RSA Bahas Fenomena Geng Motor Jakarta di O-Channel

16 04 2012

ane dan Kombes Rikwanto di O-Channel

Pagi ini (16/4) RSA kembali didaulat untuk hadir ke acara bincang-bincang bersama Komisaris Besar Polisi Rikwanto, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya di acara Pagi Jakarta O-Channel. Acara yang singkat dan sarat makna ini kerap mengulas isu-isu terhangat di masyarakat kota Jakarta. Kali ini kasus geng motor menjadi topik bahasan. Baca entri selengkapnya »





Pasca Pemukulan Mobil, Bro Rio Laporkan Oknum Polantas Nakal ke PROPAM

11 04 2012

bro Rio ketika mewakili Indonesia di kongres Road Safety, Washington DC

Sebagai warga negara yang baik, tentu kita akan mematuhi perintah Pak Polisi Lalu-Lintas, lha kalau tidak diatur dan tidak mau diatur apa jadinya negeri ini. Namun apa jadinya jika sang Polantas melakukan hal-hal yang membuat anggota masyarakat menjadi tidak nyaman? Tentu saja ini bukanlah sebuah diskresi, melainkan sebuah anomali yang harus disikapi.

Ketidaknyamanan tersebut dialami oleh bro Rio Octaviano, sang ketua umum Road Safety Association (RSA). Pria yang sangat peduli terhadap keselamatan jalan ini mobilnya dipukul oleh Baca entri selengkapnya »





ATPM Diundang Kementerian Kesehatan Kok Tidak Datang…??

24 11 2011

Undangan dari Kementerian Kesehatan

Artikel ini sekedar mengingat kembali sebuah undangan yang diedarkan oleh Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) melalui Subdit Pengendalian Gangguan akibat Kecelakaan dan Tindak Kekerasan (Subdit Gakce Tisan) dalam memperingati Hari Mengenang Korban Kecelakaan Lalu Lintas Sedunia (World Day of Rememberance For Road Traffic Victims)  pada Senin (28/11/2011). Baca entri selengkapnya »





Safety Riding Kok Diperlombakan oleh ATPM…?? Ane Jadi Bingung…

6 10 2011

image

Hmmm…ane hanya mencoba memberikan sedikit opini mengenai kegiatan “lomba safety riding” yang diadakan oleh salah satu ATPM belum lama ini..artikel ini sebenarnya sedikit banyak berasal dari diskusi bernas dengan beberapa.rekan Otoblogger Indonesia di Angkringan Pancoran beberapa watu lalu..adalah Eyang Edo, kang Nadhi, lae Bodats dan bro Ardy yang membahas topik ini.. Baca entri selengkapnya »





SIARAN PERS RSA : Pemerintah Tidak Konsisten

21 09 2011

image

Jakarta, 21 September 2011 – Menyikapi kriminalitas di dalam angkutan umum belakangan ini, Road Safety Association (RSA) Indonesia mendesak perwujudan moda transportasi massal yang aman, nyaman, dan terjangkau. Hal itu adalah amanat Undang Undang No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

“Pemerintah tidak konsisten dalam penegakan peraturan lalu lintas dan harus bertanggung jawab” tutur Rio Octaviano, ketua umum RSA, di Jakarta, Rabu (21/9).

Rio menilai, kasus-kasus seperti pemerkosaan terhadap wanita di angkutan umum belakangan. ini, hanya permukaan gunung es. “Substansinya adalah terwujudnya moda angkutan umum yang aman. Kalau tidak terwujud, justru Pemerintah yang memperkosa pengguna angkutan umum” tegasnya.

Karena itu, pembenahan moda transportasi massal tidak bisa ditunda. Penyelenggaraan angkutan umum harus berbasis badan hukum sehingga mudah dikontrol dan dievaluasi. Selain itu, menciptakan iklim pengemudi yang sejahtera dengan sistem penggajian. Bukan sistem setoran. “Di sisi lain, konsistensi penegakan hukum sebagai ajang kontrol terhadap keselamatan angkutan harus terus dijalankan,” tukas Rio.

RSA juga menilai, tanpa sinergi seluruh stakeholder transportasi, perwujudan angkutan umum yang aman, nyaman, dan terjangkau sulit diwujudkan. “Karena itu, sinergi dan konsistensi harus dipraktikan. Buang ego sektoral antar instansi demi keselamatan rakyat banyak,” pungkas Rio. (*)





Road Safety Association (RSA), Gerombolan Kepagian Yang Dipanggil Orang Kesiangan

9 09 2011

Rasanya judul artikel kali ini tepat dan mengena. Jauh sebelum ane bergabung dengan RSA, para founder LSM yang sebelumnya bernama Forum Safety Riding Jakarta ini telah menggodok konsep dengan api idealisme mereka. Sejak berdiri tahun 2007 silam, RSA Baca entri selengkapnya »





Obrolan Bertema @GetHomeSafely di #ObSat Membahas #RoadSafety

15 07 2011

Semalam ane memenuhi undangan dari Adira untuk hadir dalam kegiatan Obrolan Langsat (ObSat) yang kali ini bertema Get Home Safely. Get Home Safely sendiri adalah sebuah gerakan yang diprakarsai oleh asuransi Adira untuk mengadvokasikan Baca entri selengkapnya »





11 Mei 2011..Bangga Bersama RSA Menjadi Bagian Dari Aksi Dunia

12 05 2011

Patung Dirgantara

11 Mei menjadi satu lagi hari yang berkesan bagi kawan-kawan pengurus dan relawan RSA. Pada hari itu mereka menggabungkan diri bersama Baca entri selengkapnya »





Diskusi Selasa Malam..RSA dengan Pehobby Cornering

13 04 2011

ngobrol santai dengan bro Aming Pistoners

“I wish that I could be with some other’s time and place,

 

with someone else’s  soul and someone else’s face..”

Yes, nukilan lirik lagu Someday I’ll Be Saturday Nightdari Bon Jovi membuka mood ngeblog ane hari ini sekaligus menjadi tema khusus yang kebetulan nyambung dengan pertemuan yang baru saja selesai dilakukan dinihari tadi antara pengurus Road Safety Association (RSA) dengan kawan-kawan dari penggiat hobby cornering diantaranya perwakilan dari Pistoners East Riders, CCI dan C3. Baca entri selengkapnya »





RSA & YVC Cikarang Goes To SMK 2 Cikarang, Berbagi Ilmu Santun Berkendara

28 03 2011

gerbang SMK 2 Cikarang

Setelah malam Sabtu berjibaku di halaman dealer AHM Tebet, esoknya ane bersama kawan-kawan memenuhi undangan kawan-kawan Yamaha Vixion Club (YVC) chapter Cikarang untuk mengisi diskusi interaktif di SMK 2 Cikarang.

Begitu tiba di lokasi, setelah bersalaman dengan pihak sekolah dan kawan-kawan dari YVC Cikarang, ane langsung ke depan sekolah untuk “mengisi bahan bakar” berupa Baca entri selengkapnya »





Kopdarling RSA, Tetap Seru Di Aspal Halaman Dealer AHM

28 03 2011

suasana kopdarling RSA

Jumat malam yang cerah, kali ini Road Safety Association kembali mengadakan acara Kopdar Keliling (Kopdarling) yang diadakan bersama dengan Honda Beat Club (HBC). Pada kesempatan kali ini lokasi kopdarling diadakan di dealer AHM Tunas Dwipa Matra, Jl. Dr. Supomo, Tebet. Baca entri selengkapnya »





RSA Indonesia Ikut Pertemuan Global Road Safety

13 03 2011

Jakarta, 14 Maret – Road Safety Association (RSA) Indonesia, menghadiri pertemuan global Second Global Meeting of Non Governmental Organizations Advocating for Road Safety and Road Victims di Pan American Health Organization Headquarters Washington DC, Amerika Serikat, 14-15 Maret 2011. Baca entri selengkapnya »





TUHAN TIDAK TIDUR…!!

8 03 2011

Sekumpulan anak muda yang mempunyai ambisi untuk membenahi lalu lintas jalan yang terlampau carut marut, melakukan pergerakan-pergerakan secara konsisten. Walaupun mereka terlihat bergerak secara sporadis, tapi semangat juang untuk menghadirkan idealisme tak pernah surut.

Hambatan datang silih berganti, cercaan dan hinaan menjadi makanan sehari-hari, hanya demi menciptakan keamanan dan kenyamanan yang hakiki.

Pergerakan yang murni dari hati, tak ada materi yang menjadi mimpi, terus menerangkan jalan para penggiat ini. Terus berusaha untuk tidak terpengaruh bisingnya mesin industri, dan bergerak maju tanpa pamrih.

Receh demi receh dikumpulkan, dan terus dikumpulkan, dari hasil perjuangan ini, dana yang terkumpul yang juga tak jarang berasal dari kocek sendiri dipersembahkan kembali untuk pergerakan menuju keselamatan jalan.

TUHAN TIDAK TIDUR!
Pergerakan mereka yang konsisten ini, rupanya didengar oleh Tuhan pencipta alam, dengan diberikan jalan yang terus menerus mengabdi untuk rakyat. Tuhan tahu, mereka tidak dibayar dengan keuntungan materi yang berlebih, tapi mampu mengalahkan mereka-mereka yang justru bekerja mencari nafkah untuk membenahi masalah yang sama.

14-15 Maret 2011, Tuhan kembali memberikan jalan untuk dapat lebih berkontribusi untuk keselamatan jalan, dengan dipanggilnya perwakilan mereka ke acara yang diusung oleh World Health Organization (WHO), sebuah organisasi dalam naungan United Nation (UN) atau Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dalam rangka perencanaan kerja keselamatan jalan dunia selama 10 tahun. Acara akan diadakan di kantor representatif WHO, di Washington, USA.

Dan mereka berjanji, akan menyuarakan jeritan rakyat Indonesia di mata Internasional, membuat malu bangsa sendiri? Kenapa tidak, para birokrat sudah terlanjur tidak tahu malu dan tidak mau tahu dengan keadaan keselamatan jalan di Indonesia, terlalu sibuk bertengkar, dan beralibi sistem yang buruk.

Siapakah mereka itu? Mereka adalah para muda yang bergerak dan terus berjuang dengan nama Road Safety Association.





Lawan Arah..Apaan Nih Bawa-Bawa Gayus…??

13 02 2011

pasukan penyentil mental pelanggar

Itulah pertanyaan dengan nada keras yang terlontar dari seorang oknum pelanggara lalu lintas yang merasa tersindir oleh sebuah banner yang bertuliskan… Baca entri selengkapnya »





Kampanye RSA Anti Lawan Arah, 11 Februari 2011

10 02 2011

KAMPANYE ANTI LAWAN ARAH

Kendaraan pribadi roda 2 dan 4 menjadi primadona masyarakat ketimbang angkutan umum yang lambat, tidak aman, tidak nyaman dan mahal…!! Situasi yang entah dikondisikan oleh pihak yang ingin mengambil kesempatan dalam kesempitan. Bola salju mulai menggelinding dan membesar, kemacetan dan kecelakaan menjadi pemandangan rutin setiap hari. Semua itu dipicu oleh Baca entri selengkapnya »





Melanie..Selamat Jalan Kakak..Memories of You Still Remains..

6 02 2011

Melanie Parmawatie (1978 - 2011)

Merinding..bergidik..ngeri..waswas..cemas.. Itulah yang ane rasakan saat gundukan tanah mulai dituangkan ke dalam liang lahat di mana sist Melanie Parmawatie terbujur kaku untuk selamanya di TPU Pondok Petir, yang tidak begitu jauh dari rumah kediamannya… Baca entri selengkapnya »





Permohonan Maaf Bripda Randy Admoko

25 10 2010

Malam tadi telah terjadi pertemuan antara bro Eko Cahyo Wibowo, selaku pelapor dan Bripda Randy Admoko, anggota kepolisian yang dilaporkan bro Eko atas tuduhan pencemaran nama baik.

artikel sebelumnya ada di sini dan disitu. Baca entri selengkapnya »





Kronologis Kasus Randy Admoko, Si Polisi 4LaY bin Sruntulan

22 10 2010

motor Randy Admoko

 

Melanjutkan artikel kemarin, hari ini Bro Ecko telah melaporkan kasus Randy Admoko, oknum polisi yang telah merugikan bro Ecko di dunia nyata dan dunia maya. Jadi begini kronologisnya: Baca entri selengkapnya »





Naskah Orasi Aksi Damai RSA – 28 Agustus 2010

2 09 2010

Wahai masyarakat penghuni  kota Jakarta

Wahai pengatur kota ini

Kami yang ada saat ini bukanlah rombongan badut, bukan pula parade dari pahlawan kesiangan.Kami adalah bagian dari pengguna sepeda motor yang sehari hari melintasi  jalan jalan di Kota Jakarta ini,.. Baca entri selengkapnya »





Liputan Aksi Damai RSA di Media Massa

2 09 2010

Ternyata pemberitaan seputar aksi damai terus bermunculan, bahkan selama aksi berlangsung, berikut adalah link beritanya. FYI, kalau dilihat komentar di setiap link berita itu seru-seru juga lho..!

Detik Oto ada di sini dan di sini.

Media Indonesia

Megapolitan Kompas

Megapolitan Kompas #2

Kompas Cetak

Bataviase

Selamat Membaca dan Berkomentar…!!!





Gabung Bersama Aksi Damai RSA Sore Ini…!!!

28 08 2010

aksi damai RSA

Baca entri selengkapnya »





Aksi Damai RSA, 28 Agustus 2010

25 08 2010

aksi damai RSA

Baca entri selengkapnya »





Diskusi Keselamatan Berkendara @ Indonesia This Morning – Metro TV

22 07 2010

@ Indonesia This Morning - Metro TV

Permasalahan seputar lalu-lintas dan seisinya makin memanas, namun sayang Pemerintah, dalam hal ini kurang peduli dengan makin parahnya kemacetan dan angka kecelakaan lalu-lintas di Indonesia. Metro TV melalui Road Safety Association (RSA) mencoba mengangkat permasalahan ini ke media dengan mengundang perwakilannya ke dalam acara Indonesia This Morning, sebuah acara berbahasa Inggris yang ditayangkan setiap pagi bersama host Ralph Tampubolon. Baca entri selengkapnya »





Siaran Pers RSA – Pencabutan BBM Bersubsidi Untuk Sepeda Motor

1 06 2010

Motor Isi Bensin

RSA: Pemerintah Otoriter

JAKARTA, 28 Mei 2010 – Rencana pemerintah melarang sepeda motor memakai bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, premium, adalah keputusan sepihak yang merugikan mayoritas masyarakat pengguna sepeda motor. Di tengah kerumitan dan karut-marutnya sarana transportasi massal di daerah perkotaan, yang disebabkan karena tidak layaknya kondisi angkutan umum, kebijakan tersebut mencerminkan sikap otoriter pemerintah yang enggan mencari solusi dan hanya mengambil jalan pintas tercepat yang tidak tepat.

“Kebijakan tersebut mencerminkan pemerintah yang otoriter, seharusnya pemerintah mau menyerap aspirasi dan melibatkan masyarakat sebelum mengeluarkan kebijakan,” tutur Rio Octaviano, ketua Road Safety Association (RSA), di Jakarta, Jumat (28/5).

Sebelumnya, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian ESDM Evita Herawati Legowo, Rabu (26/5/2010), mengatakan, “Kita sudah bicara dengan AISI, kelihatannya sepeda motor tidak dapat (BBM bersubsidi).”

Dia juga menuturkan, mekanisme penerapan pembatasan konsumsi BBM bersubsidi akan diputuskan akhir Juni 2010. Rencananya, pembatasan tersebut akan mulai diterapkan pada Agustus 2010

Fakta saat ini, mayoritas transportasi umum massal belum sepenuhnya aman, nyaman, dan terjangkau masyarakat. Buntutnya, masyarakat berinisiatif memilih sepeda motor sebagai sarana mencari nafkah sehari-hari. Padahal di negara-negara maju, sepeda motor adalah kendaraan rekreasi dengan izin berkendara yang proses kepemilikannya tidak mudah.

“Pemerintah tidak bijaksana dengan serta-merta ‘menghukum’ masyarakat yang berinisiatif membeli sepeda motor karena transportasi massal yang tidak layak. Pemerintah harus menyelesaikan pekerjaan rumahnya,” tukas Rio.

Dia menambahkan, saat ini, jika rata-rata pengguna sepeda motor menggunakan BBM premium sebanyak 6 liter per minggu, berarti pengeluarannya mencapai Rp 27.000, namun jika harus beralih ke BBM non subsidi yakni Pertamax, pengeluaran per minggunya menjadi Rp 41.700. “Itu sama dengan terjadi kenaikan biaya bahan bakar sekitar 54,4%,” tegas Rio lagi. Hal itu, tuturnya, akan memberatkan masyarakat bahkan bisa kian memiskinkan masyarakat. Data RSA menyebutkan populasi sepeda motor saat ini sekitar 60 juta unit, sedangkan mobil mencapai sekitar 10 juta unit.

RSA mendesak agar pemerintah fokus mencari solusi pekerjaan rumahnya yang terbengkalai yaitu meningkatkan kualitas transportasi umum massal yang aman, nyaman, dan terjangkau. “Memiliki akses dan biaya yang terjangkau,” papar Rio.

Menurut Rio, perwujudan sistem transportasi yang seperti itu saat ini sudah amat mendesak. “Transportasi yang demikian juga akan berdampak kepada kian menurunnya jumlah korban kecelakaan lalu lintas jalan yang saat ini sudah menelan lebih dari 218 ribu korba jiwa,” tambah Edo Rusyanto, ketua Litbang RSA.

Tentang RSA

RSA adalah lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang berdiri pada 15 Desember 2007. semula RSA bernama Forum Safety Riding Jakarta (FSRJ) yang beranggotakan lebih dari 70 kelompok sepeda motor di Jakarta.

Aktivitas RSA fokus pada penyebarluasan pentingnya berkendara yang aman, nyaman, dan selamat dengan mengutamakan ketaatan pada aturan, berperilaku santun saat berkendara, dan berketerampilan yang memadai.





Resume Sosialisasi Penerapan Helm SNI

22 04 2010

ROAD Safety Association (RSA) tergelitik menjembatani kesimpangsiuran mengenai Standar Nasional Indonesia (SNI) wajib helm di kalangan para pengendara sepeda motor. Kesimpangsiuran cukup meluas di dunia maya seperti dalam jaringan komunikasi mailing list maupun jejaring sosial seperti Facebook.

Banner Acara

Setelah melalui publikasi di dunia maya, akhirnya digelar diskusi dengan topik Sosialisasi Helm SNI, di Jakarta, Sabtu, 10 April 2010. Selain Rio Octaviano, ketua RSA, diskusi yang dimoderatori Edo Rusyanto itu juga menampilkan pembicara lain yakni Sumarsinah dan Esti Widiastuti, keduanya dari Kementerian Kesehatan, lalu pakar helm Lim Thomas dan Kasilat Subdit Dikmas Ditlantas Polri AKBP Subono.

(ki-ka): Ibu Sumarsinah,Edo,Pak Subono,Rio,Pak Thomas Lim

Ketentuan mengenai helm SNI memiliki dua obyek. Pertama, untuk produsen helm. Kedua, untuk para pengendara sepeda motor.

Sebelum 1 April 2010, ketentuan mengenai SNI helm bersifat sukarela. Artinya, para produsen helm bisa memenuhi ketentuan SNI, namun bisa juga tidak. Saat itu, ciri helm yang sudah memenuhi standar tersebut adalah dengan menempelkan stiker di bagian luar helm. Kini, sejak 1 April 2010, sesuai dengan Permenperin No 40/2009, seluruh produsen maupun importir yang memperdagangkan helm di Indonesia, wajib memenuhi standar SNI 1811:2007 yang ciri utamanya adalah berupa huruf timbul (embosh) bertuliskan SNI di bagian luar helm.

Suasana Acara

Di sisi lain, kewajiban para pengendara sepeda motor untuk memakai helm tertuang dalam Undang Undang No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). UU yang diteken oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 23 Juni 2009 itu bahkan memberi sanksi pidana kurungan maksimal satu bulan atau denda maksimal Rp 250 ribu, bagi pelanggar ketentuan mengenai kewajiban memakai helm ber-standar nasional Indonesia.

Suasana Acara - tampak belakang

Ketentuan UU No 22/2009 itu sesungguhnya lebih ringan dibandingkan UU No 14/1992 yang mengancam dengan sanksi denda maksimal Rp 1 juta. Pada praktiknya, selama 17 tahun UU tersebut diterapkan, nyaris tak terdengar penerapan sanksi tersebut. Bisa dibayangkan, jika sanksi itu diterapkan, sudah berapa miliar rupiah kas negara diisi oleh denda tidak memakai helm.

Kualitas Helm

Kualitas helm sesuai dengan SNI 1811:2007 dinilai cukup mumpuni untuk perlindungan kepala para pengendara sepeda motor. Pengujian untuk standar itu mencakup;

Pengujian yang berkaitan dengan bagian batok helm yakni berupa:

  • Uji penyerapan energi kejut (impact test).
  • Uji penetrasi.
  • Uji ketahanan impak miring.
  • Uji pelindung dagu (khusus untuk helm model full face).
  • Uji sifat mudah terbakar (sudah direvisi).
  • Selain itu, pengujian yang berkaitan dengan chin strap / tali pengikat yang mencakup:
  • Uji kekuatan sistem penahan.
  • Uji kelicinan sabuk / tali helm.
  • Uji keausan sabuk / tali helm.
  • Uji efektifitas sistem penahan.

Maklum, SNI 1811:2007 mengacu kepada standar internasional yakni:

  • BS 6658 : 1985 : Protective Helmet for Motor Cyclists, Specification.
  • EN 960 : 1994 : Headforms for use in the testing of protective helmets.
  • ISO 6487 : 2000 : Road vehicles – Measurements techniques in impact tests – Instrumentation.
  • JIS T 8133 : 2000 : Protective Helmet for drivers and passangers of motor cycle and mopeds.
  • Rev. 1/add. 21/Rev. 4  24 September 2002 dari E/ECE/324 dan E/ECE/TRANS/505 Regulation No. 22 : Uniform provision concerning the approval of protective helmets dan visors for drivers and passangers of motor cycles and mopeds.

Artinya, SNI selaras dengan standar Eropa yakni Economic Community of Europe (ECE) dan Jepang (JIS).

Di sisi lain, para produsen harus memenuhi tiga persyaratan utama sebelum memperoleh Sertifikat Produk Penggunaan Tanda SNI (SPPT SNI) dari Lembaga Sertifikasi Produk Pusat Standardisasi (LSPro-Pustan) Kementerian Perindustrian  yakni pertama, persyaratan administrasi dan legalitas. Kedua, produsen helm harus mempunyai dan menerapkan sistem manajemen mutu (ISO 9001 : 2000) dan telah diaudit oleh LSPro. Ketiga, helm yang diproduksi telah lulus uji di laboratorium pengujian helm yang telah berakreditasi KAN atau ditunjuk oleh pemerintah.

Bagi suatu negara, standardisasi merupakan salah satu jurus untuk memproteksi industri domestik mereka dalam perang dagang internasional yang kian hari kian bebas. Instrumen perlindungan berupa tarif sudah tidak populer bahkan dilarang oleh Badang Perdagangan Dunia (WTO).

Indonesia yang memiliki ratusan produsen helm dengan produksi belasan juta, yakni pada 2009 sekitar 14 juta unit dan 2010 sekitar 22 juta unit, tentu saja merupakan salah satu wilayah pemasaran helm yang legit. Maklum, produksi sepeda motor di Tanah Air terus membubung dalam 10 tahun terakhir. Pada 2008, penjualan sepeda motor mencapai sekitar enam juta unit lebih, tahun lalu sekitar lima juta unit lebih, dan tahun ini diperkirakan bisa mendekati pencapaian 2008. bisa dibayangkan, berapa kebutuhan helm, khususnya untuk original equipment market (OEM).

Badan Standardisasi Nasional (BSN)

Implementasi Aturan

Mengacu kepada regulasi Permenperin No 40/2009, seluruh helm yang diproduksi dan diperdagangkan di Indonesia harus memenuhi ketentuan SNI wajib 1811:2007. Sedangkan mengacu kepada UU No 22/2009 tentang LLAJ, seluruh pengendara sepeda motor, wajib memakai helm berstandar nasional Indonesia. Lantas, bagaimana implementasinya?

Untuk jangka pendek selama diberlakukannya kedua aturan tersebut, kepolisian Republik Indonesia mengintensifkan sosialisasi mengenai pemberlakuan helm ber-SNI 1811:2007. Sosialisasi yang dilakukan sejak UU No 22/2009 diteken bakal diakhiri pada Mei 2010.

Pada bagian lain, kepolisian RI bakal fokus menggencarkan penindakan terhadap pengendara yang tidak memakai helm atau pengendara motor yang hanya memakai helm ala kadarnya, seperti helm cetok atau helm proyek yang memang peruntukkannya bukan untuk bersepeda motor.

Helm yang sudah standar, baik sesuai SNI mandatory maupun SNI wajib, bahkan helm yang berstandar internasional lainnya seperti DOT, SNELL, ECE, dan SRIM, belum dilakukan penindakan. Penindakan untuk helm seperti itu tergantung dengan peraturan pemerintah (PP) maupun peraturan Kapolri (Perkap) yang saat ini masih digodok oleh pemerintah di lintas instansi. Kedua aturan pelaksana dari UU No 22/2009 itu ditargetkan rampung sebelum Juni 2010.

Tak heran, jika kemudian RSA selaku fasilitator diskusi Sosialisasi Helm SNI lantas menggagas Petisi Helm SNI yang substansinya mencakup;

  • Mendukung implementasi UU No. 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan beserta Peraturan Menteri Perindustrian No 40 tahun 2008 tentang Standar Nasional Indonesia (SNI) Wajib untuk helm kode 1811:2007.
  • Mendesak pemerintah mensosialisasikan secara massif mengenai ketentuan helm SNI.
  • Mendesak Kepolisian RI menindak/menilang pengendara sepeda motor yang tidak memakai helm atau pengendara yang tidak memakai helm standar. Juga transparansi tentang petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis dalam upaya penegakan hukum di jalan, sehingga tidak ada lagi mis-inteprasi rakyat terhadap pihak penegak hukum.
  • Mendesak Dinas Perdagangan di tiap provinsi mengawasi secara intensif peredaran helm di pasar domestik.
  • Mendesak pemerintah untuk menindak tegas produsen/pedagang helm yang memperjualbelikan helm tidak sesuai dengan ketentuan SNI.

Sudah sepatutnya, sebagai bangsa yang peduli terhadap keselamatan berlalu lintas jalan, implementasi aturan mengenai helm ditegakkan secara konsisten dan tegas oleh aparat kepolisian. Sedangkan para produsen harus memiliki mentalitas baik dengan memenuhi spesifikasi yang ditentukan dalam SNI 1811:2007, sementara itu bagi para pengawas peredaran barang di lapangan seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan di tingkat provinsi maupun aparat Bea Cukai, mengawasi secara ketat. Lindungi konsumen dengan kesungguhan hati, tanpa mencari peluang untuk kepentingan pribadi.

Jakarta, 20 April 2010

Litbang RSA

www.rsa.or.id

007/RSA/SK/Ext/4/10





Kopdarling Road Safety Association bersama SC-225

9 03 2010

Foto Apa Hayo..

Dapatkah ente melihat gambar di atas?

Kegelapan akan menghalangi jarak pandang ente ketika berkendara, begitulah salah satu bahasan yang kerap dilontarkan dalam Kopi Darat Keliling (Kopdarling), sebuah acara yang secara rutin dilakukan para penggiat aman berkendara di Road Safety Association.

Logo SC225

Malam itu, dalam pekatnya kegelapan, suara bro Rio Octaviano dan bro Edo Rusyanto tetap terdengar melalui pengeras suara yang disiapkan oleh kawan-kawan dari Scorpio Club 225 (SC-225) sebuah organisasi pengguna motor Yamaha Scorpio yang biasa berkumpul di depan Museum Purna Bakti Pertiwi, TMII.

ki-ka: bro Papank, bro Edo, bro Rio

Kegelapan juga tak menghalangi antusiasme para anggota SC-225 untuk membaca hand-out materi aman berkendara yang dibagikan oleh bro Dito. Lagi-lagi RSA tak jemu-jemunya menyiarkan pentingnya 3 hal yang harus dimiliki oleh pengguna kendaraan yaitu pemahaman RULES, kesadaran akan ATTITUDE dan kemampuan menggunakan SKILL berkendara.

Gelap..No Problem

Beberapa topik bahasan menarik sempat mencuat di acara ini diantaranya klarifikasi seputar RSA yang “meracuni” MUI untuk melakukan syiar aman berkendara, ketidaktahuan pemilik kendaraan akan hak mereka untuk memperoleh santunan kecelakaan sebagai hak atas kewajiban membayar SWDKLJ(tertera dalam STNK, kesulitan dalam mengusut kasus tabrak lari, hingga batasan kebisingan kenalpot yang belum jelas ambangnya.

Seluruh topik bahasan itu dibahas tuntas, sesekali dengan canda tawa dan kelakar beberapa orang. Di saat yang sama bahkan bro Edo Rusyanto selaku kepala divisi Litbang RSA didaulat untuk melakukan siaran langsung via telepon di radio Elshinta, lagi-lagi seputar topik aman berkendara.

Menjelang Tengah Malam..Diskusi terus berlanjut

Begitu mengenaskan, menyeramkan dan merugikannya sebuah kecelakaan lalu-lintas sehingga RSA seolah tak rela satu orangpun harus tewas sia-sia di jalan raya. Pandangan RSA ini turut didukung oleh peserta Kopdarling di SC-225 malam itu. Ya, tak ada seorangpun yang ingin celaka di jalan hanya karena ketidak tahuan, ketidak mauan dan ketidak mampuannya dalam memahami cara berkendara aman.

bro Syamsul menjelaskan materi Group Riding

Menjelang akhir acara, bro Syamsul Maarif, biker senior dari HTML selaku salah satu anggota Badan Pengawas RSA dengan bersemangat dan lugas menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh kawan-kawan SC-225 seputar manajemen group riding atau berkendara secara berkelompok.

Begitu banyak ilmu yang dapat diserap malam itu dari kedua belah pihak dan menjelang pukul 00.00, kami semua harus berpamitan menuju kediaman masing-masing. Sukses untuk SC-225..Satu lagi organisasi otomotif terkena sosialisasi positif. Semoga bermanfaat.





RSA goes to TMC (Traffic Management Center)

21 11 2008

Hari Minggu, 16 November 2008 5 member Pulsarian berkumpul memenuhi undangan kegiatan Tour de TMC yang diadakan oleh RSA (Road Safety Association) bekerjasama dengan Polda Metro Jaya.

Acara dimulai pukul 10.00, namun sejak pukul 09.00, para peserta yang merupakan perwakilan dari klub/komunitas motor sudah mulai ramai berdatangan dan parker di depan Balai Pertemuan Polda Metro Jaya.

Tujuan acara ini adalah menunjukkan sebuah ruangan yang bernama TMC (Traffic Management Center) sebuah ruangan dengan puluhan layar LCD dan layar utama yang bertujuan untuk mengkoordinasikan kegiatan kepolisian di Jakarta. Image

Image

Image

Image

Acara dibuka oleh Komisaris Polisi Sambodo, beliau menunjukkan kemampuan mainframe TMC sebagai media penyimpan data, pengumpul data dan sebagai fasilitas komunikasi antara pusat komando TMC dengan para personil kepolisian.

Image

Beliau menerangkan bahwa secara statistic, masyarakat belum banyak memanfaatkan TMC sebagai fasilitas umum, padahal banyak yang bisa diperoleh masyarakat dari TMC ini, mulai dari mengecek kondisi lalu lintas, menanyakan keabsahan nomor polisi hingga menanyakan keadaan teman atau kerabat yang mengalami kecelakaan di jalan.

Biaya investasi yang diperlukan untuk TMC ini tidak dapat disebutkan oleh Pak Sambodo, beliau menekankan bahwa dengan fasilitas ini seharusnya masyarakat dapat lebih mengenal dan memanfaatkan TMC yang dapat dihubungi di nomor telepon 021 – 527 6001 dan SMS 1717.

Image

Sayang acara dibatasi sampai jam 11.30, padahal masih banyak yang ingin ditanyakan. Sekali lagi Bagi bro n sis yang membutuhkan bantuan polisi sehubungan dengan keadaan lalu lintas sampai kriminalitas bisa menghubungi TMC di nomor telepon 021 – 527 6001 dan SMS 1717.

Terima kasih kepada kawan-kawan RSA yang sudah meng-organize acara ini.

Foto-foto selengkapnya dapat dilihat di sini.








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.699 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: