PSRT Camp Training: Kawah Candradimuka Para Ranger

6 05 2011

Komunitas Pulsarian Indonesia

logo PSRT

Sudah beberapa minggu ini para ranger Komunitas Pulsarian Indonesia sering berkumpul bersama untuk menggodog sebuah kegiatan yang bertema besar, yaitu Baca entri selengkapnya »

Iklan




Kegiatan Sabtu Ini..Batal Ikut Workshop CBR 250R, Namun Bisa Ngobrol Asyik bersama PRIDES…!!

10 04 2011

Email bro Teddy AHM

Melalui artikel ini ane memohon maaf kepada bro Teddy, bu Isti, Mbak Tika dan Pak Nyoman dari Astra Honda Motor yang telah mengundang ane dan kawan-kawan blogger lainnya, namun ane tidak dapat hadir.

Pada hari Jumat bro Teddy sudah mengontak saya lewat telepon dan juga mengirimkan email undangan kegiatan “Workshop Honda CBR 250R” yang Baca entri selengkapnya »





Melatih Habit dan Spontanitas Berkendara lewat SRC

13 06 2010

SRC Pulsarian Community

Revolusi dalam dunia klub dan komunitas motor sedang berlangsung. Jika dulu klub dan komunitas motor identik dengan hal-hal negative maka saat ini orang yang awam terhadap dunia permotoran harus menepis jauh-jauh anggapan miring tersebut.

DeTiC

HTML

Sejak awal abad 21 alias tahun 2000, beberapa komunitas motor mulai bermunculan. Lelah dengan anggapan miring masyarakat terhadap organisasi motor, beberapa komunitas motor mulai membuat kegiatan social yang sangat positif dan berguna masyarakat, diantaranya mengadakan pelatihan keterampilan berkendara motor secara aman atau lazim disebut Safety Riding Course (SRC).

Sebut saja Honda Tiger Mailing List (HTML), sebuah komunitas pengguna Honda Tiger yang cukup senior ini, atau DeTiC (Depok Tiger Club). Kedua organisasi otomotif roda dua tersebut cukup rutin mengadakan SRC, baik terhadap anggota internal mereka maupun untuk masyarakat umum dan perusahaan.

Trend positif ini banyak menuai respon baik dari masyarakat. Di jalanan kota besar yang hiruk pikuk seperti Jakarta seorang pengguna jalan harus menguasai ketrampilan berkendara aman agar jauh dari resiko kecelakaan, mencelakakan orang lain maupun terlibat kecelakaan.

“SRC adalah saran melatih skill berkendara agar pada saat diperlukan, skill yang telah dipelajari ini dapat dilakukan secara spontan”, demikian ujar bro Jusri Pulubuhu, seorang dedengkot Jakarta Defensive Driving & Consulting (JDDC) dalam sebuah kegiatan SRC untuk pengguna motor besar yang pernah ane ikuti.

“Berkendara tidak hanya membutuhkan skill, tapi juga harus melibatkan attitude dan rules, jika tidak..maka apa yang akan mengendalikan skill anda?” demikian ujar bro Syamsul Maarif, salah seorang senior di HTML, founder Yayasan Trotoar dan juga Dewan Pengawas Road Safety Association (RSA). Terminology Rules, Skill dan Attitude yang dicetuskan bro Syamsul  ini cukup menggugah ane untuk belajar lebih jauh tentang aman berkendara di jalan.

“Berapapun tingginya skill seorang pengendara, Berkendara aman di jalan tidak akan terwujud jika rasa aman di jalan (awareness) tidak dibutuhkan oleh sorang pengendara”, demikian pula kutipan dari bro Ferdinand Neman, salah seorang anggota Pulsarian Safety Riding Team dan juga dedengkot First Advance Safety Riding Team (FAST).


Seluruh kutipan di atas mengarah kepada beberapa kesimpulan berikut:

  • Keamanan saat berkendara di jalan umum adalah sebuah kebutuhan.
  • Aman berkendara melibatkan penguasaan Rules (peraturan lalu-lintas dan etika berkendara.
  • Aman berkendara juga melibatkan otak kanan yaitu attitude, yang memotivasi kita untuk melakukan hal yang benar dan menjauhi yang salah.
  • Aman berkendara membutuhkan latihan skill yang lebih dari sekedar pengetahuan gas-rem motor.
  • SRC adalah sebuah investasi bagi pengendara motor untuk melatih reflex, melakukan hal benar dalam waktu sepersekian detik.
  • SRC merupakan saran untuk menghentikan kebiasaan buruk dan mulai melakukan kebiasaan benar pada saat berkendara.
  • Yang terakhir dan terpenting adalah niat dan kemauan seorang pengguna motor untuk belajar berkendara aman.

Well, jika ente termasuk pengendara motor yang kritis dan senantiasa berniat untuk mengembangkan diri, khususnya di bidang keamanan berkendara. Silakan hubungi organisasi otomotif yang terbaik menurut ente.








%d blogger menyukai ini: