Polisi Mau Menilang..Dasarnya Logika..? GUNDULMU…!!

18 05 2011

razia polisi (illustrasi dari padang-today.com)

Pulang dari acara Tribute To Dream Theater yang “terpaksa” selesai jam 23.00 malam tadi karena adanya keluhan tetangga, ane riding pulang melalui jalur Kemayoran. Yah sekalian latihan cornering di beberapa sudut belokan di sana..hehehe.. Baca entri selengkapnya »





Iklan Honda Tiger Berlampu Strobo..Ini Jelas PEMBODOHAN OTOMOTIF..!!

23 12 2010

 

Iklan Honda Tiger Berstrobo

Baca Kompas tanggal 21 Desember 2010 halaman 38, di situ terpampang Iklan Honda Tiger. Baca entri selengkapnya »





Peraturan Berkendara Mobil Sambil Ber-HP Ditilang..Harusnya Tidak Perlu Ada Aturan Semacam Itu..!!

3 12 2010

Ini jelas aturan lebay..Apa dasarnya polisi mengeluarkan aturan semacam itu? Ini kan mobil saya..saya yang bawa..apa urusan Polisi? Gak tau apa saya ini orang sibuk..client bisa telepon kapan saja dan saya harus jawab..penting itu!!! Baca entri selengkapnya »





Segitiga RSA, Pedoman Wajib Para Pengguna Jalan

22 06 2010

Segitiga RSA

Sejak kita mulai mengenyam bangku pendidikan formal, materi pendidikan berlalu-lintas hampir tak pernah diajarkan. Kalaupun pernah, hal tersebut bukan tidak mungkin telah dilupakan oleh murid-murid yang sekarang telah memiliki kendaraan pribadi.

Saat ini, 21 Juni 2010 kondisi lalu lintas semakin semrawut, seperti  ane tuliskan di artikel sebelumnya. Terinspirasi dari perkataan banyak pihak yang ane baca, komentar terbanyak adalah mengandung kata “balik ke diri masing-masing”. Komentar ini menurut ane sebenarnya terkesan basi dan juga terkesan yang mengucapkan terlalu malas berpikir atau dapat diartikan juga “urusin diri masing-masing aja deh..”

Nah itu kan kalo ane suudzon alias berpikiran rada miring..hehehe :D. Kalau ane positive thinking, kalimat “balik ke diri masing-masing” dapat diartikan lebih mendalam dan mendetail yaitu penguasaan diri selama berkendara.

Apa saja yang harus dikuasai seorang pengendara, secara umum lagi pengguna jalan yang dapat menyelamatkannya dari kecelakaan, menyebabkan kecelakaan ataupun terlibat dalam kecelakaan?

Road Safety Association (RSA) sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat yang peduli dengan keamanan pengguna jalan telah meramu jawabannya. Kendaraan jelas tidak akan bisa berjalan tanpa pengendaranya, jadi si pengendara dan pengguna jalan ini harus dibekali sesuatu!

1. Rules

Rules (peraturan) mewakili penguasaan terhadap peraturan lalu-lintas. Apa itu peraturan lalu-lintas? Saat ini Undang-Undang no.22 tahun 2009 adalah produk hukum negara yang mengatur lalu-lintas dan jalan. Silakan download di sini. Apakah peraturan tertulis saja yang harus dikuasai? Tentu tidak. Ada etika dan tata-krama menggunakan jalan yang tidak tertulis di Undang-Undang tersebut. Rules berhubungan erat dengan kata BENAR dan SALAH.

2. Skill

Skill (keahlian) berhubungan dengan kemampuan motorik seseorang dalam mengendalikan kendaraannya. Terkadang seseorang beranggapan bahwa memiliki skill berkendara adalah segalanya, padahal tidak seperti itu. Oleh karena itu di dalam segitiga RSA, Skill ditempatkan pada bagian bawah, karena memang sebagai pengguna jalan biasa, kita tidak dituntut untuk menguasai skill seperti pembalap. Apa yang digunakan untuk mengendalikan Skill? Jawabannya ada di bawah ini. Skill berhubungan erat dengan kata MAMPU dan BISA.

3. Attitude

Attitude adalah kemampuan manusia untuk membedakan benar dan salah, baik dan buruk. Otak kanan manusia bertanggung jawab untuk itu. Attitude pengguna jalan pula yang disinyalir menjadi biang kerok kesemrawutan dan berbagai penyimpangan berkendara. Attitude berhubungan erat dengan kata MAU.

Simak kata-kata di bawah ini.

Cukup jelas bukan menggambarkan hubungan Rules, Skill dan Attitude?

Jika Rules, Skill dan Attitude terus menerus dibiasakan setiap kali berkendara, maka Habit (kebiasaan) akan terbentuk

Bentuk Habit dengan Segitiga RSA..!

Jadi sudahkah Rules, Skill dan Attitude berkendara ente benar? Sekedar informasi, pengguna jalan bukan hanya mereka yang mengendarai kendaraan bermotor, tapi juga pejalan kaki dan pengendara sepeda.





April Mop, Ayo Pakai Helm SNI

1 04 2010
Spesifikasi Helm SNI

spesifikasi helm SNI

Hari ini, 1 April 2010  lazim disebut April Mop, peraturan pemakaian helm SNI akan dijalankan. Menurut beberapa sumber di kepolisian, hari ini adalah awal dari sosialisasi pemakaian helm SNI bagi pengendara motor, sementara itu ada pula sumber lain juga dari kepolisian yang mengatakan bahwa terhitung 1 April 2010, penindakan akan diberlakukan bagi pengendara motor yang tidak memakai helm SNI.

Lalu, sebagai pengendara motor bagaimana sikap kita?

Pertama-tama kita tilik dulu dasar hukum helm SNI ini yaitu di pasal 57 ayat (1) dan 2 serta pasal 106 ayat (8), UU no.22 tahun 2009 yang berbunyi:

Pasal 57

(1) Setiap Kendaraan Bermotor yang dioperasikan di Jalan wajib dilengkapi dengan perlengkapan Kendaraan Bermotor.

(2) Perlengkapan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bagi Sepeda Motor berupa helm standar nasional Indonesia.

Pasal 106

(8) Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor dan Penumpang Sepeda Motor wajib mengenakan helm yang memenuhi standar nasional Indonesia.

Nah setelah menilik dasar hukum, mari kita lihat helm yang kita miliki. Tersebutlah aturan bahwa helm yang valid standar SNI adalah yang memiliki emboss (logo timbul) SNI. Bagaimana jika ternyata helm kita tidak memiliki emboss SNI? Atau hanya stiker SNI saja?

Emboss SNI

Tunggu dulu, menurut sumber berikut, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri Kementerian Perindustrian Dedi Mulyadi kepada wartawan mengatakan SNI wajib helm yang mengharuskan logo SNI berbentuk emboss (cetak timbul) tidak akan berlaku bagi helm berlogo SNI stiker yang dikeluarkan sebelum peraturan ini ditetapkan. “Jadi bagi para konsumen yang sudah memiliki helm berlogo stiker SNI tidak perlu ditukar. Karena dulu SNI belum bersifat wajib jadi masih berbentuk stiker,” katanya dalam acara Workshop Pendalaman Kebijakan Industri dengan wartawan, di Bandung, Sabtu (27/3) malam.

Lalu bagaimana jika helm kita memiliki standardisasi luar negeri seperi DOT, SNELL atau ECE? Nah ini masih menjadi dilema, beberapa salah kaprah terjadi yang mengatakan bahwa standar SNI itu lebih inferior alias dibawah standar luar negeri seperti disebut sebelumnya. Nah menurut hasil kunjungan ane ke pabrik helm di artikel ini, standar helm bukanlah untuk diperbandingkan. Mengapa?

Standar luar negeri seperti DOT, SNELL, ECE, JIC berlaku di negara masing-masing seperti Amerika dan Eropa. Jika Indonesia memaksakan diri untuk mengikuti standar tersebut, maka konsumen helm Indonesia akan dipaksa untuk membeli helm impor yang harganya tentu lebih mahal, sementara banyak pula produsen helm lokal yang kualitasnya setara dengan helm impor.

logo SNI

Standar SNI pastinya juga melindungi kedaulatan Indonesia dari sebuan produk asing. Ingat saja bahwa helm impor yang mungkin dibanggakan sebagian besar pemakainya belum tentu layak pakai karena bisa jadi helm tersebut adalah helm cacat atau kadaluarsa (FYI, masa pakai helm adalah 3 tahun) yang dibuang sayang lalu dijual di Indonesia. Nah kalau begini kan konsumen juga yang rugi.

Helm Cetok..Buat Gayung Aja Bro..!

SNI juga bagaikan pisau bermata dua yang juga melindungi konsumen dari helm lokal yang berkualitas di bawah rata-rata. Sudah pemandangan sehari-hari lah di jalanan ibukota banyak ditemui penjual helm tak berkualitas seperti itu. Kalau sampai jatuh dan kepala terluka..lagi-lagi konsumen yang rugi. Lagipula..gak sayang apa, kepala kita dihargai sama dengan helm cetok murahan seharga 10-20 ribu Rupiah?

Oke..dengan paparan di atas..seharusnya cukup dipahami bahwa standar SNI tidak seburuk yang kita bayangkan. Dan menurut ane aparat juga harus bijak menilai helm yang dipakai. Jangan sampai nanti terjadi keributan karena pemakai helm impor yang tidak ber SNI ditilang aparat. Di sini timbul lagi dilema. Pilih mana, Safety atau SNI?

Pilih Safety Atau SNI?

Ya tentu saja yang terbaik pilih semuanya. Kalau ente misalnya sebagai salah satu pemilik helm impor yang layak pakai tentunya akan bisa berdebat dengan pak Polisi bahwa helm ente layak pakai dan standar DOT/ECE dapat disetarakan dengan standar SNI. Lha wong SNI menggunakan diantaranya standar ECE, JIS dan BS sebagai referensinya.  Silakan baca artikelnya bang Edo di sini. Atau, yang terbaik ya..beli helm yang sudah SNI laah..masa beli helm impor mampu tapi beli helm SNI gak mampu..? gak mampu atau gak mau nih..?

Yang penting dari peraturan helm wajib SNI ini adalah konsistensi penegakan hukumnya. Coba liat di jalan..jangankan helm SNI, kebanyakan pengendara tidak mau dan tidak mampu untuk memakai helm. Barangkali emboss SNI sudah ada di jidat mereka ya.. 😀

Seperti aturan yang sudah-sudah, mudah-mudahan aturan kali ini sifatnya tidak hangat-hangat tahi ayam. So kita pantau bersama kinerja para penegak hukum.

Akhir kata, tetap sayangi kepala kita dengan helm yang layak pakai. Jangan beli helm impor yang mahal namun sudah kadaluarsa dan cacat, dan jangan pula beli helm lokal yang murah namun kualitasnya di bawah rata-rata.





Safety Riding Course PSRT bersama YMIC dan CMOS

8 03 2010

Gedung Citra Marga Nusaphala Persada

Setelah melalui beberapa pertemuan beberapa minggu sebelumnya, kawan-kawan ane di Pulsarian Safety Riding Team (PSRT) akhirnya membulatkan tekat untuk mengadakan Safety Riding Course (SRC) yang ditujukan untuk para pengendara motor diluar Pulsarian Community.

Setelah sebelumnya mengadakan SRC yang diikuti oleh para ranger Pulsarian Community dan peserta eksternal di Carrefour Ciputat, maka kali ini, PSRT didaulat untuk memberikan edukasi aman berkendara di gedung Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) yang diikuti oleh YMIC (Yamaha Matic Indonesia Club) dan CMOS (Komunitas Motor Karyawan CMNP).

Bro Yudi memberikan Materi Teori SRC

Dengan diikuti lebih dari 30 peserta, bro Yudi Kristianto selaku “chief” PSRT memberikan materi presentasi seputar cara berkendara aman. Materi yang disampaikan sangat tajam dan lugas, menyasar para peserta untuk bercermin kepada diri mereka sendiri.

Salah satu Materi Sosialisasi UU no.22/2009

Tak bosan-bosannya bro Yudi mengingatkan pentingnya pemahaman RULES berlalu-lintas, pelaksanaan ATTITUDE berkendara dan aplikasi SKILL berkendara kepada para peserta. Sementara itu istilah pemeriksaan motor seperti TCLOCS hingga pengenalan perangkat keselamatan berkendara turut diperkenalkan dan ditekankan.

Peserta tampak antusias mengikuti kegiatan ini. Bro Ikhsan dan bro Coky dari YMIC mengatakan bahwa banyak hal baru yang mereka dapatkan di kegiatan ini dari mulai teori hingga praktek.

Di sesi praktek kemampuan berkendara, ada dua hal yang menjadi fokus yaitu kemampuan mengendalikan power motor yang meliputi cara berakselerasi, berdeselerasi hingga sudden braking, serta kemampuan bermanuver di atas motor yang meliputi bumpy ride, balance track hingga slalom dan chidori. Materi SRC ini sempat diajarkan pula di SRC JDDC yang pernah ane ikuti.

Pemanasan & Pelemasan sebelum Sesi Praktek Berkendara

Di awal sesi praktek berkendara kebanyakan peserta terlihat grogi dan kaku, namun setelah diulangi barulah peserta terlihat santai dan mampu. “Sesi praktek tidak bertujuan untuk membuat peserta langsung bisa melakukan teknik manuver ini, namun hanya mengenalkan dan membiasakan mereka saja” demikian tukas bro Aldo, salah seorang instruktur dari PSRT.

Sesi Praktek, Segala Jenis Motor Ada

Briefing sebelum Praktek

Awalnya Kaku, kemudian Terbiasa

Usai sesi praktek, dituntaskan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Peserta tampak kritis dan gencar mengajukan pertanyaan. Hal ini disambut baik oleh tim PSRT yang di ujung acara menyerahkan sertifikat SRC secara simbolis dan menyematkan pin PSRT kepada perwakilan dari YMIC dan CMOS disertai harapan semoga ilmu yang diperoleh dapat bermanfaat dan disebarluaskan.

Semoga Ilmu SRC-nya Bermanfaat..!

Akhir kata…izinkanlah ane turut merasa bangga dan terhormat atas kehadiran bro Imam Arkananto di acara ini sebagai salah seorang peserta. Mantabs bro..!

Bro Imam Arkananto, Salah Seorang Biker Senior..








%d blogger menyukai ini: