Goodbye Tomat My PIBO, Semoga Engkau Bahagia..

23 10 2010

 

Tomat - speedometer

Sedih sebenarnya jika harus mengatakan ini.. Si Tomat sebenarnya adalah motor yang tangguh dan tidak rewel. Namun apa boleh dikata, Tomat ternyata hanyalah motor pelampiasan semata yang harus ane pakai selama setahun tujuh bulan terakhir.

Tomat dan kawan-kawan..

Tomat dan kawan-kawan..

 

Apa pasal..Kala itu berita tengah santer bahwa Pulsar 220 akan segera diluncurkan. So ane dengan tekad bulat melepas Pulsar 200 ane. Eehhh.. gak taunya ane kecele. Yang di launching malah Pulsar 180 UG4. Karena ane terlalu sayang menggunakan si Ironhide untuk keperluan harian, maka ane ambil keputusan untuk beli Pulsar 180 UG3 saja yang waktu itu belum di launching.. Hmmm..yang namanya gondok memang gak terduga. Lepas 4 bulan setelah ane meminang Si Tomat, Pulsar 180 UG4 diluncurkan dengan harga yang sama dengan Pulsar 180 UG4..hehehe.. yo wis lah gak apa..

Tomat - tampak belakang

Tomat - engine

Ane waktu itu tidak terlalu kecewa karena memang sedang bertekad bulat untuk membeli Pulsar 220.

Nah sekarang, kabar dari seorang pejabat di Bajaj Auto Indonesia menentramkan hati ane. Ia mengatakan bahwa Pulsar 220 akan dilaunching November ini di ajang Jakarta Motor Show (JMS). Hati ane kembali berbinar. Dengan sigap ane iseng tawarkan Si Tomat ke kawan-kawan dekat yang ane kenal..

Tomat - tampak samping

Tomat - tampak samping

 

Gayung bersambut, ternyata adik ipar bro Joker, Ranger Pulsarian bernomor #999 ini sedang mencari motor batangan second. So tanpa buang waktu, mengingat tawaran harganya relatif masuk akal, ane langsung setuju.. Yah..meskipun sebenarnya sedikit kecewa juga menjadi salah satu korban banting harga Pulsar 180..hehehe..namun tak apa, demi Pulsar 220 deeh.. 😀

Jadi..kini Si Tomat telah resmi berpindah tangan, mudah-mudahan ia bahagia bersama pemilik barunya..

Sementara itu, ane akan melanjutkan kisah trilogi Pulsar ane yang dimulai sejak ane meminang Pulsar 180 generasi pertama di Indonesia, lalu Pulsar 200..dan dalam waktu dekat, ane akan review tentang Pulsar 220..live dari garasi rumah ane..!

My Pulsar 180 (2006-2008)

My Pulsar 200 (2008-2009)

My Pulsar 180 UG3 (2009-2010)

Future Pulsar 220 (2010-...)

 

Mohon doanya yah.. 🙂





Seputar Indikator BBM Digital Bajaj Pulsar

26 03 2010

Indikator BBM Digital Bajaj Pulsar

Ini share pengalaman aja, di Pulsar UG3 edisi awal (2006-2007) dimana indikator BBM dengan bar digital itu masih dapat dipercaya.

contoh:

– asumsi isi tangki full 18 liter (sampai bawah mulut tangki)
– jumlah bar di indikator = 12
– jadi per 1 bar mewakili (18/12 = 1.5 liter BBM

untuk UG3 edisi awal bagus nih akurasinya..kalau indikator tinggal 2 bar berarti isi tangki tinggal (1.5 x 2 = 3 liter)

dengan asumsi konsumsi BBM Pulsar 1:35 liter, berarti ane masih punya kesempatan untuk riding sejauh 3 x 35 liter = 105 km untuk cari pom bensin.

kalau pemakaian harian misalnya 40 km PP (pulang-pergi), berarti ane masih punya waktu 2 hari sebelum isi tangki BBM ane habis.

Dengan Pulsar 200 edisi pertama (2008-2009) ane juga merasakan akurasi yang sama.

Nah, ketika mulai memakai Pulsar 180 UG3 edisi akhir (2007-2009) nih ane mulai merasakan akurasi indikatornya mulai aneh. Suatu ketika ane lihat indikator menunjukkan 2 bar, ane tenang-tenang saja..Masih ada 2 hari lagi laah untuk isi BBM Pertamaxx..hehehe.. Dan ane pindahin tuh keran BBM ke posisi RES.

Ridinglah ane keesokan harinya menuju tempat kerja, sampai di tengah perjalanan, kurang lebih 10an km indikator turun menjadi 1 bar. Ane masih tenang saja, karena ane masih punya 35 x 1.5 = 52.5 km untuk cari pom bensin.

Sampailah ane di kantor dan ane amati indikator BBM masih tetap 1 bar, tapi ane dengar dari dalam tangki tidak ada suara cipratan BBM nih..Ah…masih tenang lah, mungkin BBMnya ngumpet.

Pulang kantor ane riding pulang.. Baru jalan kurang lebih 5 km, dari Kuningan ke Menteng..lho kok motor ndut-ndutan…Waah..BBM sekarat nih..

Ane lihat indikator BBM masih 1 bar…Lho..kok..???

Ane segera minggir di seberang hotel Formula, Menteng untuk cek kondisi motor. Ternyata benar motor kehabisan BBM, tapiii…indikator masih tetap tegar di 1 bar..Aneh..

Berarti..indikator BBM Pulsar 180 UG3 edisi akhir kurang akurat nih..

Sesuai pengalaman kalau kehabisan BBM, ane lakukan langkah berikut.

– Mendiamkan motor di standar tengah di tempat rata selama kurang lebih 5 menit, dengan tujuan membiarkan BBM memasuki ruang karburator
– Memiringkan motor dengan tumpuan standar tengah dan samping selama 5 menit, dengan tujuan isi tangki BBM di sebelah kanan berpindah ke kiri. Ya karena keran BBM Pulsar terletak di kiri bawah
– Coba start motor

Memiringkan Pulsar

Ternyata motor bisa di start dan ane pun segera riding ke pom bensin terdekat, hanya beberapa ratus meter dari lokasi ane mogok kehabisan BBM.

Jadi..moral dari pengalaman ini:

– Indikator BBM digital di Pulsar 180 UG3 edisi akhir tidak selalu dapat dipercaya akurasinya
– Jika posisi indikator sudah turun ke 2 bar, segera isi BBM ente
– Gunakan selalu BBM dengan oktan >90 ke atas. Bisa coba mencampur Pertamax 92 10 liter, dengan Premium 8 liter.
– Selalu jaga kondisi tangki BBM dalam keadaan full, untuk mencegah uap air masuk dan membuat karat di dinding dalam tangki.
– Biasakan RESET odometer digital Pulsar ke 0 setiap habis mengisi BBM untuk mengetahui konsumsi BBM motor, bagaimana caranya?

jangan biarkan tangki kosong terlalu lama

biasakan mengisi BBM secara teratur

Begini..

Diketahui:
– ingat posisi ketinggian BBM ketika ente mengisi tangki, misalnya setinggi 1/2 leher tangki.
– dari pengukuran odometer motor sudah dipakai sejauh misalnya 500 km, setelah ente terakhir isi BBM dan reset odometer
– segera isi BBM ke pom dengan Pertamaxx..
– lihat volume BBM yang terisi ke tangki sampai ke posisi ketika ente isi BBM sebelumnya. Misalnya dapat 12 liter

Nah, tinggal hitung saja konsumsi BBM Pulsar ente, 500 km / 12 liter = 41.6 km/liter…Well cukup irit lah..

cek karburator untuk mengetahui pasokan BBM

cek mesin dan pengapian

Lalu bagaimana kita tahu Pulsar kita boros atau irit?
Sesuai pengalaman ane begini:

20 – 25 km/liter ==> sangat boros, cek karburator mesin segera ke Beres (Bengkel Resmi)
25 – 30 km/liter ==> boros, cek karburator dan mesin, dan amati apakah ente sering membawa beban berat.
30 – 35 km/liter ==> sedang, namun perlu pemeriksaan ke Beres.
35 – 40 km/liter ==> ideal
40 – 45 km/liter ==> irit
45 – 50 km/liter ==> terlalu irit, cek busi dan karburator
50 – 55 km/liter ==> irit sekali..tukeran motor sama ane doong…hehehe..

Demikian share dari ane, semoga bermanfaat.

sumber gambar:

kaskus, blog donodomo, myindiaguide.com, koleski pribadi








%d blogger menyukai ini: