yang mereka pernah iklankan di televisi..hampir tidak ada bukan..Well..mungkin ada tapi ane yang tidak lihat..he he..

Kawasaki ER-6N

Lalu..Kenapa miris?

Coba amati lini produk Kawasaki..Apa yang menjadi produk kebanggaan mereka? Jawabannya pasti lini produk Ninja. Ya..lini produk Ninja dari mulai 150R, 150RR hingga 250R seolah menjadi flagship bagi Kawasaki. Nah..mari bandingkan dengan brand motor lain, dalam hal ini anggota AISI (Asosiasi Industri Soang dan Itik..ups maaf, maksudnya Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia), apakah ada yang berani masuk ke pasar kelas premium yang sama dengan Kawasaki. Jawabannya: BELUM ADA. Kecuali jika brand motor high end seperti Ducati, BMW, Harley-Davidson ikut disertakan dalam kelas ini..Itu tentunya beda kelas bung..

Beda Kelas Bung..

Ketika membandingkan beberapa brand motor dan produk unggulannya, ane lalu memandang Kawasaki yang tetap tegar dengan lini Ninja, KLX250 dan D-Trackernya. Apakah memang karena Kawasaki sangat memiliki idealisme dalam berjualan motor dibandingkan kompetitornya?

Belum tentu.. Mari kita bandingkan beberapa brand motor besar di Indonesia dan produk unggulan atau favoritnya (jika ada).

Honda – identik dengan lini motor bebek-bebeknya, cenderung pelit teknologi dan harga mahal.

.

Yamaha – identik dengan lini motor Vixion, dan bebek-bebeknya yang mengincar tahta bebek Honda..Yamaha baru saja menorehkan tinta emas dalam penjualannya dengan menyaingi penjualan Honda.

.

Suzuki – tidak jelas mau main di segmen apa..mungkin sedang rapat strategi marketing..he he..

.

Bajaj – Serius bermain di segmen “motor laki”, ya oke lah, meskipun produk motornya semakin kecil saja cc mesinnya dan sparepart nya dikabarkan terkadang sulit dicari.

.

Kanzen – Belum ada kabar

.

Piaggio – Nah..ini mungkin bisa menjadi pesaing serius Kawasaki, namun tentunya “aroma” produknya jauh berbeda dengan Kawasaki.

Kawasaki Ninja 250R

Dengan positioning di atas, bukan tidak mungkin Kawasaki lantas berjualan dengan strategi di niche market, jadi mau tidak mau mereka harus memberikan sesuatu yang baru di pasaran motor Indonesia. Dan masuklah motor-motor kelas menengah-ke atas seperti Ninja, KLX dan D-Tracker.Jadi jelas sudah mirisnya bahwa  Kawasaki berjualan di niche market karena terdesak oleh pedagang motor lainnya dan memilih berjualan di ceruk pasar yang lain..mirip-mirip Blue Ocean Strategy bukan?

Kawasaki Versys

Bukan tidak mungkin dengan masuknya ZX-6R, ER-6 dan Versys akan membuat Kawasaki semakin berjaya melenggang seorang diri di niche market ini.

Bagi sebagian orang yang menuntut alat transportasi yang tidak pasaran dan berkelas tentunya lini produk premium Kawasaki layak menjadi pilihan.








%d blogger menyukai ini: