TerBang Ke Dieng

19 09 2016

Bermula dari iseng-iseng di sebuah warung roti bakar di daerah Subang, yang kebetulan dihadiri oleh beberapa motorcycle enthusiast dari Jakarta dan sekitarnya..

Yes..TerBang adalah singkatan dari Chapter Subang, sebuah cabang dari komunitas motor Prides Online. Hasil kongkow iseng tersebut menghasilkan sebuah rencana iseng juga yang kebetulan didukung oleh beberapa ATPM yang sudi meminjamkan motor demi mempercantik foto dokumentasi.

Pasang Pinlock dulu biar cerah menatap masa depan

Setelah melihat Google Maps dan search kata kunci “Dieng”, para biker iseng tersebut pun nyeletuk..”ah segitu mah deket cuuuy..”, yang disambut dengan tawa cengengesan biker iseng lainnya. Masih dalam keisengan, kami mengontak beberapa rekan yang kebetulan bekerja di ATPM motor besar yang ternyata mengabulkan permohonan kami. He..he..

Om Berly servis MT25

Jadilah tanggal 23-25 September nanti, Kopdar Colongan (Kopcol) akan diadakan di daerah Dieng, dan karena inisiatornya adalah Prides Chapter Subang (TerBang), maka acaranya akan dinamakan #TerBANGKEDieng #eh..

Servis di Digioto Motoshop

5 orang biker iseng akan start dari pusat kota Subang yaitu:

~ ane sendiri – masih galau bawa Inazuma atau ER6n

~ Cak Salum – sepertinya bawa Z250

~ Kang Dadang Widhaswara – disinyalir mau bawa Ducati Scrambler 400

~ Om Berly – kalau gak salah bawa MT25

~ Coeg David – katanya sih mau bawa CB500X

~ Pak Ilham Seno – TVS RTR200 (tentatif kalau gak hujan)

Sesampai wilayah Dieng, kami akan silaturahmi dengan rekan-rekan Prides dari wilayah Salatiga dan sekitarnya.. Semoga bisa menghangatkan suasana di tengah Dieng yang kabarnya dingin karena merupakan dataran tertinggi kedua di dunia.

Bagi yang mau bergabung silakan langsung ke Dieng saja. Sebagai biker metroseksual masa kini, kami tidak akan pakai RC RC-an dan sweeper-sweeperan, apalagi pakai acara minta DIKON DISIKAN, blocking jalan apalagi pakai sirine strobo.. Karena kami tidak butuh semua itu. Kami lebih takut becek dan motor kotor ketimbang begal.. Catat…!!

Kami akan jalan santai sambil mencari pemandangan bagus yang akan diabadikan oleh coeg David selaku fotografer tidak resmi acara iseng ini..he he..

Last..see you there, yang gak ikut nyese coeg…!!





First Riding Impression KTM RC390

1 09 2016

Bermula dari kalimat pancingan yang coeg sekaleee dari papi Leopold Sudaryono yang mengajak ane dan bro Permana Trias untuk riding-riding cantik di bilangan Aeon Mall, maka pergilah ane kesana..

Janjian jam 6.25 Minggu pagi, jam 6.15 ane udah papasan dengan bro Permana Trias yang membawa R25 nya.. Meluncur dikit ke dekat parkiran motor Aeon Mall.. Wuzzz sesosok rider berjaket hitam yang tidak bisa dibilang kurus posturnya melintas mengendarai motor yang tampak langsing diikuti oleh 2 R25.. Ini dia papi Leopold datang sangat on time dengan RC390…!!

Selesai foto cantik, RC390 pun digilir. Ane dapat giliran kedua setelah sebelumnya mengetahui review dari bro Panji.

Jadi begini testimoni ane setelah mencoba RC390..

1. Ini adalah motor KTM kedua yang ane cicipi setelah sebelumnya mencicipi KTM Duke 200. Motor ini langsing namun atletis, lebih cocok untuk postur tubuh asia yang kurus dan tinggi max 165 cm agar nampak ideal berada di motor ini. Bagi yang penasaran bagaimana postur tubuh beruang di atas RC390 ini dia penampakannya.

Nah…indah dan proporsional sekali bukan? Bukan dong yaaa…:mrgreen:

2. KTM terasa sangat cerdik dengan menggunakan common parts yang sama dengan seri RC200, RC250 dan RC390. Terutama pada rangka trellis dan fairing. Memang inilah faktor yang membuat KTM RC series menjadi terjangkau harganya, namun di sisi lain akan membuat konsumen mainstream berpikir..buat apa beli RC390 yang 70juta ++ kalau bisa beli RC200 yang hanya 35jutaan..

3. Riding impression.

Begitu mesin dinyalakan, terdengarlah suara yang begitu buruk rupa dari mesin yang kabarnya masih full made in Austria itu. Ya, getarannya ketika langsam melebihi motor-motor bikinan AHM, hanya saja pada KTM, parts body-nya tidak ikut-ikutan “bernyanyi”. Namun satu hal yang bisa dirasakan bahwa RC series memiliki kompresi tinggi.

Mendaratkan pantat di atas jok langsung membuat ane turun lagi. Eh..itu jok belakang empuk yaa..tak kirain itu bagian dari body.. Ah..jadi kepingin meremas jok tipuan itu..


Naik lagi ke jok, posisi riding terasa begitu racy dan berat badan akan banyak bertumpu pada pergelangan tangan. Coba goyangkan motor ke kiri kanan..ah, begitu ringan.. Namun sayang ketika paha hendak memeluk tangki, bagian tersebut terasa mungil.

Masuk gear 1 rasanya tidak kasar, ya gak sekencang ER6n suara bletaknya.

Tancap gasss…!! We o we, torsinya seperti sudah diduga beringas juga untuk 380an cc, barangkali mendekati jambakan Aprilia RS250. Namun sayang gear 1 dan 2 pendek sekali sehingga harus cepat oper gigi.

Di sini karakter RC390 mulai terasa, rider harus paham feel kapan harus oper gigi, jika tidak, RC390 akan menghukum ente dengan inertia attack alias engine brake yang lumayan annoying rasanya, seharusnya untuk RC390 ini KTM membenamkan slipper clutch ya?

Masuk gear 3-4-5 masih lumayan torsi yang dapat diraih, sekilas sempat melihat pada gear 5, ane mampu mendapatkan speed 126 km/h.

Nah, anti klimaks akan terasa pada 6th gear, dimana pada gear ini, rasanya throttle berapapun bukaannya, mesin nampak sudah mulai malas menambah kecepatan. Bukan tak mungkin pada 5th atau 6th gear ini..ketika sang rider tengah bergumbira ria dengan torsi-power RC390 dan ingin nambah lagi, mendadak ente akan disalip oleh Ninja250 atau R25 yang notabene memiliki peak power di range RPM lebih tinggi. So, keep that in mind.

Maneuverability.

Tak ada yang salah dengan motor ini, bobotnya terasa ringan membuat PWTR tinggi dan mampu melesat cepat, manuver cornering dapat dilakukan tanpa banyak effort body language alias geser fantat sana sini. Cukup lakukan counter steering dan rasakan sensasi  cornering yang begitu ringan.

Stopping power.

Kaliper Bybre depan-belakang plus ABS sudah lebih dari cukup untuk mengurangi laju, hanya saja dalam satu kesempatan cornering ane sempat merasakan ban belakang seperti kehilangan grip ketika rem belakang diinjak (gak pakai tumit lho). Rasanya ada yang aneh dengan ABS nya, atau kasuistis saja?

Begitu pula ketika menghajar rumble strips dengan kecepatan 80an km/h rasanya motor seperti mau bergeser ke kanan, perlu banyak penyesuaian ketika melalui bumpy road.

Untuk long term riding katakanlah lebih dari 1 jam, ane hanya bisa menduga RC390 akan membuat rider cukup lelah karena ergonominya, memang RC390 cocok untuk sekedar Sunmori atau casual city riding. Kalau mau touring, buy a Duke aja deh..

Haruskah kecewa dengan minus side KTM RC390, kalau kata papi Leopold, mindset kita harus diubah dulu sebelum naik RC series. Stop comparing motor ini dengan 2 silinder karena KTM akan kasih feel yang mendekati, one less cylinder. Dan motor ini memang untuk fun. Lupakan beli motor ini buat mudik ke kampungnya Mukidi.

Satu hal yang merupakan strong point motor ini, yaitu looks and nothing but looks, jika postur ente pas, ente akan menjadi banci kamera karena motor ini akan bikin ente tambah ganteng. Thanks to trellis frame, fairing unik yang ternyata sangat kokoh di bagian cover muffler, spion yang dilengkapi interated turnlights, serta small beak yang menjulur di bawah lampu depan.. Rasanya setiap detail motor ini adalah Instagramable bro…!!

Final verdict.

KTM memberikan alternatif murah tapi mewah, kira-kira mirip lah seperti apa yang ditawarkan Yamaha melalui Nmax nya. Namun KTM menawarkan rasa Eropa yang berbeda, meskipun dirakit di India. Motor ini cocok buat ente yang berbadan mungil-menengah dan sedang mencari motor untuk fun dan narsis, RC akan pas. Namun jika ente menginginkan ergonomi yang lebih comfort, masih ada varian Duke dengan form factor naked.

So, segitu aja review singkatnya, in my humble opinion varian motor KTM itu seperti durian, either you love it or hate it. Choice is yours.

:mrgreen:





Review Singkat Contin Chimera

15 08 2016

Chimera menjadi produk Contin yang hadir di koleksi ane setelah Kamerad dan Zirkon, review singkat sbb:
– KERAPIHAN dan DETAILING jahitan masih menjadi value unggulan Contin, highly recommended Indonesian brand.

– Chimera memiliki area mesh pada bagian berwarna hitam, seperti pada warna khaki yang ane kenakan. Jaket ini cocok untuk city riding karena memiliki air intake area yang luas sehingga tidak gerah dipakai.

-Inner layer Chimera akan terpakai ketika ente mau riding melintasi daerah berhawa dingin atau berangin. Disamping itu, inner layer ini sangat cocok buat berolahraga karena akan bikin ente cepat panas dan berkeringat lebih banyak, kalori yang terbakar pasti juga banyak..

– Memakai Chimera tanpa inner layer dalam riding jarak jauh dengan kecepatan rata-rata 80 – 100 km/jam adalah sebuah kesalahan. Dingin bro!

– Chimera sayangnya hanya dilengkapi 2 kantong di daerah pinggang sehingga kurang praktis untuk mengantongi powerbank, dompet, hp, action cam, 3-way monopod, dan.. Wait, kalau mau bawa banyak, beli Contin Osiris aja.

– Dengan harga 500-700 ribuan (karena ane dapat ini jaket sebagai hadiah 😁 jadi gak tahu harga pastinya), Chimera menawarkan value yang tinggi.

– Tersedia hingga ukuran 5XL, which is kabar baik buat kaum beruang.
Demikian sekilas review





Review Singkat LS2 Metro Modular

14 08 2016

Review singkat LS2 Metro warna putih glossy, size XXL;
– helm cenderung berisik di sebelah kiri karena angin menabrak tuas inner visor, seharusnya dibuatkan proteksi aerodinamis agar angin bisa melewati tanpa berisik. Atau bisa coba dipasangi Sena..sepertinya bakal tambah berisik ya?

– helm pas nyaman saat dipakai dalam mode open face (chin guard posisi terangkat. Namun pada saat dalam full face mode, bagi user yang memiliki pipi chubby dan tembem akan sedikit tertekan pada bagian rahang dan pipi, ini sedikit mengurangi kenyamanan.

– oh iya, antifog bawaan LS2 sampah abis karena malah mengumpulkan fog dan bikin kaca berembun. Sebaiknya beli pinlock aja, murah lah 400ribuan.

– urusan kedap air, ini helm oke juga karena terkena hujan kelas menengah tidak bocor.

– cover nose vent sebaiknya dipasang seluruhnya (4 buah), kalau tidak hidung anda akan cepat terisi upil.

– kalau pernah nonton review Youtube, untuk LS2 Metro warna putih ada beberapa bagian helm yang memiliki garis-garis fluoresence alias glow in the dark, anehnya saya kok belum menemukan bagian itu. Mungkin gak tersedia untuk yang dijual di Indonesia.

Demikian sekilas review, mau dipakai riding lagi untuk penyesuaian dengan kepala.





Ndlongop lan Ngowoh Tenan..Spyshot Yamaha Xabre dengan Dry Clutch

8 08 2016

Selamat menyaksikan





Motor Sport Fairing Baru Suzuki.. Berapa CC…??

5 08 2016

Bisa mengira 250cc cuma dari perspective view gear belakang? 

What if I told you kalau itu bukan gear belakang tapi rear disc brake..

BTW, ini bukan 250cc loh..

Sekian.. He he he

:mrgreen:





Raungan Mesin CBR250RR.. Galak Tenan Mzbrooo…!!

1 08 2016








%d blogger menyukai ini: