Gonjang-Ganjing Matic Irit…ATPM Gak Mau Rugiii…!! Goda Terusss Rakjat Ketjil…!!

27 02 2012
matic irit (katanya)

matic irit (katanya)

Kalau diperhatikan belakangan ini, jagad blog otomotif lagi ramai bersahutan meneriakkan topik matic irit…!! Hal ini juga dibarengi dengan pemberitaan santer akan naiknya harga BBM bersubsidi antara Rp 500 sampai Rp 1500 per liternya.

Ini tentu saja membuat ATPM motor kalang kabut…dengan kenaikan sebesar itu, beberapa kalangan rakjat mungkin akan berpikir ulang untuk membeli motor dan mungkin akan berpaling ke transportasi publik yang lebih nyaman dan murah…!!

Oleh karena itu, perlu dibuat suatu produk motor yang memiliki image alias pencitraan irit BBM…Ini dapat diartikan dengan kata lain..”Ayo laaagh para rakjat ketjil, belilaaah motor buatan kami ketimbang naik angkot…”

Dan..

Beberapa pihak pun dibayar dan direkrut untuk menjadi corong ATPM…siapa lagi kalau bukan blogger…yaagh..you know who laah..

Tujuan pun tercapai…amplifier blogger bayaran pun berbunyiiii… “Waaah matic anu itu berhasil mencapai konsumsi BBM sekian liter per kilometer…!!” Ada lagi yang berkomentar… “Hebooooh…matic anu dengan pengukuran alat anu berhasil irit sebesar sekian liter looooh…!!”

Dan..ATPM pun berhasil..

Maka…berbanggalah para blogger bayaran tersebut karena berhasil mencicipi motor baru…bertepuk tanganlah para ATPM karena hanya dengan uang receh yang paling berkisar Rp 1 juta sampai 2 juta per blogger (atau mungkin lebih?) , pemberitaan khas blogger yang “katanya” jujur bisa diperoleh…!!

Namun tunggu dulu..beli motor itu adalah solusi individual..bukan solusi komunal..alias solusi yang sifatnya kolektif. Lagi-lagi strategi ala Londo “divide et empera” diterapkan.. Simple saja thoo..daripada rakjat berdesakan di dalam sebuah bis..beli saja motor sendiri-sendiri lebih enak lhooo..

Seolah ada sebuah rencana besar bin grand strategy untuk menyuburkan bisnis kendaraan pribadi…caranya mudaah..cukup sogok pengambil kebijakan dan pemerintah agar transportasi publik tetap dalam kondisi buruk…

Kemudian…pembangunan jalan harus digalakkan, lihat saja JICA rajin mendanai pembangunan jalan thooo…dan terakhir…Kementrian Perindustrian harus diberi sesajen agar TPT kendaraan baru dapat monceeer…!! Agar penikmat gosip motor baru dapat bersuka cita..iya toooh…??!

Rakjat seolah diajarkan bahwa lebih mudah mencari solusi sendiri ketimbang memaksa wakil rakjat dan pemerentah untuk melayani dan menyediakan transportasi publik yang aman dan nyaman..

Padahal kalau dihitung-hitung belum tentu juga beli motor lebih murah daripada naik angkotum… Ingat..hitungan hanya melibatkan angka Rupiah, belum menghitung resiko celaka dan suntuknya kemacetan jalan…!!

Belum lagi salah kaprah yang timbul alias pembodohan otomotif yang mencitrakan bahwa beli motor = investasi, sehingga rakjat pun termakan informasi dan mencari motor yang harga jual kembalinya masih tinggi…sungguh sesat bin kasihan…!!

Dan pada akhirnya…mereka yang termakan jargon iklan “motor irit” akan mengalami hal seperti foto di bawah ini.

selamat menikmati matic irit ente yaaa...!!

selamat menikmati matic irit ente yaaa…!!





Spyshot Suzuki GW250 Kembali Beredar..Pilih Buatan China Atau Indonesia..?

7 07 2011

GW250 di pabriknya di China

Well…melihat foto-foto yang diberikan oleh bro Benny Darsonosu di Facebook mengenai Suzuki GW 250, cukup membuat ane penasaran lebih dari sekedar menikmati foto saja, ane mencoba menelaah lebih jauh Baca entri selengkapnya »





Swing Arm Cuma Sebelah, Apakah Sama dengan Bekas Gigitan Bebek..?

23 05 2011

swing arm kok cuma sebelah..? mau dikeluhkan..?

Urusan kekhawatiran konsumen memang sukses bikin pabrikan kebakaran jenggot. Namun seberapa jauh konsumen dapat merasa khawatir..? Atau malah sebaliknya, seberapa jauh konsumen dapat membuat pabrikan merasa khawatir..? :mrgreen: Baca entri selengkapnya »





Bupati Karawang bersabda: “Produksi Motor Harus Dibatasi”

16 12 2009

Produksi Motor Harus Dibatasi

Bagja Pratama – detikOto

Karawang – Banyak kalangan menilai, angka produksi motor di Indonesia sebagai sebuah prestasi tersendiri. Namun, tidak untuk seorang Bupati Kabupaten Karawang, Dadang S. Muchtar.

Menurutnya, produksi motor jutaan unit, yang tentunya bakal disertai dengan angka penjualan yang fenomenal juga, hanya kelihatannya saja sebagai prestasi yang membanggakan.

“Tapi sebenarnya membuat masyarakat kita miskin,” ujarnya di sela-sela ekspor perdana Honda Freed ke Thailand di pabrik Honda Karawang.

Maksudnya, papar Dadang, dengan produksi motor yang tidak terbatas tersebut, kecenderungan masyarakat Indonesia menjadi konsumtif dan selalu didorong oleh rasa ingin memiliki motor baru.

“Padahal, tidak semua masyarakat kita mampu, tapi berbagai kemudahan ditawarkan ATPM, sehingga mereka bisa membeli motor baru,” ujar Dadang.

Sekarang, Upah Minimum Kota saja, untuk Kota Karawang hanya pada kisaran Rp 1 juta saja, sedangkan untuk membayar cicilan motor, rata-rata pada kisaran Rp 500 ribu.

“Bayangkan, uang sisanya sekitar Rp 500 ribu, untuk makan sekeluarga, bagaimana tidak terjadi gizi buruk?” tegas Dadang.

Karenanya, ia meminta, meskipun produksi motor yang terus meningkat dari tahun ke tahun adalah sebuah prestasi yang membanggakan, namun para ATPM juga harus membuat keseimbangan.

“Jangan hanya bisa mendorong untuk membeli, tapi juga sesuaikan dengan kemampuan mereka,” ujarnya. ( bgj / ddn ) – Sumber: detikOTO

==========================================================================================

Motor Menyemut

Latar belakang ane menyebut beliau cerdas itu karena paling tidak beliau bisa “bersuara” sampai masuk media.
Paling tidak beliau lebih peduli dari pemimpin daerah lain.

Mengenai taraf ekonomi masyarakatnya ane tidak tahu, karena ane tidak punya data. Tapi interpretasi ane dari artikel itu sebagai berikut:
Kondisi kepemilikan motor di daerah Pak Bupati ini sedemikian besar, sampai ada data mendarat di meja Pak Bupati bahwa masyarakat berpenghasilan Rp 1juta mau mengeluarkan separuh penghasilannya untuk mencicil motor. artinya di sini bukan kemampuan atau daya belinya yang disoroti, tetapi niat belinya yang tinggi (kemauan/minat beli).
Dari mana asal minat belinya? ya dari iklan, dari iming2 bunga rendah, cicilan ringan, uang muka rendah dsb.
padahal secara jangka panjang, kepemilikan motor seperti ini membebani masyarakat dan hampir pasti berujung ke pemiskinan.
Pernyataan Bupati yang berbunyi:

“Jangan hanya bisa mendorong untuk membeli, tapi juga sesuaikan dengan kemampuan mereka”.

Ane interpretasikan sebagai berikut:
Bupati tidak keberatan jika harga motor murah asal masyarakat dapat memiliki kendaraan pribadi (motor). Ini bertentangan dengan judul artikel dan niat beliau untuk membatasi produksi motor.
Jika saja Pak Bupati mau sedikit turun ke jalan dan melihat sendiri tingkah polah pengendara motor (yang mana pasti banyak penyimpangan berkendara). pasti beliau akan berpikir bahwa pembatasan produksi motor harus dilakukan bukan hanya karena potensi memiskinkan cashflow masyarakat, tetapi juga berpotensi mencederai bahkan mematikan pengendaranya.

Solusinya bagaimana?

lagi2 interpretasi ane sebagai berikut:

Jangan beri kemudahan kepemilikan motor.

Jangan beri uang muka murah.

Jangan beri cicilan murah.
Pajang foto korban kecelakaan di setiap perempatan dan dealer motor. (produsen rokok bisa melakukan, kenapa produsen motor tidak?)
Semua ini untuk lebih memacu masyarakat dan mengedukasi mereka untuk lebih berpikir keras dan berusaha extra dalam memiliki motor. Mungkin mereka akan lebih pilih menabung baru membeli cash daripada mencicil.
Selama uang muka dan cicilan bulanan sebuah motor masih dapat dijangkau dengan mudah oleh penghasilan minimum, bukan mustahil, seseorang akan berminat membeli.

Paling tidak mereka akan lebih bijaksana dan mampu mengejar hal yang lebih penting daripada mengidamkan sebuah sepeda motor.

Sekali lagi semua itu tadi interpretasi ane, kalo ada yang beda ya silakan diutarakan.








%d blogger menyukai ini: