Konser Dream Theater Disponsori Perusahaan Rokok, What Do You Think…??

10 04 2012

Kehebohan konser Dream Theater sudah mulai mewabah di berbagai media massa. Ane sebagai salah satu prog-metal enthusiast turut menyambut gembira berita ini, terlebih setelah semalam menyaksikan kebolehan band beranggotakan para ABG belasan tahun yang sudah mampu memainkan musik Dream Theater yang memang terkenal ribet.. :mrgreen:

Dibalik semua itu, belakangan ini gegap gempita konser band progressive metal papan atas dunia itu ternyata menyiratkan setitik pertanyaan. Mengapa pada akhirnya terdapat sponsor dari perusahaan rokok yang muncul…?? Padahal sejak dahulu kala, Dream Theater telah “mencitrakan diri” sebagai band yang menolak sponsorship rokok dan minuman beralkohol.

iklan konser Dream Theater dimana-mana..

Yes, the band must make money bro.. Hanya saja sebagai enthusiast yang mengikuti betul bagaimana perjalanan Dream Theater hingga akhirnya ditanggap pihak promotor di Indonesia, ane penasaran..mengapa keterlibatan sponsor perusahaan rokok ini tidak diumumkan sejak awal. Padahal, sebagai fans, ane sudah cukup maklum betapa tingginya harga tiket yang harus dibayarkan karena tidak adanya sponsor. Sekedar info harga tiket non presale paling murah adalah Rp 1.5 juta rupiah (kelas Festival) sementara VIP mencapai Rp 4 juta.

flyer konser Dream Theater sebelum sponsosr diumumkan

Andai saja keterlibatan sponsor ini diumumkan sejak awal, apakah harga tiket Dream Theater akan lebih murah…?? Well…sebagai outsider ane tidak tahu bagaimana mekanisme hitam di atas putih antara pihak-pihak yang berpartisipasi dibalik konser ini. Namun alangkah baiknya jika keterlibatan sponsor diumumkan secara transparan sejak awal, terlebih melihat harga tiket yang sudah diumumkan jauh sebelum adanya sponsor ini. Dengan kondisi saat ini, wajarkah bila suara-suara dari fans yang menuntut agar harga tiket konser Dream Theater diturunkan kembali terdengar…??

Barangkali ente punya informasi pernahkah konser Dream Theater di negara lain disponsori oleh perusahaan rokok…?? Ataukah pasca hengkangnya Mike Portnoy yang digantikan oleh Mike Mangini, all things has changed…??

Dengan adanya sponsor ini pun, ane tetap berharap akan adanya venue konser yang bebas dari asap rokok, mengingat Mata Elang International Stadium adalah lokasi indoor. Juga ane tidak ingin para virtuoso tersebut kapok mampir kembali ke Indonesia hanya gara-gara masalah sponsor rokok.

What do you think…??

layout konser Dream Theater di MEIS





Bikers dan Rokok

12 09 2008

Pernah lihat bikers berkumpul tanpa merokok? ada sesuatu yang hilang?

Jangan salah, di balik kerumunan tsb, tersembunyi biker2 yang tidak merokok yang menjauhi asap rokok dan sejenisnya, yang memilih untuk hidup sehat dan sejahtera tanpa rokok.

entah kenapa sebagian besar masyarakat tidak bisa lepas dari kebiasaan merokok. Terutama kaum bikers, tidak merokok Tmalah dianggap aneh.

Kalau dihitung, pengeluaran sebulan untuk rokok dapat mencapai ratusan ribu rupiah. Anggaplah sehari menghabiskan sebungkus rokok Marlboro dengan harga Rp 12,000. Maka dalam sebulan, seorang biker bisa mnghabiskan Rp 360,000. Belum lagi kalo weekend ada acara touring atau piknik, kemungkinan bisa membengkak hingga melebihi Rp 500,000

Padahal, dana sebanyak itu bisa digunakan untuk hal lain, seperti membeli asesoris motor atau safety gear yang layak. Tak jarang ketika seorang biker ditanya, kenapa tidak melengkapi motornya dengan box, membeli helm baru atau mengganti ban dengan yang lebih bagus, sang biker menjawab “belum ada uang bor..”

Jika sang biker tersebut mau menahan hawa nafsu merokoknya, bukan tidak mungkin dalam sebulan ia bisa mengganti ban motornya dengan ban yang lebih baik atau paling tidak membeli helm bagus.

sayang sekali…

bagaimana dengan saya?
dari penampilan motor dan penunggangnyanya, apakah ada indikasi saya seorang perokok?
silakan dinilai sendiri.

ketika ada situasi dimana biker perokok ini berkumpul, saya lebih memilih untuk menyelamatkan tubuh saya dari racun rokok.
maaf bila terkadang saya melarikan diri dari suatu forum diskusi tanpa bilang, semata-mata karena saya menghargai diri sendiri.

tentunya saya tetap menghargai hak-hak orang lain untuk merokok, tapi kenapa tidak berlaku sebaliknya?
seandainya bisa berkata, maka saya akan bilang “anda boleh merokok, tapi tolong asapnya jangan kemana-mana..”

sesungguhnya orang yang merokok adalah orang yang merugi, itu opini saya,
bagaimana dengan anda?








%d blogger menyukai ini: