Belajar Safety Driving bersama Sopir TRAC

23 09 2010
sopir TRAC

sopir TRAC

Kesibukan ane beberapa hari ini mengharuskan ane untuk mobile dan on call 24 jam, maklum ane terlibat dalam tim sukses pemilihan salah satu calon ketua umum Kamar Dagang Indonesia.

Belajar memang tak harus dari orang yang lebih, setiap orang adalah unik dan pasti punya ilmu yang bisa diserap.

Jadi melekatlah ane dengan salah satu sopir dari TRAC (Toyota Rent A Car) selama sekian jam sehari. Kesempatan ini ane manfaatkan untuk menggali ilmu safety driving. Kebetulan sopir yang sebut saja namanya Sandi ini baru sebulan menjadi sopir TRAC, jadi ilmunya masih segar dan ane bisa belajar.

Tersebutlah beberapa tips aman mengemudi yang dapat ane bagikan ke kawan-kawan pembaca blog yang budiman.

1. Hindari “multitasking” alias mengemudi sambil nyambi, entah itu merokok sampai mainan handphone. Pak Sandi ini sadar betul arti konsentrasi sehingga ketika telepon berbunyi ia akan segera mencari tempat berhenti

2. Jaga jarak aman. Ada tips menarik bahwa ban belakang kendaraan yang ada di depan harus terlihat. Itulah makna jarak aman bagi sopir. Ia pun menuturkan bahwa jarak aman juga dinyatakan dalam hitungan 2 sampai 4 detik dengan kendaraan di depan.

3. Posisi tangan menggenggam stir di posisi jam 10 dan jam 2. Menurut pak Sandi, posisi ini memungkinkan refleks yang lebih baik.

4. Pandangan juga harus dijaga, saat membelok, swerving (berpindah lajur mendadak), pandangan mata harus melihat ke samping karena adanya blindspot yang tak terlihat.

5. Rules + Ethics. Nah yang satu ini juga diajarkan. Mirip dengan konsep segitiga RSA (Rules, Skill, Attitude) dari Road Safety Association, seorang pengemudi harus mematuhi rambu dan menjalankan etika berkendara.

Demikian tips singkat hasil mengorek ilmu dari Pak Sandi, sopir TRAC. Memang yang namanya Pak Sandi itu sangat pantas jadi sopir.

Semoga berguna
:mrgreen:





[SAFETY DRIVING] Pelajaran Hari Ini

23 12 2009

Pagi tadi ane terima email berita duka yang mengatakan bahwa suami dari kawan kantor ane tewas karena kecelakaan lalu lintas di tol Jagorawi sore kemarin pukul 16.30.

kronologis sbb:

Suami kawan kantor ane itu terlalu lelah karena hari sebelumnya harus menjalankan Operasi Caesar (ia seorang dokter). baru beristirahat 2 jam, ia harus bertugas kembali di Bogor.
setelah dari Bogor ia mengendarai Innova kembali ke Jakarta untuk menjemput istrinya di kantor ane.

Dalam perjalanan, karena terburu-buru ia mengambil bahu jalan dan entah mengantuk atau bagaimana ia menabrak truk semen (mungkin truk mixer beton) dengan kecepatan tinggi.
dikabarkan Innova yang ia kendarai sampai pecah menjadi 3 bagian dan ia tewas di tempat.

Pada saat yang sama sang istri yang belum tahu musibah tersebut, tengah kebingungan karena tidak kunjung bisa menghubungi suaminya melalui handphone.

===

Moral dari kejadian ini:

1. Selalu tenang dalam berkendara, jangan terburu-buru.
2. Pastikan fisik dalam keadaan yang sehat. jika lelah jangan memaksakan diri berkendara.
3. Selalu waspada di jalan raya, apalagi di jalan tol. Jaga kecepatan dan jarak aman.
4. Jangan berkendara memasuki bahu jalan.

Karena kejadian ini, seorang istri dan bayi berusia 5 bulan harus kehilangan figur seorang suami dan ayah.
Turut berduka cita sedalam-dalamnya. Semoga amal baik beliau diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

Mari jadikan kejadian tragis ini sebagai pelajaran.








%d blogger menyukai ini: