[PCX-part 3] Riding Testimonial – Maiden Voyage bersama Honda PCX

28 06 2010

foto by arantan.wordpress.com

Berhubung banyak kawan pembaca yang japri ane untuk segera mereview  kesan ridingnya maka ane buatin artikelnya, jadi begini…

Pre-riding test

Sebelum mulai mengangkangi si PCX, terlebih dahulu ane cek bagian-bagian motor, terdapat beberapa part yang sedikit mengganggu kenyamanan nih.

–          Radius putar stang yang besar, cukup besar untuk ukuran skutik sekalipun, jika belok patah, pengendara berpaha besar pasti lutut/pahanya tersenggol.

–          Step alias “injekan” spakbor standar tengah berpotensi tersangkut di ujung celana. Kejadian beneran lho ini..

–          Posisi tombol klakson dan lampu sein yang tidak umum. Tombol klakson berada di atas lampu sein

radius putar PCX

awas celana tersangkut..!

saklar sein-klakson..kebalik..

Mulai ane naiki motornya setelah menurunkan standar tengah. Jok yang lebar sangat nyaman, dilengkapi dengan sandaran pinggul, panel speedometer jelas terbaca dan ketika motor dimiringkan rasanya tidak terlalu berat bagi ane.

cocok buat yang berbadan subur..

Kunci ane putar ke posisi ON, tekan tombol Idling Stop System lalu tekan tombol Start, mesin pun menyala. Wow mesinnya halus banget suaranya..entah karena baru atau memang halus ya, suaranya persis seperti Vario namun minim getaran. Ya jelas karena PCX berkode NC125D dan Vario berkode NC110D rupanya memiliki mesin yang sama, namun PCX bore dan strokenya berbeda., plus fitur-fiturnya juga beda jauh.

NC125D

Motor ane diamkan di atas standar tengah yang sepertinya akan cukup berat dipakai oleh para kaum Hawa. Ini terbukti saat Ella, salah satu usher mencobanya. Hasilnya… “ahhhh…gak kuat gue…” katanya sambil mendesah.. :mrgreen:

selamat memiringkan monitor

Oke..riding gear Helm SNI dan jaket AHRS yang disiapkan AHM sudah terpasang. Hmmm…riding gear ini jauh lebih bagus daripada riding gear yang disediakan TVS waktu test ride TVS Neo kemarin..hehehe..

ditemani para UG

Saat start engine, tarikannya lumayan, rem cukup pakem di bagian belakang sehingga beberapa rekan sempat ngesot karena mengerem di atas pasir.

Maiden Voyage dimulai..

test ride dimulai..

Stabil juga nih mengendarai PCX, bodi motor yang bongsor sangat pas mengakomodasi PSK (Pria Seratus Kilo) seperti ane. Keseimbangan ane pun terbangun dengan cepat dalam maiden voyage dengan PCX (maiden voyage = perjalanan yang dilakukan dengan motor yang belum pernah dicoba sebelumnya atau di medan yang belum pernah ditempuh sebelumnya). Terbukti ketika beberapa kali menemui kemacetan ane tak perlu sering-sering menurunkan kaki dari bordes, padahal motor melaju sangat lamban, sekitar 3 – 5 km/jam. Berkendara di ruang sempit pun tak sesulit yang ane kira. Bodi PCX dapat disamakan lebarnya dengan Ninja 250 yang spionnya lebar itu.

rute test ride

Sensasinya dimulai..memasuki tanjakan, kami menemui kemacetan lagi sehingga gas-rem pun sering dilakukan. Di sini fitur Idling Stop System bermain.. 3 detik setelah motor berhenti, mesin segera mati dan menyala lagi setelah throttle diputar perlahan.. sensasional juga rasanya, terlebih setelah mendengar penjelasan teknis bahwa proses mesin mati-nyala ini tidak memboroskan BBM karena bagian mesin yang bergesekan lebih sedikit, thanks to fitur ACG nya nih.

Memasuki track lurus dan relative sepi, RC member sinyal untuk gas pol, ane yang berada di posisi paling buncit tepat di depan sweeper jauh tertinggal… tunggu, ini bukan salah mesin PCX yang lelet, tapi berat badan ane.. :mrgreen:

Mas Tri, Bro Saranto dan Bro Adet semangat betot gas di track lurus Jl. Antasari ini dan sampai di belokan menuju TB. Simatupang Mas Tri dan Bro Adet memancing belok rebah weh..keren..ikutan ah..Ane ikutan rebah serasa bawa Ninja 250… Tiba-tiba… “sreeeeekkkk,,,” standar tengah ane bergesekan dengan aspal..hmmm terlalu rebah rupanya.

Yang menarik dari kami berempat, rata-rata melakukan hal yang sama, ketika belok selalu saja terdengar suara klakson. Ini membuktikan bahwa pemakai sepeda motor pada umumnya belum terbiasa dengan posisi tombol klakson dan lampu sein seperti itu.

Oke, kembali menuju café Bondies lagi dengan lagi-lagi belok rebah di low speed…hehehe…PCX cukup ringan dipakai rebah asal jangan terlalu.

Post Riding Review..

Usai memarkir motor, ane melihat seorang pengendara Vario memasuki parkir PCX dan hendak memarkir motor. Apa yang aneh..?

Ya, ia langsung menggunakan standar samping untuk mematikan mesin motornya. Ini jelas menyalahi prosedur baku berkendara motor dimana seharusnya mesin dimatikan dengan memutar kunci ke OFF atau dengan engine cut off. Dengan pengamatan ini ane khawatir pengguna PCX juga akan melakukan kebiasaan buruk ini.

Ane kelilingi lagi PCX, tidak terdengar suara kipas radiator yang tetap menyala ketika mesin panas seperti pada Yamaha Vixion dan Ninja 250. Lalu ane lakukan pengamatan fisik. Kembali ada hal yang mengganggu mata nih.

–          Tudung depan yang terbuat dari plastic smoke hitam itu mudah tergores, jadi para calon pembeli harus melapisinya dari awal nih.

batok lampu depan...rawan goresan

–          Tidak ada parking brake lock seperti di Vario, Beat dan Scoopy

minus parking brake lock

–          Kabel-kabel merusak keindahan di bagian stang, kenapa gak dibuat tertutup seperti di CS-1 atau Goldwing ya (ngarep).

kabel bersliweran di stang..merusak estetika

–          Pelapis jok PCX terlihat murahan dan gampang sobek.

tekstur jok PCX..looks cheap for me

–          Bordes kurang lebar, karena ada tonjolan di bagian tengah.

–          Jika motor jatuh ke samping, sudah dipastikan lampu depan dan body samping akan pecah seketika.

–          Jika PCX dipakai berboncengan, membelok pada kecepatan rendah akan jadi pekerjaan berat.

Oke, begitulah riding testimonialnya, jika ada yang belum disampaikan monggo ane diingatkan..

siap maaas...


Aksi

Information

16 responses

28 06 2010
zaqlutv

Om Ben, dengan bobot badan segitu, berapa top speed yang didapat?

“…Jika PCX dipakai berboncengan, membelok pada kecepatan rendah akan jadi pekerjaan berat…”
itu kenapa?

28 06 2010
bennythegreat

Ane dapat 100 km/jam di track lurus…tapi akselerasinya memble..hehehe..

28 06 2010
sekopati

kalo mas3 bisa 90km mungkin bang ben paling2 70 kali ya….

28 06 2010
bennythegreat

Iya bro..pengaruh BB (berat badan)

:mrgreen:

28 06 2010
bukan jomblo lagi

edan… benny manteb lah… jadi serasa ngikut test ride.. :mrgreen:

**request foto2nya ella**

28 06 2010
bennythegreat

fotonya ella lengkap di kamera mas SL tuh..

*ngelap iler*

28 06 2010
bukan jomblo lagi

sl.com gak bisa di sape as… :mrgreen:

28 06 2010
hadi

@BJL bukan BCL xixixiiiiiiii……
o..ow……kamu bohong ya…..?
aq aja sering kok saveas dari mas SL.com…..(ssst…jgn bilang2 mas SL ya!)

28 06 2010
arantan

iya bro… memang si klakson perlu pembiasaan 🙂
Termasuk ngeremnya, biasanya yang paling pakem tuas kanan/rem depan, ini malah tuas kiri yang lebih main.

28 06 2010
jahe erka

kenalin ella siapa toh mas? maklum sy orang ka mpung jarang liat cewek licin..hahahaa

28 06 2010
bennythegreat

lha itu…yang dadanya paling kethok dhewe.. :mrgreen:

28 06 2010
asmarantaka

aih…sdep bner si Ella….trnyata komponennya ada yg murahan yak??………..selain itu kok ribet bner yak naiknya?? :mrgreen:

28 06 2010
848dream

Numpang Eksis dah… , update http://www.mauducati.com sudah bisa di akses kembali setelah hampir sekitar 3 minggu tidak active 😳

http://mimpi848.wordpress.com/info-hadiyah-quiz-sms/

seeet dah gw miring juga ngeliatnya 😆

29 06 2010
nunoe

injekan standar tengah kali om… 😀 spakbor mana ada injekannya 😀
btw, di semua matik emang gitu kan injekan standarnya…

29 06 2010
bennythegreat

@nunoe

trims koreksinya bro, sudah ane betulkan.. 😀

2 07 2010
avatarx

wew mantab reveiewnya bang… ngomong2 kenapa ya PBLnya dihilangin..??? ada yang tahu…

http://az-pictures.blogspot.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: