Safety Riding Kok Diperlombakan oleh ATPM…?? Ane Jadi Bingung…

6 10 2011

image

Hmmm…ane hanya mencoba memberikan sedikit opini mengenai kegiatan “lomba safety riding” yang diadakan oleh salah satu ATPM belum lama ini..artikel ini sebenarnya sedikit banyak berasal dari diskusi bernas dengan beberapa.rekan Otoblogger Indonesia di Angkringan Pancoran beberapa watu lalu..adalah Eyang Edo, kang Nadhi, lae Bodats dan bro Ardy yang membahas topik ini.. Baca entri selengkapnya »





Yuuuk…Nonton Liputan ANTV Mengenai Cornering Bersama Pistoners

23 09 2011

motorcycle banking types

Well, acara liputan di ANTV semalam cukup menarik. Mengapa…? Karena keyword alias kata kunci yang didengungkan adalah “KNEE DOWN”. Hal ini akan membuat penonton penasaran…!! Bisa jadi mereka akan berpikir..Lhaa..buat apa naik motor di jalanan pakai knee down…?? Atau bagi yang awam akan penasaran…Knee down itu opo tooh..? Baca entri selengkapnya »





Segitiga RSA, Pedoman Wajib Para Pengguna Jalan

22 06 2010

Segitiga RSA

Sejak kita mulai mengenyam bangku pendidikan formal, materi pendidikan berlalu-lintas hampir tak pernah diajarkan. Kalaupun pernah, hal tersebut bukan tidak mungkin telah dilupakan oleh murid-murid yang sekarang telah memiliki kendaraan pribadi.

Saat ini, 21 Juni 2010 kondisi lalu lintas semakin semrawut, seperti  ane tuliskan di artikel sebelumnya. Terinspirasi dari perkataan banyak pihak yang ane baca, komentar terbanyak adalah mengandung kata “balik ke diri masing-masing”. Komentar ini menurut ane sebenarnya terkesan basi dan juga terkesan yang mengucapkan terlalu malas berpikir atau dapat diartikan juga “urusin diri masing-masing aja deh..”

Nah itu kan kalo ane suudzon alias berpikiran rada miring..hehehe :D. Kalau ane positive thinking, kalimat “balik ke diri masing-masing” dapat diartikan lebih mendalam dan mendetail yaitu penguasaan diri selama berkendara.

Apa saja yang harus dikuasai seorang pengendara, secara umum lagi pengguna jalan yang dapat menyelamatkannya dari kecelakaan, menyebabkan kecelakaan ataupun terlibat dalam kecelakaan?

Road Safety Association (RSA) sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat yang peduli dengan keamanan pengguna jalan telah meramu jawabannya. Kendaraan jelas tidak akan bisa berjalan tanpa pengendaranya, jadi si pengendara dan pengguna jalan ini harus dibekali sesuatu!

1. Rules

Rules (peraturan) mewakili penguasaan terhadap peraturan lalu-lintas. Apa itu peraturan lalu-lintas? Saat ini Undang-Undang no.22 tahun 2009 adalah produk hukum negara yang mengatur lalu-lintas dan jalan. Silakan download di sini. Apakah peraturan tertulis saja yang harus dikuasai? Tentu tidak. Ada etika dan tata-krama menggunakan jalan yang tidak tertulis di Undang-Undang tersebut. Rules berhubungan erat dengan kata BENAR dan SALAH.

2. Skill

Skill (keahlian) berhubungan dengan kemampuan motorik seseorang dalam mengendalikan kendaraannya. Terkadang seseorang beranggapan bahwa memiliki skill berkendara adalah segalanya, padahal tidak seperti itu. Oleh karena itu di dalam segitiga RSA, Skill ditempatkan pada bagian bawah, karena memang sebagai pengguna jalan biasa, kita tidak dituntut untuk menguasai skill seperti pembalap. Apa yang digunakan untuk mengendalikan Skill? Jawabannya ada di bawah ini. Skill berhubungan erat dengan kata MAMPU dan BISA.

3. Attitude

Attitude adalah kemampuan manusia untuk membedakan benar dan salah, baik dan buruk. Otak kanan manusia bertanggung jawab untuk itu. Attitude pengguna jalan pula yang disinyalir menjadi biang kerok kesemrawutan dan berbagai penyimpangan berkendara. Attitude berhubungan erat dengan kata MAU.

Simak kata-kata di bawah ini.

Cukup jelas bukan menggambarkan hubungan Rules, Skill dan Attitude?

Jika Rules, Skill dan Attitude terus menerus dibiasakan setiap kali berkendara, maka Habit (kebiasaan) akan terbentuk

Bentuk Habit dengan Segitiga RSA..!

Jadi sudahkah Rules, Skill dan Attitude berkendara ente benar? Sekedar informasi, pengguna jalan bukan hanya mereka yang mengendarai kendaraan bermotor, tapi juga pejalan kaki dan pengendara sepeda.





Melatih Habit dan Spontanitas Berkendara lewat SRC

13 06 2010

SRC Pulsarian Community

Revolusi dalam dunia klub dan komunitas motor sedang berlangsung. Jika dulu klub dan komunitas motor identik dengan hal-hal negative maka saat ini orang yang awam terhadap dunia permotoran harus menepis jauh-jauh anggapan miring tersebut.

DeTiC

HTML

Sejak awal abad 21 alias tahun 2000, beberapa komunitas motor mulai bermunculan. Lelah dengan anggapan miring masyarakat terhadap organisasi motor, beberapa komunitas motor mulai membuat kegiatan social yang sangat positif dan berguna masyarakat, diantaranya mengadakan pelatihan keterampilan berkendara motor secara aman atau lazim disebut Safety Riding Course (SRC).

Sebut saja Honda Tiger Mailing List (HTML), sebuah komunitas pengguna Honda Tiger yang cukup senior ini, atau DeTiC (Depok Tiger Club). Kedua organisasi otomotif roda dua tersebut cukup rutin mengadakan SRC, baik terhadap anggota internal mereka maupun untuk masyarakat umum dan perusahaan.

Trend positif ini banyak menuai respon baik dari masyarakat. Di jalanan kota besar yang hiruk pikuk seperti Jakarta seorang pengguna jalan harus menguasai ketrampilan berkendara aman agar jauh dari resiko kecelakaan, mencelakakan orang lain maupun terlibat kecelakaan.

“SRC adalah saran melatih skill berkendara agar pada saat diperlukan, skill yang telah dipelajari ini dapat dilakukan secara spontan”, demikian ujar bro Jusri Pulubuhu, seorang dedengkot Jakarta Defensive Driving & Consulting (JDDC) dalam sebuah kegiatan SRC untuk pengguna motor besar yang pernah ane ikuti.

“Berkendara tidak hanya membutuhkan skill, tapi juga harus melibatkan attitude dan rules, jika tidak..maka apa yang akan mengendalikan skill anda?” demikian ujar bro Syamsul Maarif, salah seorang senior di HTML, founder Yayasan Trotoar dan juga Dewan Pengawas Road Safety Association (RSA). Terminology Rules, Skill dan Attitude yang dicetuskan bro Syamsul  ini cukup menggugah ane untuk belajar lebih jauh tentang aman berkendara di jalan.

“Berapapun tingginya skill seorang pengendara, Berkendara aman di jalan tidak akan terwujud jika rasa aman di jalan (awareness) tidak dibutuhkan oleh sorang pengendara”, demikian pula kutipan dari bro Ferdinand Neman, salah seorang anggota Pulsarian Safety Riding Team dan juga dedengkot First Advance Safety Riding Team (FAST).


Seluruh kutipan di atas mengarah kepada beberapa kesimpulan berikut:

  • Keamanan saat berkendara di jalan umum adalah sebuah kebutuhan.
  • Aman berkendara melibatkan penguasaan Rules (peraturan lalu-lintas dan etika berkendara.
  • Aman berkendara juga melibatkan otak kanan yaitu attitude, yang memotivasi kita untuk melakukan hal yang benar dan menjauhi yang salah.
  • Aman berkendara membutuhkan latihan skill yang lebih dari sekedar pengetahuan gas-rem motor.
  • SRC adalah sebuah investasi bagi pengendara motor untuk melatih reflex, melakukan hal benar dalam waktu sepersekian detik.
  • SRC merupakan saran untuk menghentikan kebiasaan buruk dan mulai melakukan kebiasaan benar pada saat berkendara.
  • Yang terakhir dan terpenting adalah niat dan kemauan seorang pengguna motor untuk belajar berkendara aman.

Well, jika ente termasuk pengendara motor yang kritis dan senantiasa berniat untuk mengembangkan diri, khususnya di bidang keamanan berkendara. Silakan hubungi organisasi otomotif yang terbaik menurut ente.





Kopdarling Road Safety Association bersama SC-225

9 03 2010

Foto Apa Hayo..

Dapatkah ente melihat gambar di atas?

Kegelapan akan menghalangi jarak pandang ente ketika berkendara, begitulah salah satu bahasan yang kerap dilontarkan dalam Kopi Darat Keliling (Kopdarling), sebuah acara yang secara rutin dilakukan para penggiat aman berkendara di Road Safety Association.

Logo SC225

Malam itu, dalam pekatnya kegelapan, suara bro Rio Octaviano dan bro Edo Rusyanto tetap terdengar melalui pengeras suara yang disiapkan oleh kawan-kawan dari Scorpio Club 225 (SC-225) sebuah organisasi pengguna motor Yamaha Scorpio yang biasa berkumpul di depan Museum Purna Bakti Pertiwi, TMII.

ki-ka: bro Papank, bro Edo, bro Rio

Kegelapan juga tak menghalangi antusiasme para anggota SC-225 untuk membaca hand-out materi aman berkendara yang dibagikan oleh bro Dito. Lagi-lagi RSA tak jemu-jemunya menyiarkan pentingnya 3 hal yang harus dimiliki oleh pengguna kendaraan yaitu pemahaman RULES, kesadaran akan ATTITUDE dan kemampuan menggunakan SKILL berkendara.

Gelap..No Problem

Beberapa topik bahasan menarik sempat mencuat di acara ini diantaranya klarifikasi seputar RSA yang “meracuni” MUI untuk melakukan syiar aman berkendara, ketidaktahuan pemilik kendaraan akan hak mereka untuk memperoleh santunan kecelakaan sebagai hak atas kewajiban membayar SWDKLJ(tertera dalam STNK, kesulitan dalam mengusut kasus tabrak lari, hingga batasan kebisingan kenalpot yang belum jelas ambangnya.

Seluruh topik bahasan itu dibahas tuntas, sesekali dengan canda tawa dan kelakar beberapa orang. Di saat yang sama bahkan bro Edo Rusyanto selaku kepala divisi Litbang RSA didaulat untuk melakukan siaran langsung via telepon di radio Elshinta, lagi-lagi seputar topik aman berkendara.

Menjelang Tengah Malam..Diskusi terus berlanjut

Begitu mengenaskan, menyeramkan dan merugikannya sebuah kecelakaan lalu-lintas sehingga RSA seolah tak rela satu orangpun harus tewas sia-sia di jalan raya. Pandangan RSA ini turut didukung oleh peserta Kopdarling di SC-225 malam itu. Ya, tak ada seorangpun yang ingin celaka di jalan hanya karena ketidak tahuan, ketidak mauan dan ketidak mampuannya dalam memahami cara berkendara aman.

bro Syamsul menjelaskan materi Group Riding

Menjelang akhir acara, bro Syamsul Maarif, biker senior dari HTML selaku salah satu anggota Badan Pengawas RSA dengan bersemangat dan lugas menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh kawan-kawan SC-225 seputar manajemen group riding atau berkendara secara berkelompok.

Begitu banyak ilmu yang dapat diserap malam itu dari kedua belah pihak dan menjelang pukul 00.00, kami semua harus berpamitan menuju kediaman masing-masing. Sukses untuk SC-225..Satu lagi organisasi otomotif terkena sosialisasi positif. Semoga bermanfaat.





Safety Riding Course PSRT bersama YMIC dan CMOS

8 03 2010

Gedung Citra Marga Nusaphala Persada

Setelah melalui beberapa pertemuan beberapa minggu sebelumnya, kawan-kawan ane di Pulsarian Safety Riding Team (PSRT) akhirnya membulatkan tekat untuk mengadakan Safety Riding Course (SRC) yang ditujukan untuk para pengendara motor diluar Pulsarian Community.

Setelah sebelumnya mengadakan SRC yang diikuti oleh para ranger Pulsarian Community dan peserta eksternal di Carrefour Ciputat, maka kali ini, PSRT didaulat untuk memberikan edukasi aman berkendara di gedung Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) yang diikuti oleh YMIC (Yamaha Matic Indonesia Club) dan CMOS (Komunitas Motor Karyawan CMNP).

Bro Yudi memberikan Materi Teori SRC

Dengan diikuti lebih dari 30 peserta, bro Yudi Kristianto selaku “chief” PSRT memberikan materi presentasi seputar cara berkendara aman. Materi yang disampaikan sangat tajam dan lugas, menyasar para peserta untuk bercermin kepada diri mereka sendiri.

Salah satu Materi Sosialisasi UU no.22/2009

Tak bosan-bosannya bro Yudi mengingatkan pentingnya pemahaman RULES berlalu-lintas, pelaksanaan ATTITUDE berkendara dan aplikasi SKILL berkendara kepada para peserta. Sementara itu istilah pemeriksaan motor seperti TCLOCS hingga pengenalan perangkat keselamatan berkendara turut diperkenalkan dan ditekankan.

Peserta tampak antusias mengikuti kegiatan ini. Bro Ikhsan dan bro Coky dari YMIC mengatakan bahwa banyak hal baru yang mereka dapatkan di kegiatan ini dari mulai teori hingga praktek.

Di sesi praktek kemampuan berkendara, ada dua hal yang menjadi fokus yaitu kemampuan mengendalikan power motor yang meliputi cara berakselerasi, berdeselerasi hingga sudden braking, serta kemampuan bermanuver di atas motor yang meliputi bumpy ride, balance track hingga slalom dan chidori. Materi SRC ini sempat diajarkan pula di SRC JDDC yang pernah ane ikuti.

Pemanasan & Pelemasan sebelum Sesi Praktek Berkendara

Di awal sesi praktek berkendara kebanyakan peserta terlihat grogi dan kaku, namun setelah diulangi barulah peserta terlihat santai dan mampu. “Sesi praktek tidak bertujuan untuk membuat peserta langsung bisa melakukan teknik manuver ini, namun hanya mengenalkan dan membiasakan mereka saja” demikian tukas bro Aldo, salah seorang instruktur dari PSRT.

Sesi Praktek, Segala Jenis Motor Ada

Briefing sebelum Praktek

Awalnya Kaku, kemudian Terbiasa

Usai sesi praktek, dituntaskan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Peserta tampak kritis dan gencar mengajukan pertanyaan. Hal ini disambut baik oleh tim PSRT yang di ujung acara menyerahkan sertifikat SRC secara simbolis dan menyematkan pin PSRT kepada perwakilan dari YMIC dan CMOS disertai harapan semoga ilmu yang diperoleh dapat bermanfaat dan disebarluaskan.

Semoga Ilmu SRC-nya Bermanfaat..!

Akhir kata…izinkanlah ane turut merasa bangga dan terhormat atas kehadiran bro Imam Arkananto di acara ini sebagai salah seorang peserta. Mantabs bro..!

Bro Imam Arkananto, Salah Seorang Biker Senior..





Riding Skill Contest di Kopdar Gabungan Pulsarian Community

22 02 2010

Acara Pulsarian Community kali ini bertajuk kopdar (kopi darat) gabungan – kopdargab, suatu momen dimana seluruh PRA (Pulsarian Ranger Area) berkumpul bersama di suatu tempat yang ditentukan secara bergilir. Kebetulan PRA Jakarta Timur alias BAYONET menjadi tuan rumah dengan tema “Welcome to the East”. Acara kopdargab yang diadakan  tanggal 20-21 Februari 2009 di Plaza Kramat Jati Indah (KJI) ini terasa beda, tak lain karena diadakannya Safety Riding Contest, Bazaar dan Lomba Modifikasi.

Welcome to the East

Ane sempat absen di hari pertama karena hujan, namun di hari kedua cuaca cerah dan ini menjadi kesempatan bagi para rangers – julukan bagi anggota Pulsarian Community untuk turut hadir dan memeriahkan kopdargab. Tercatat perwakilan dari PRA Jakarta, Depok, Tangerang, Bekasi, Karawang, Cikarang dan Bandung hadir di Plaza KJI.

Selalu ada kesan tersendiri di setiap acara Pulsarian Community, yang paling menyenangkan tentunya adalah bertemu kawan-kawan sesama rangers, baik itu lama atau baru. Semuanya bersemangat, antusias dan gembira mengikuti kopdargab, bahkan diantara mereka terlihat beberapa wanita dan anak-anak, baik itu pacar, istri maupun anak mereka. Sungguh acara seperti ini dapat menjadi sarana rekreasi, edukasi dan silaturahmi yang positif.

Rangers dan Keluarga

Acara inti pertama yang menyedot perhatian adalah safety riding contest. Ya, sejak pertama kali PSRT (Pulsarian Safety Riding Team) dibentuk sekitar 2 tahun silam. Kata safety riding menjadi hal mutlak yang wajib dipahami dan diamalkan oleh para rangers Pulsarian. Hampir tak ada momen yang tidak beraroma safety riding di setiap kegiatan Pulsarian, dan tanpa kenal lelah dan bosan pula PSRT secara berkesinambungan terus mengedukasi para rangers mengenai pentingnya berpikir dan bertindak aman berkendara di jalan.

Suasana Kopdargab

Skill saja tidak cukup, begitu yang selalu didengungkan oleh rekan-rekan di Road Safety Association (RSA). Ya, Pulsarian Community turut berada dibawah naungan RSA sebagai komitmen dalam menegakkan propaganda aman berkendara. Selain penguasaan SKILL, diperlukan pemahaman RULES dan ATTITUDE dalam berkendara. Terkadang orang beranggapan hanya dengan Skill ia akan dapat berkendara dengan aman. Hal ini tidak benar dan tidak cukup tanpa didukung pemahaman Rules dan Attitude.

Lalu bagaimana meningkatkan edukasi Rules dan Attitude di komunitas ini?

Kebetulan Pulsarian Community sehari-harinya aktif di mailing list (milis), baik itu di milis internal Pulsarian maupun di milis bajaj_pulsar_indonesia@yahoogroups.com. Lewat media komunikasi inilah edukasi dan pengetahuan rules berkendara seperti UU no.22 tahun 2009 disebarkan dan dibahas. Dalam hal attitude, para rangers tak pernah absen disuguhi kisah, cerita, curhat dan pengalaman berkendara yang melibatkan perilaku berkendara dan dampak sistemiknya. Jika hal tersebut tadi ditemui di dunia maya, di dunia nyata edukasi aman berkendara dapat ditemui di acara seperti kopdargab ini. Kegiatan seperti ini diharapkan dapat membentuk sikap berkendara yang ideal.

Kembali ke TeKaPe..

Suasana Bazaar

Demo Obat Poles Motor

Bazaar yang berlangsung sejak hari pertama menyajikan barang dagangan yang berguna bagi para Pulsar riders. Dari mulai spareparts yang disediakan oleh salah satu dealer Bajaj yaitu Bajaj Andalan Sakti (BAS) juga beberapa asesoris motor hingga perlengkapan pengendara seperti jaket, helm dan sarung tangan.

Lanjut ke SR Contest..

Kriteria yang dipertandingkan dalam SR Contest ini antara lain kemampuan peserta dalam melewati balok keseimbangan, kecepatan dan keseimbangan dalam melakukan slalom dan terakhir kemampuan manuver peserta dalam melakukan chidori, suatu bentuk teknik berkendara slalom yang lebih rumit.

Uji Balok Keseimbangan

Dalam uji balok keseimbangan peserta diwajibkan berkendara selambat dan seseimbang mungkin tanpa keluar dari balok.

Uji Slalom

Dalam slalom peserta diwajibkan melakukan manuver berkelok dengan menggunakan body language dan keseimbangan.

Uji Chidori

Dalam chidori peserta diwajibkan melewati rute chidori yang memerlukan ketrampilan manuver dengan cepat dan tepat.

Peserta SR Contest

Peserta yang ikut dalam SR Contest ini mewakili PRA masing-masing, didukung lengkap dengan supporternya.

Acara inti kedua adalah kontes modifikasi. Tak kurang dari sepuluh motor turut adu modifikasi. Dengan juri dari PSRT dan pengurus Pulsarian, tentunya kriteria MEFRIK dalam kontes ini harus dipenuhi yaitu Modern, Estetika, Fungsional, Rasional, Inovasi, dan Kreasi.

Kontes Modifikasi, Siapa yang paling MEFRIK?

Ketika PSRT Menilai..

Diskusi Dulu..

Ketika pengumuman tiba, SR contest dimenangkan oleh bro Bangzai #458 dari PRA PANSER (Tangerang) sementara kontes modisikasi dimenangkan oleh bro Vijay #759 dari PRA KALIBER (Bekasi).

Bro Vijay, Pemenang Kontes Modifikasi

Juara Kontes Modifikasi

Penyerahan Hadiah SR Contest

Di akhir acara, menang-kalah tidak masalah, semua bergembira, bersilaturahmi antar PRA, sesuai slogan Pulsarian Community yaitu “Mewujudkan Biker yang Sehat, Dinamis dan Beradab”.

GO PULSARIAN…!





Kenapa Sih Harus Geber Gas..?

25 01 2010

Coba perhatikan sikap beberapa anggota komunitas/klub otomotif saat mereka meninggalkan lokasi kopdar..

Apa yang dapat diperhatikan?

Mau kemana sih mas..?

Ya, selain penampilan khas biker anggota komunitas yang memakai gear dan atribut, ada satu sikap mereka yang ane perhatikan saat mereka meninggalkan lokasi kopdar. Mereka selalu menggeber dan memainkan gas secara berlebih sehingga motor melaju sangat kencang dan knalpot mengeluarkan suara yang keras, apalagi jika knalpotnya dimodif..makin keras saja suaranya.

Apa sebab? ane tak tahu pasti, tapi dengan pengetahuan psikologi ane yang terbatas ane coba jelaskan bahwa tindakan geber gas tersebut karena mereka sedikit banyak ingin menunjukkan performa dan akselerasi motor mereka, ditambah lagi raungan knalpotnya.

Lalu mengapa? dari beberapa pengalaman ane bergaul di beberapa klub/komunitas motor, rupanya masih banyak biker yang menganggap motor yang dapat berakselerasi cepat, dapat mencapai top speed tinggi, memiliki knalpot bersuara lantang dan modifikasi lainnya menunjukkan wibawa dan “pride” tersendiri bagi mereka.

Sayangnya, kerap kali kebanggaan terhadap motor besutan mereka tidak diimbangi dengan kebanggaan terhadap jiwa dan raga mereka. Contohnya: biker komunitas anu motornya kencang dan full modifikasi tetapi perlengkapan safety gear si biker terlihat seadanya, pakai sandal, celana pendek dan bahkan tanpa helm.

Kembali ke masalah geber gas, melalui artikel singkat ini ane hanya ingin mengingatkan ke kawan sekalian bahwa kewibawaan dan martabat seorang biker bukanlah terlihat dari kecepatan atau penampilan motornya, tetapi dari cara berkendara dan cara biker tersebut menghargai dirinya.

Tanpa bermaksud menggurui, paling tidak ada tiga hal yang harus dikuasai biker bermartabat:

1. Kepatuhan terhadap RULES berlalu-lintas

2. Penguasaan ATTITUDE berkendara

3. Penguasaan SKILL berkendara

Jadi marilah kita menjadi biker yang baik.

Semoga bermanfaat.

Coba perhatikan sikap beberapa anggota komunitas/klub otomotif saat mereka meninggalkan lokasi kopdar..

Apa yang dapat diperhatikan?








%d blogger menyukai ini: