Ibu Atin Tewas Diseruduk Mobil..Bagaimana Kai Fin Tanoto bisa punya SIM?

24 06 2010

hewan ini punya SIM gak..?

Sedang enak-enak gerak jalan di Gelora Bung Karno, tiba-tiba ada mobil menyeruduk dari belakang. Bagaimana rasanya?

Gondok kan?

Apa yang nyetir lagi nonton video Ariel – Cut Tari di HP nya sampai-sampai orang gerak jalan segitu banyak gak kelihatan…???

Oh…rupanya usut punya usut, yang menabrak itu punya kelainan berupa penyakit epilepsi yang sedang kambuh.

Begitulah tragedi yang disebabkan oleh engkoh Kai Fin Tanoto. Karena penyakit epilepsi yang ia derita sedang kambuh, puluhan orang yang sedang melakukan gerak jalan pun ia seruduk dengan sukses. Baca entri selengkapnya »





Nodai Idealismeku, Bayar dengan Darahmu!

1 04 2010

Buggg..

Buat yang tadi pagi melihat pulsar merah di dekat persimpangan Hayam Wuruk-Samanhudi, itu ane.

Pagi ini sehabis drop istri di kantor ane lanjut riding lewat jl. Hayam wuruk.
Di perempatan hayam wuruk – KH. Samanhudi ane berhenti di belakang garis putih yang sudah rada pudar..

Di belakang ane tampaklah biru2..rupanya itu kopami (cmiiw)..yang hendak belok kiri ke arah Samanhudi. Belum selesai lampu merah (masih menunjuk ke detik ke 30an) tiba2 kopami itu maju menyeruduk box ane dengan keras..sambil keneknya teriak2.. “maju woi..kasih jalan”

padahal ane berhenti bukan di jalur paling kiri, dan di sebelah kiri kopami itu masih ada ruang yang luas..cukup buat 1 mobil. Kenapa dia mesti nyeruduk ane?

Emosi meluap..padahal sudah ane tahan mengingat ane tahu box ane gak kenapa2..tapi si sopir malah menyeruduk lagi. Nah inilah yang membuat ane gelap mata.
Bukan masalah box e45 murahan yang diseruduk, box tidak ada apa2.

Idealisme ini terasa ternodai..terlebih sehabis baca kisah bro Nursal di milis rsa-indonesia@googlegroups.com yang istrinya harus tertimpa musibah karena kebodohan rider pelawan arah.

Darah Itu Merah Bro..!

Segera ane turun dari motor dan tanpa bicara ane tampar spion kanan kopami sampai pecah dan ane berikan pukulan telak ke wajah si sopir yang entah sedang bicara apa. Darah dari si hidung sopir terpaksa menodai sarung tangan berprotektor merk Viper yang sudah tak terhitung pernah menghajar “benda-benda” lain.

Ketika tangan ane hendak bergerak memukul lagi sopir angkot yang malah teriak2 gak karuan, sorang polantas menarik ane dan menyuruh ane jalan.

Ane cuma bilang ke polisi itu. “saya mau berhenti di belakang garis putih, apa saya salah?”
dan polisi itu cuma berkata “sudah..lanjut jalan sana”

Selanjutnya sopir kopami tsb ane lihat di suruh turun dan entah diapakan oleh si polantas. Ane lanjut riding sambil mengacungkan jari tengah ke arah si kenek.

Puas rasanya bisa menegakkan idealisme, meskipun dengan bayaran darah.

Tapi menggunakan kekerasan fisik bukan hal yang patut dibanggakan, gunakan hanya jika idealisme ente ternoda.








%d blogger menyukai ini: